Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pacitan (Hampir) Bisa Mengalahkan Banyuwangi dan Malang, tapi Kalah Gara-gara Satu Hal Ini

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
14 Juni 2025
A A
Pacitan (Hampir) Bisa Mengalahkan Banyuwangi dan Malang, tapi Kalah Gara-gara Satu Hal Ini

Pacitan (Hampir) Bisa Mengalahkan Banyuwangi dan Malang, tapi Kalah Gara-gara Satu Hal Ini (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebenernya Pacitan punya banyak potensi wisata, lho, sayang aksesnya sulit dan terbatas…

Dengan 29 kabupaten dan 9 kota yang dimilikinya, Jawa Timur menyimpan banyak sekali tempat wisata bak permata yang wajib dikunjungi. Setiap kabupaten dan kotanya punya kekhasan masing-masing yang nggak ada duanya. Dari berbagai kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur, kita bisa ambil dua contoh wilayah yang cukup populer sebagai tempat wisata, yaitu Banyuwangi dan Malang.

Banyuwangi dikenal sebagai tempatnya para pencinta alam. Di sana ada Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, dan dilengkapi dengan garis pantai yang lumayan panjang karena Banyuwangi terletak di samping Selat Bali dan Samudera Hindia.

Ada pula Malang yang selalu jadi tujuan wisata budak korporat yang butuh healing, ibu-ibu arisan dari kota lain, hingga pelajar yang mau study tour. Semua yang kita cari ada di Malang, entah tempat wisata alami maupun buatan ada di sana. Belum lagi hawa dingin Malang bikin jalan-jalan jadi lebih enjoyable.

Di antara Banyuwangi dan Malang, sebenarnya masih ada satu lagi wilayah yang masuk Jawa Timur yang layak dilirik karena potensi wisatanya yang luar biasa. Keelokan wisata alamnya bisa dibilang nggak tertandingi dengan keunikannya sendiri. Tapi, ia jauh dari kata populer dan sudah pasti kalah jika diadu soal popularitas dengan Banyuwangi dan Malang. Ia adalah Pacitan.

Pacitan dengan segala pantai dan goanya

Bagi sebagian orang mungkin nama Pacitan masih kedengaran asing. Kabupaten yang berlokasi di sisi paling barat daya dari Jawa Timur ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Oke, kalau semisal masih belum ada bayangan soal lokasi geografis Pacitan, coba deh pikirkan satu hal ini. Kalian masih ingat dengan mantan presiden Indonesia keenam negara kita, Susilo Bambang Yudhoyono? Nah, beliau orang Pacitan.

Balik lagi ke pembahasan wisata Pacitan.

Baca Juga:

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

Pacitan ini dikenal oleh wisatawan, khususnya dari daerah-daerah di sekitarnya, sebagai wilayah yang punya pantai-pantai cantik nan tersembunyi. Seluruh bagian selatannya diisi oleh garis pantai berpasir putih dengan karakteristiknya masing-masing.

Pantai-pantai yang berada di barat, seperti Pantai Watu Karung, Klayar, Srau, dan Kasap punya pasir putih dan bebatuan karang yang cantik. Ada pula Pantai Banyu Tibo yang lumayan unik karena di sana ada air terjun yang airnya mengalir langsung ke laut. Masih terdapat juga Pantai Taman dengan konservasi penyunya atau Pantai Sidomulyo dengan atraksi tambahan berupa flying fox-nya.

Selain pantai, Pacitan juga punya berbagai goa yang nggak kalah menakjubkan. Goa Gong dan Goa Tabuhan adalah salah dua yang paling terkenal. Pacitan saja sampai dijuluki sebagai Kota Seribu Goa, saking banyaknya goa di sana.

Tantangan berwisata ke Pacitan

Kalian menyadari sesuatu, nggak? Kenapa Pacitan bisa punya banyak goa dan pantai berpasir putih, persis kayak Kabupaten Gunungkidul, DIY?

Betul, Pacitan memang bertetangga dengan Kabupaten Wonogiri. Wonogiri dan Gunungkidul pun juga berbatasan satu sama lain. Dan Pacitan berdiri pula di atas Pegunungan Sewu yang punya karakteristik bentang alam karst. Oleh sebab itu, sebagian besar wilayah Pacitan berbatu dengan tebing-tebing curam.

Kondisi inilah yang membuat Pacitan masih kalah populer sebagai tempat wisata dibandingkan Banyuwangi dan Malang. Soalnya, main ke Pacitan memang susah dan butuh effort lebih.

Banyuwangi lebih landai karena berada di atas Plato Ijen yang datar. Malang pun, yang merupakan kombinasi antara dataran tinggi dan plato, juga nggak sesulit itu untuk ditaklukkan.

Kondisi alam yang menantang membuat aksesibilitas jadi makin sulit dan terbatas. Okelah kita bisa naik kereta, sebagai contoh transportasi yang paling terjangkau, dari kota-kota besar menuju Banyuwangi dan Malang. Kebetulan dua tempat ini sama-sama punya jalur kereta api. Sudah gitu selalu ada opsi kereta api dengan tarif super-terjangkau menuju dua kota tersebut.

Sementara itu, satu-satunya jalur yang bisa ditempuh menuju Pacitan hanyalah jalur darat via jalan raya. Itu pun nggak semudah yang bisa kita bayangkan.

Pengalaman berwisata yang bikin waswas

Terakhir kali saya ke Pacitan pada dua tahun lalu, jalan menuju Pantai Klayar dan Pantai Watu Karung yang notabene berada paling barat dan paling dekat dari DIY, sangatlah “menyeramkan”. Jalanan meliuk-liuk dan naik turun, lengkap dengan tikungan tajam tiap beberapa ratus meter.

Jalannya pun sepi banget. Waktu itu teman perjalanan saya cuma bapak-bapak pencari rumput. Kami berbagi jalan yang sempit dengan tebing di kiri-kanan. Suasana sesepi itu nggak bikin saya takut kalau ada hantu. Saya justru khawatir kalau semisal ban saya tiba-tiba bocor atau naudzubillah-nya terjadi kecelakan karena kurang fokus, siapa yang bakal membantu ketika nggak ada rumah penduduk sama sekali?

Sudah gitu, penerangan masih minim banget. Kita sebagai wisatawan sangat nggak disarankan untuk pulang kemalaman karena bakal menyulitkan selama perjalanan.

Dari segi keelokan wisata alamnya, Pacitan memang nggak ada kurangnya. Kabupaten ini pantas banget untuk jadi destinasi wisata selanjutnya, malah. Tapi aksesibilitasnya yang masih kurang itulah yang bikin ia masih kalah jauh dari Banyuwangi dan Malang.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kali Cokel Pacitan, “Sungai Amazon” di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi Wisatawan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2025 oleh

Tags: pacitanwisata pacitan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Kali Cokel Pacitan, “Sungai Amazon” di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Mojok.co

Kali Cokel Pacitan, “Sungai Amazon” di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

4 Mei 2025
pohon sonokeling kayu primadona mojok

Nasib Punya Pohon Sonokeling yang Selalu Dikejar Pengepul

1 Agustus 2021
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Pacitan di Antara Keindahan Alam dan Ancaman Tsunami (Unsplash)

Pacitan: Keindahan Alam di Tengah Isu Tsunami dan Dampaknya terhadap Ekonomi

8 Desember 2024
7 Pantai di Pacitan yang Cocok Didatangi di Akhir Pekan

7 Pantai di Pacitan yang Cocok Didatangi di Akhir Pekan

29 April 2023
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.