Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dan Lebih Memilih ke Kota Bogor

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
27 November 2025
A A
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co

5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya hidup di Kabupaten Bogor. Saya merasakan sendiri bagaimana warga di sini lebih memilih pergi ke Kota Bogor daripada ke Cibinong, ibu kota atau pusat Kabupaten. Padahal dua daerah itu sama-sama ramai dan punya kehidupan dibanding daerah-daerah di kabupaten. Namun, warga kabupaten lebih senang bepergian ke Kota Hujan. 

Menurut saya, ada beberapa alasan kenapa warga kabupaten lebih menyukai Kota Bogor sebagai tujuan plesir atau bepergian ketimbang Cibinong.

#1 Kedekatan secara historis 

Asal tahu saja, Kota Bogor adalah ibu kota kabupaten sebelum Cibinong. Itu mengapa, dari sisi fasilitas, kota ini tergolong lengkap. Apalagi, pada masa kolonial Belanda, kota ini sudah menjadi simpul keramaian. Kawasan Kota Bogor yang dahulu dikenal sebagai Buitenzorg merupakan pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintahan. 

Pada 1982, ibu kota baru kemudian dipindahkan ke Cibinong. Sudah lebih dari 40 tahun lalu memang, tapi di kepala banyak orang, bepergian ke Kota Bogor sulit dihapuskan. Ada yang kurang rasanya kalau tidak plesir ke sana, terlebih bagi warga sana sendiri. 

#2 Secara jarak dan lokasi lebih dekat

Beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor seperti Ciomas, Dramaga, Ciawi, Sukaraja, Kemang dan sekitarnya itu lokasinya lebih dekat ke Kota Hujan daripada ke Cibinong. Bahkan, ada yang hanya dipisahkan oleh jalan raya saja. Seperti Ciomas dan Dramaga yang depan rumah sudah masuk wilayah kota. 

Karena lokasinya yang sangat mepet, kebanyakan orang-orang yang berasal dari kecamatan ini, lebih memilih untuk main ke kota. Nggak heran sih, main ke Kota Bogor jaraknya hanya beberapa kilometer saja, sementara Ke Cibinong? Aduh, jauh banget. Mana jalannya banyak debu dan truk-truk besar lagi. 

#3 Jalanan di Kota Bogor lebih nyaman dibandingkan Cibinong

Jalanan di Kota Hujan itu lebih ramah dibandingkan Jalanan Cibinong. Tidak hanya jalan raya, area pejalan kakinya juga lebih manusiawi. Sementara, Cibinong itu daerah pabrik. Itu mengapa jalan raya di sana dipadati truk dan kendaraan besar. Jalan kaki pun kurang nyaman karena banyak debu. Hanya trotoar di sekitar kantor bupati saja yang mendingan. 

#4 Akses ke Kota Bogor lebih mudah daripada ke Cibinong

Soal akses transportasi publik, Cibinong kalah telak. Asal tahu saja, di Kota Bogor sudah ada Biskita yang siap sedia mengantar ke mana saja. Belum lagi TransJakarta yang sekarang sudah ada melayani rute ke Bogor. TransJakarta yang sekarang beroperasi juga melewati Sentul dan Citeureup. Makin senanglah orang Kabupaten main ke Kota ini. 

Baca Juga:

Beat Deluxe Merah-Hitam, Motor Honda yang Menjadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan yang Sekarang Menjadi Bos Warung Madura

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

KRL? Jangan ditanya. Orang-orang Cilebut dan Bojonggede tinggal naik dan bayar murah untuk dapat akses ke kota ini. Belum lagi angkot, kebanyakan angkot Kabupaten Bogor itu bermuara ke Kota Bogor. Mulai dari jurusan Jasinga, Citeureup, Megamendung, Cilebut, Parung, sampai Bojonggede. Bahkan, angkot yang dari Cibinong saja, rutenya menuju ke Kota Bogor. Transportasinya sangat mendukung orang kabupaten plesir ke sana. 

#5 Isinya lebih komplet 

Cibinong memang berstatus ibu kota kabupaten, tapi itu bukan berarti daerah ini lebih komplet daripada Kota Bogor. Destinasi wisata, kuliner, seni budaya, tempat belanja hingga tempat nongkrong, semua lebih lengkap di Kota Hujan. 

Ambil contol mal atau pusat perbelanjaan. Di Cibinong, mal bisa dihitung jari. Bahkan, beberapa mal di Cibinong sudah mulai kembang kempis nyawanya. Di Kota Bogor mah lengkap. Ada Botani, BTM, Lippo Keboen Raya, Lippo Ekalokasari, Jambu Dua, Bogor Square, Boxies dan lainnya.

Tempat kuliner terkenal? Ada Suryakencana, Malabar, hingga Merdeka. Ruang terbuka hijau? Banyak, ada Taman Kencana, Taman Sempur, Taman Ekspresi, Taman Corat-coret, Taman Genteng. 

Di atas beberapa alasan orang Kabupaten Bogor lebih memilih bepergian ke kota hujan daripada ke Cibinong, ibu kotanya. Selain lebih lengkap, suasana kota juga memang lebih menenangkan hati dan menyegarkan bagi orang-orang kabupaten. 

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Alasan Orang Klaten Lebih Memilih Plesir ke Jogja ketimbang Solo, padahal Sama-sama Dekat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 November 2025 oleh

Tags: bogorBuitenzorgcibinongibu kota kabupaten bogorkabupaten bogorkota bogor
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Kepada Akun Penjual Properti di Bogor: Stop Gunakan Embel-embel Slow Living, Sudah Nggak Pas!

Kepada Akun Penjual Properti di Bogor: Stop Gunakan Embel-embel Slow Living, Sudah Nggak Pas!

30 Juli 2025
Nasi Goreng Liem : Tempat Tergila untuk Menikmati Nasi Goreng

Nasi Goreng Liem: Tempat Tergila untuk Menikmati Nasi Goreng

7 Oktober 2022
Orang Lemah Nggak Cocok Hidup di Bogor (Unsplash)

4 Pertanyaan Memuakkan yang Ditanyakan Berulang-ulang pada Orang Bogor

11 Juni 2025
3 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Bogor yang Perlu Dipatuhi Penumpang

4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Bogor yang Perlu Dipatuhi Penumpang

11 Februari 2025
Kabupaten Bogor yang Membuat Salah Paham Orang Kudus (Unsplash)

Fakta Kabupaten Bogor: Jauh dari Pusat Kota dan Membuat Beberapa Orang Kudus Kenalan Saya Jadi Salah Paham

21 Oktober 2023
Derita Tinggal di Dramaga Bogor: Tiada Hari Tanpa Macet

Derita Tinggal di Dramaga Bogor: Tiada Hari Tanpa Macet

18 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.