Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Zain Ahdan oleh Zain Ahdan
6 Agustus 2026
A A
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pagi tadi, saat saya sedang scroll sosmed sambil ngaduk kopi sasetan, saya menemukan banyak konten seputar ospek. Yang konyol, yang seru, yang menyedihkan, ada semua.

Saya tak sadar, masa ospek telah tiba. Beginilah kalau makin berumur, gampang lupa dan tenggelam pada waktu.

ADVERTISEMENT

Tapi di antara konten-konten yang ada, ada satu konten yang amat menarik perhatian saya: video pendek perkenalan beserta atribut aneh yang digunakan. Mereka memakai rompi warna-warni dari kardus bekas yang digantung tali rafia, dan wajah yang kurang semangat seperti kertas karbon.

Melihat adik-adik mahasiswa baru (maba) itu, saya cuma bisa menghela napas panjang. Bukan karena saya merasa jadi senior yang keren dan disegani. Tapi karena saya sadar betapa konyol dan bodohnya saya empat tahun lalu waktu disuruh membuat hal  yang serupa. Lieur euy.

Miris njir rasanya. Dari zaman saya masih jadi maba lugu yang gampang ditipu, sampai sekarang rambut saya sudah mulai rontok memikirkan judul skripsi yang tak kunjung usai, kok ritual ospek masih gini-gini aja, ya? Tetap saja ada model ospek nirfaedah dari kating yang kocyak. Padahal mah, kalo mereka ketemu dosen pembimbing juga ujung-ujungnya cengar-cengir sambil membungkuk layaknya rakyat jelata di depan menir Belanda.

Atuh ya ospek masa kini itu di-upgrade atuh. Dunia sudah melesat kencang sampai kecerdasan buatan bisa bikin puisi, masa perkenalan kampus masih pakai logika kolonial bergaya perpeloncoan terselubung?

Ospek yang lebih berfaedah

Mending saran saya maba itu sejak awal dikenalkan sama dunia kepenulisan ilmiah yang sebenarnya. Ajarin mereka cara sitasi yang benar, cara mencari referensi jurnal yang valid. Atau minimal cara merangkum makalah biar tidak asal copy-paste dari Wikipedia yang bikin dosen murka. Trust me, skill nulis itu jauh lebih menyelamatkan nyawa di dunia perkuliahan dibanding skill menghafal nama-nama panitia ospek beserta makanan favoritnya.

Selain itu, kenalkan juga mata kuliah yang bakal mereka hadapi empat tahun ke depan. Jelaskan apa itu Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan bahasa manusia biasa, bukan bahasa langit yang cuma indah dipajang di spanduk baliho kampus. Ajarin mereka kalau tugas mahasiswa itu bukan cuma datang, absen, lalu pulang. Tapi ada tanggung jawab sosialnya juga untuk masyarakat sekitar yang sudah bayar pajak buat subsidi pendidikan kita.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Atau yang paling realistis: kenalkan mereka dengan kejamnya dunia kerja sejak dini. Kasih tahu kalau lulus dengan IPK tinggi tidak otomatis bikin HRD langsung gelar karpet merah kalau kita tidak punya keterampilan dan mental yang terasah. Biar pas lulus nanti, mereka tidak kaget dan megap-megap seperti saya yang tiap malam overthinking memikirkan besok mau kerja apa di tengah lapangan kerja yang makin sempit ini.

Cuma ajang balas dendam

Saya sadar, mungkin sebagian senior mengadakan ospek model lawas cuma buat balas dendam atau sekadar pembuktian eksistensi biar kelihatan punya power di depan maba. Tapi percaya deh, lima tahun lagi pas kita semua sudah dilempar ke dunia nyata, semua atribut kardus itu tidak ada manfaatnya sama sekali buat bayar tagihan listrik atau beli beras.

Ya sudahlah, siapa saya kok berani-beraninya mengkritik tradisi kampus? Cuma mahasiswa tua yang mikirin judul skripsi dan pusing ntar lulus mau jadi apa. Sekarang, mending saya menghabiskan kopi sasetan ini, lalu kembali meratapi nasib di depan laptop. Semangat ya, adik-adik maba, jalan kalian masih panjang dan… bergelombang pisan.

Penulis: Zain Ahdan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Mereka yang Ikut Ospek Tahun 1971, 1995, 1997, dan 2014

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2026 oleh

Tags: mahasiswa baruospek kampusperpeloncoan mahasiswa baru
Zain Ahdan

Zain Ahdan

Mahasiswa semester akhir yang mempunyai motto hidup “di-edankeun, kagok edan”.

ArtikelTerkait

4 Pantai di Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Rombongan Maba Terminal Mojok

4 Pantai di Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Rombongan Maba

22 Januari 2022
Jogja dari Sudut Pandang Mahasiswa Baru sabda pandita ratu

Jogja dari Sudut Pandang Mahasiswa Baru

29 Maret 2020
Jatinangor, Disukai Sekaligus Dibenci Mahasiswa

Panduan Memilih Angkutan Umum di Jatinangor bagi Calon Mahasiswa Baru, Beda Warna Beda Tujuan!

9 Juni 2025
Jalan Sigura-gura Sebaik-baiknya Tempat Ngekos di Malang, Kenyamanannya Bikin Mahasiswa Tetap Waras Mojok.co

Jalan Sigura-gura Malang Menjaga Kewarasan Mahasiswa Lewat Kuliner Enak dan Kos-kosan Nyaman

14 Juni 2025
Pengalaman Saya Menjadi Maba Universitas Negeri Surabaya UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

Pengalaman Saya Menjadi Maba UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

6 Agustus 2023
5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang  Mojok.co wisata di malang surabaya

5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang 

30 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.