Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Orang Paling Sial dan Aneh Adalah Mereka yang Anti Saos Mie Ayam yang Isinya 1% Cabai, 99% Kebahagiaan

Putri Ardila oleh Putri Ardila
24 September 2025
A A
Orang Paling Bodoh Itu yang Nggak Suka Saos Mie Ayam (Wikimedia Commons)

Orang Paling Bodoh Itu yang Nggak Suka Saos Mie Ayam (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Saos mie ayam itu bukan soal kandungan cabai. Ia soal kandungan kenangan. Isinya adalah 1% cabai, 99% kebahagiaan. Tanpanya, tidak lengkap.

Mie ayam itu makanan yang nggak kenal kelas sosial. Mau anak kos dengan duit pas-pasan, sampai bapak pejabat yang pulang kerja pakai mobil dinas. Semua bisa duduk bareng di bangku kayu warung tenda.

Namun, di balik fenomena indah itu, ada satu hal yang bikin saya sering merasa heran. Iya, saya sering heran sama orang yang anti memakai saos mie ayam. Saya maklum, ini soal selera. Juga bukan soal hambar atau tidak. Namun, saos itu menyempurnakan. Isinya 1% cabai, 99% kebahagiaan.

Saos mie ayam yang dibenci

Jujur saja, kalau untuk saya, tanpa saos, rasanya hambar. Kayak lagi dengerin musik tanpa bass. Kuahnya boleh gurih, ayamnya boleh manis, tapi tetap ada ruang kosong di hati yang hanya bisa diisi oleh satu benda: saos.

Saos mie ayam yang warnanya oranye menyala itu. Kadang terlalu cair, atau kental banget, dan konon kalau diteliti, komposisi cabainya cuma 1%. Sisanya? Bahan kimia yang namanya panjang-panjang, lebih panjang dari skripsi mahasiswa hukum.

Tiap kali tangan saya menekan botol saos mie ayam itu, sebenarnya saya tahu. Ini bukan pilihan sehat. Sama kayak tahu hubungan toxic, tapi tetep balik lagi. Tapi apa daya, mie ayam tanpa saos rasanya nggak lengkap.

Bahkan, orang makan sering mengukur kadar kebahagiaan dari banyaknya saos yang mereka tuang. Ada yang cuma tetes tipis, biar warna kuah agak oranye. Ada juga yang tuang sampai mangkoknya kayak kolam renang kimia. Dan ajaibnya, nggak ada yang protes.

Eksperimen kecil

Saya pernah coba eksperimen makan tanpa saos. Hasilnya? Rasanya kayak ada yang hilang. Kayak punya pacar tapi nggak pernah chat. Lengkap secara teori, tapi kosong di praktik.

Baca Juga:

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Fenomena ini semacam plot twist kehidupan kuliner. Kita semua tahu isinya bukan cabai beneran. Tapi entah kenapa, rasanya jadi surgawi. Kayak kunci kecil yang bikin pintu kebahagiaan bisa kebuka.

Kadang saya mikir, mungkin saos ini cerminan hidup orang Indonesia. Kita tahu banyak hal nggak sehat. Misalnya, drama politik, sinetron nggak masuk akal, atau janji manis pejabat. Tapi, tetap kita konsumsi karena tanpa itu, hidup terasa hambar.

Saos mie ayam itu bukan soal kandungan cabai. Ia soal kandungan kenangan. Tentang sore-sore pulang sekolah, nongkrong sama teman, uang jajan tinggal lima ribu, dan tetap bisa kenyang bareng.

Jadi, kalau ada yang tanya, “Kenapa sih masih makan saos mie ayam padahal nggak sehat?” Jawaban saya simpel: karena tanpanya cuma makan mie pada umumnya. Tapi dengan saos, mie ayam jadi semesta kebahagiaan rakyat kecil.

Penulis: Putri Ardila

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Persetankan Pizza Kedaluwarsa, Mie Ayam dan Saos Abal-Abal adalah Harga Mati!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: Mie Ayamsaossaos mie ayamsaos oranye
Putri Ardila

Putri Ardila

Mbak-mbak bermata minus yang nulis buat bertahan hidup dan berharap suatu hari bisa keliling dunia tanpa harus berhenti menulis.

ArtikelTerkait

6 Mie Ayam Jogja yang Unik untuk Perkaya Petualangan Rasamu Terminal Mojok.co

6 Mie Ayam Jogja yang Unik untuk Perkaya Petualangan Rasamu

6 April 2022
Sedayu Bantul, Surganya Pencinta Mie Ayam yang Murahnya Nggak Masuk Akal

Sedayu Bantul, Surganya Pencinta Mie Ayam yang Murahnya Nggak Masuk Akal

21 Februari 2024
5 Rekomendasi Mi Ayam Jogja Selain Pakdhe Wonogiri dan Tumini mie ayam jogja terminal mojok.co

5 Rekomendasi Mi Ayam Jogja Selain Pakdhe Wonogiri dan Tumini

26 September 2020
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Mie Ayam Goreng, Varian Mie Ayam Paling Sia-sia dan Tidak Diperlukan Mojok.co

Mie Ayam Goreng, Varian Mie Ayam Paling Sia-sia dan Tidak Diperlukan

15 Agustus 2025
3 Dosa Warung Mie Ayam yang Paling Banyak Dikeluhkan (Midori via Wikimedia Commons)

3 Dosa Warung Mie Ayam yang Paling Banyak Dikeluhkan Pelanggan

6 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.