Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti: Joker Bukan Orang Baik, Stop Bermental Korban!

Syifa Ratnani Faradhiba Jane oleh Syifa Ratnani Faradhiba Jane
7 Oktober 2019
A A
Ketika Babarsari Jadi Lokasi Syuting Film Joker joker korban

Ketika Babarsari Jadi Lokasi Syuting Film Joker joker korban

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu isu yang sedang hangat diperbincangkan saat ini adalah fenomena Joker. Tokoh antagonis karya DC Comics, si Joker yang melegenda. Siapa dan kejahatan apa saja yang dilakukan Joker tentu kita sudah hafal ya, apalagi bagi kalian yang menggemari Batman atau DC Comics.

Pada tahun 2019 ini dirilislah film Joker, yang khusus menceritakan kisah mengenai perjalanan seorang tokoh bernama Arthur Fleck hingga ia bertransformasi menjadi super villain, pembunuh berantai, penjahat nomor satu di kota Gotham dan musuh utama Batman. Film ini menceritakan kehidupan “normal” Si Arthur Fleck yang penuh perjuangan, mulai dari perjuangannya menapaki jalan sebagai komedian hingga perjuangannya merawat ibunya. Didesak oleh perjuangan itu, si Arthur nampaknya kian tertekan seiring ancaman yang diterima kota Gotham, ancaman ini menekan mereka yang berada di kelas bawah. Film ini menghadirkan Joker dengan plot yang berbeda dengan versi komiknya, sehingga membuat penonton nampak merasa harus mengerti alasan seorang Arthut Fleck menjadi seorang “Joker”. Kegilaan-kegilaan Joker menjadi pemakluman berkat kisah-kisah dalam film yang sangat bisa dikaitkan dengan kehidupan biasa kita sehari-hari. Suasana kelam sepanjang film, menumbuhkan sikap simpatik dari penonton pada Joker.

Penampilan yang memukau dari aktor Joaquin Phoenix juga turut menjadikan film ini heboh. Kehebohan tersebut lalu berkembang menjadi sebuah kesimpulan yang diamini ramai-ramai oleh netizen. Secara serempak netizen yang telah menonton film Joker mulai menggaungkan kutipan “orang jahat adalah orang baik yang tersakiti”. Kutipan ini kian memperkuat nilai yang memberikan pemakluman atas tindakan-tindakan mengerikan Joker, karena sejatinya sebagai seorang Arthur Fleck dia digambarkan sebagai orang yang baik.

Saya pribadi tak setuju dengan kutipan tersebut. Bagi saya kutipan tersebut seperti mencari-cari pembelaan atau pembenaran atas sikap atau perilaku buruk kita. Dimensi baik dan jahat itu jelas sekali kok. Jahat ya jahat, baik ya baik. tidak ada abu-abu dalam memetakan antara yang jahat dan yang baik. Lagipula, ketika dihadapkan dengan lingkungan atau situasi yang tak menguntungkan atau mendesak kita, yang lantas menggiring kita melakukan hal-hal yang jahat, bagi saya itu disebut kelemahan. Kita lemah dalam menghadapi lingkungan dan situasi tersebut sehingga memilih jalan yang jahat. Kutipan tersebut juga seakan menggiring kita untuk percaya bahwa perilaku jahat itu bukan salah kita (dalam hal ini diprepresentasikan oleh Tokoh Joker) melainkan salah orang lain (dalam hal ini di representasikan sebagai Society).  Lah ini bagi saya sih lucu, seperti halnya anak kecil yang suka asal menyalahkan temannya bila bertengkar. Memang sulit ya mengakui kesalahan pribadi secara utuh tanpa embel-embel menyalahkan pihak lain?

Rasanya juga aneh ketika menyalahkan lingkungan atas tindakan kita sedangkan kita ini ya bagian dari lingkungan tersebut. kita turut andil dalam membentuk lingkungan, fator eksternal yang menghimpit lingkungan kita adalah pertarungan yang sesungguhnya, pertahanan diri mutlak diperlukan. Boleh saja memiliki rasa empati atau simpatik namun tak lantas membenarkan tindakan-tindakan jahat, apalagi menempatkan diri sebagai korban. Jika anda korban, pelakunya siapa?  Jika kita gegabah menempatkan diri sebagai korban, maka kita sekaligus juga menjadikan pihak lain sebagai kriminal alias kriminalisasi.

Sebagai sebuah film, Joker barangkali telah berhasil menyampaikan pesan mengenai siapa dan mengapa Joker menjadi “Joker” dengan bumbu-bumbu yang lebih related dengan realitas terkini, tidak seperti versi komik atau film sebelumnya. Namun bagi saya kesimpulan yang justru muncul adalah perasaan bertanggungjawab atas realitas lingkungan yang kacau, karena saya, kamu dan Arthur Fleck akan selalu jadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan. Kita punya peluang yang sama untuk jadi jadi baik, juga jadi jahat. Namun pertarungan tersebut bukanlah pertarungan anatara kita dengan lingkungan, namun pertarungan kita dengan diri kita sendiri. (*)

BACA JUGA Ortu Bebal Rating yang Masih Ngeyel Nonton Joker Bareng Anak Kecil atau tulisan Syifa Ratnani Faradhiba Jane lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Baca Juga:

5 Drama Korea yang Isinya Karakter Jahat Semua, tapi Ceritanya Bikin Ketagihan

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2019 oleh

Tags: AntagonisjokerKesehatan MentalKorbanreview film joker
Syifa Ratnani Faradhiba Jane

Syifa Ratnani Faradhiba Jane

ArtikelTerkait

Krisis Eksistensial

Untuk Siapapun yang Sedang Mengalami Krisis Eksistensial: Please Seek Help!

1 Oktober 2019
film tentang anti-hero

Film Tentang Anti-Hero yang Lebih Bagus dari Joker Part 1

15 Oktober 2019
tetaplah bahagia meski hampir gila mojok

Tetaplah Bahagia, meski Hampir Gila

17 Juli 2021
arthur fleck

Joker Adalah Kita: Mungkin Kita Adalah Arthur Fleck, Tapi Kita Tidak Perlu Menjadi Joker

10 Oktober 2019
5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton terminal mojok

5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton

17 November 2021
Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental terminal mojok.co

Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental

1 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.