Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pak Ustaz, Sebaiknya Kita Memilih Dicintai Apa Mencintai?

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
8 Mei 2019
A A
dicintai dan mencintai

dicintai dan mencintai

Share on FacebookShare on Twitter

Sering kali manusia dihadapkan oleh sebuah pilihan yang pelik bin ruwet. Tak ada masalah yang lebih ruwet bagi kawula muda selain permasalahan perihal cinta. Sebagian orang seringkali dihadapkan sebuah pilihan, antara dia mencintai seseorang tapi orang itu tidak mencintainya dan di lain sisi ada seseorang yang mencintainya dengan tulus tapi sayangnya dia tak cinta.

Sederhananya, kita mencintai orang yang tidak mencintai kita dan kita dicintai orang yang tidak kita cintai. Ada yang pernah kayak gini? Saya sih pernah; sering malah.

Entahlah, kenapa kehidupan selalu menyuguhkan drama. Kenapa nggak bikin simpel aja. Misal saya suka sama orang, lalu orang itu juga suka sama saya. Kan ceritanya kelar sudah ya sampai di situ. Sayangnya yah itu, kok ya mesti orang yang saya suka itu sukanya malah sama orang lain, bukan sama saya. Dan parahnya ada orang yang suka sama saya, tapi sayanya sudah suka sama orang lain. Gimana dong?

Sebagai seorang remaja galau yang dibingungkan perihal cinta, maka beberapa tahun yang lalu, saya memutuskan untuk menghadiri sebuah kajian islami bertajuk Salam Menuju Sakinah. Sang Ustaz yang selalu menyenandungkan slogan nikah muda, selalu mengompori para hadirin yang datang untuk segera menikah sedini mungkin. Lalu saya mikir, orang jodohnya aja belum ada, mau nikah sama siapa sih, Taz.

Waktu itu kebetulan tema yang dibawakan oleh Pak Ustaz adalah cinta. Jadi secara garis besar, Pak Ustaz bilang kalau kita mencintai seseorang maka kita akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadu lebih baik di mata orang yang kita cinta. Wah, benar sekali ini. Demi cowok yang saya suka, saya jadi suka sekali menonton video tutorial make up di Youtube. Berharap setelah nonton itu, saya juga ikutan agak semakin kinclong dan nggak kumal di depan orang yang saya taksir.

Saya juga akan rajin belajar dengan tekun, supaya pas di depan doi, saya kelihatan agak pintaran dikit. Pokoknya hal yang biasanya saya cuek, saya akan mencoba perbaiki hanya demi terlihat bagus di depan orang yang saya suka.

Tapi sudah berusaha keras, sudah berdoa, sudah ihtiar, tapi hatinya tetap aja kaku kayak kanebo kering. Kalau sudah gini, maka saya akan percaya dengan pepatah bijak, “Mencintai itu sungguh amat menyakitkan!”

Tapi udah tahu menyakitkan, masih saja saya jalani. La wong udah cinta, mau gimana lagi kan.

Baca Juga:

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

Cara Cepat Hamil bagi yang Sudah Nikah dengan Mantu Poci dari Tegal

Nah, itu perihal kelebihan dari mencintai versi Pak Ustaz. Sedangkan dengan kita dicintai oleh orang yang begitu mencintai kita, kita akan menjadi diri sendiri. Kita tak perlu pura-pura menjadi orang lain. Kalau udah jelek yah jelek aja, simpelnya sih gitu.Toh, dia bakal nerima kita apa adanya tanpa melayangkan tuntutan ini dan itu.

Dicintai itu mah bebas. Kita bisa suka-suka semaunya kita. Gak perlu rempong, mikir dia bakal suka atau tidak. Lagi pula kalau kita yang dicintai, kita bisa bebas menuntut dia seperti apa yang kita mau. Aha, balas dendam dong ya.

Tapi oh tapi, hidup bersama orang yang nggak kita cintai itu berat. Ini masalah perasaan, jadi mau sebaik apapun dia sama kita, kalau kita nggak cinta ya mau gimana yhaaa~

Oleh karena itu, di depan ratusan jamaah yang sedang mencari pencerahan untuk menuju kehidupan sakinah itu, saya memberanikan diri bertanya pada Pak Ustaz yang sudah memiliki tiga istri itu.

“Pak Ustaz, kalau misal ini, saya cinta sama seseorang tapi orang itu gak cinta sama saya dan di lain pihak ada seseorang yang mencintai saya tapi sayanya gak cinta, itu gimana ya?” Saya menarik nafas sambil gemetaran memegang microphone dan dipandangi oleh ratusan pasang mata.

Sebelum Pak Ustaz menjawab, saya menyela duluan, “Kata Bapak kan kalau kita mencintai kita akan termotivasi menjadi lebih baik kan ya, sedangkan kalau dicintai kita bisa menjadi diri sendiri. Nah, saya harus pilih yang mana Pak Ustaz, mencintai tapi menyakitkan apa dicintai tapi juga menyakitkan la wong saya gak cinta!”

Setelah itu gelak tawa terdengar di serambi masjid pagi itu. Dalam hati saya ngedumel, “Halah, orang ini ngetawain aku, paling masalah kita gak jauh beda! Kalian aja yang cuma gengsi mau tanya!”

Lalu saya kembali khidmat bergaya seperti ukhti-ukhti kalem, sambil menunggu jawaban Ustaz tersebut.
Alih-alih mendapat jawaban yang memuaskan Pak Ustaz justru bilang, “Kamu ini sebenarnya bertanya sekaligus menjawab, kamu sudah tahu jawabanya kenapa masih ditanyakan!”

Lah, jadi saya harus pilih yang mana?

Sampai acara kajian itu berakhir, sampai akhirnya saya memutuskan untuk ijab kabul dan resepsi, jawaban pelik itu tak kunjung saya pecahkan.

Pada akhirnya. Dengan mantap saya hanya bisa pasrah harus memilih mencintai seseorang yang juga mencintai saya. Aha!

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2019 oleh

Tags: DicintaiMencintaiNikahUstaz
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Ustaz Kencing Berdiri, Jemaah Saling Memusuhi MOJOK.CO

Ustaz Kencing Berdiri, Jemaah Saling Memusuhi

14 Juli 2020
Cara Ibu Saya Menggugat Otoritas Pemuka Agama di Desa Kami MOJOK.CO

Cara Ibu Saya Menggugat Otoritas Pemuka Agama di Desa Kami

26 Juli 2020
Menjawab 11 Tuduhan Ustaz Unknown Tentang Tanda Orang Kecanduan Drama Korea

Menjawab 11 Tuduhan Ustaz Unknown Tentang Tanda Orang Kecanduan Drama Korea

19 November 2019
mahasiswa tua grup whatsapp MOJOK.CO

Mengintip Grup WhatsApp Mahasiswa Tua: Ajang Pamer dan Berbagi Kesedihan karena Surat DO

11 Juli 2020
memaafkan ustaz MOJOK.CO

Memaafkan Ustaz yang Tidak Punya Kapasitas Keilmuan

8 Juli 2020
terlalu banyak ustaz MOJOK.CO

Terlalu Banyak Ustaz, Bukannya Maslahat, Malah Membuat Ribet Umat

7 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.