Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Onani Statistik Fans AC Milan Ketika Menolak Dybala Sebagai MVP Bulan Juli

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 Agustus 2020
A A
AC Milan Juventus Serie A MOJOK

AC Milan Juventus Serie A MOJOK

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika belajar menulis press release, pada titik tertentu, kamu pasti akan menemukan sebuah saran yang “nganu” banget. bunyinya begini: sebaiknya, ketika menulis press release, perbanyak penggunaan angka, statistik. Hmm…jangan-jangan, fans AC Milan ini adalah fans yang terlalu patuh sama saran menulis press release.

Kenapa harus diperbanyak penggunaan angka di dalam press release? Karena media menyukai angka. Bahkan, saya rasa, terlalu suka sampai jadi obsesi. Dan, tentu saja, media-media sepak bola sangat terobsesi sama penggunaan angka. Coba kamu tengok judul-judul berita terkait pemain besar.

Terutama ketika bicara soal rekor dan pencapaian. Bahkan ketika menggunakan kata ganti pun, angka yang dipakai. Misalnya, untuk mengganti kata “Lionel Messi” dipakai “pemain yang sudah memenangi 100 juta piala Ballon d’Or itu” atau “pemain asal Argentina yang pernah mencetak 100 gol di satu kalender olahraga.”

Angka, menjadi obsesi tersendiri. Angka yang besar seperti menjadi jawaban tunggal akan suatu penilaian. Pemain terbaik? Tetap saja dari siapa yang lebih banyak bikin gol. Bagi saya, penilaian seperti itu tidak adil, dear fans AC Milan tersayang.

Sepak bola sudah sangat berkembang. Aspek-aspek yang digunakan untuk menentukan si terbaik sudah sepatutnya juga ikut berkembang. Bukan lagi sebatas menggunakan berapa jumlah gol yang dicetak. Lagipula menentukan yang terbaik kok dari jumlah gol saja. Apa kabar pemain seperti Papu Gomez? Bagi saya, Papu Gomez adalah pemain terbak di Serie A musim ini. Maaf, fans AC Milan, no debat.

Intinya, angka tanpa konteks, adalah angka mati. Saya tidak bilang kalau angka-angka statistik itu tidak penting, ya. Angka statistik jelas penting. Namun, saran saya, selalu sertakan konteks ketika ingin membawa perihal angka ke delam perdebatan. Biar nggak kelihatan kalau fans AC Milan cuma onani angka saja. Duh, onani. Sudah 2020, masih “swadaya”? hehehe….

Menurut saya, kriteria penilaian pemain terbaik yang dipakai Serie A sudah sangat benar. Otoritas liga tidak lagi mendasarkan si terbaik dari angka saja. Kalau Whoscored memilih Ibrahimovic sebagai pemain terbaik berkat kontribusi gol untuk AC Milan, ya tidak masalah. Namanya web statistik, lumrah pakai pakai kriteria seperti itu.

Nah, kriteria yang dipakai Serie A justru lebih fair. Kalau fans AC Milan bisa pakai google translate, saya sarankan baca penjelasan Serie A pelan-pelan. Setidaknya ada 5 kriteria yang bisa dikonsumsi publik. Apa saja?

Baca Juga:

One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Napoli Hanya Butuh Konsistensi

Pertama, efisiensi penggunaan aspek teknis dan fisik. Kedua, seberapa sukses kontribusi pemain dalam alur permainan yang menyulitkan Juventus. Ketiga, kontribusi pemain di fase-fase menyerang, misalnya performa Dybala dalam situasi 1v1 yang punya nilai dalam fase mneyerang (bukan gol saja). Keempat, efisiensi pergerakan (manuver) di sepertiga akhir lapangan di mana Dybala mencapai efektivitas 97 persen. Kelima, kontribusi pemain di fase bertahan termasuk pergerakan tanpa bola dan aktivitas pressing di mana Dybala mencapai efektivitas 95 persen dibanding penyerang lainnya.

Kriteria yang jumlahnya ada 5 itu bukan dicatat dengan imajinasi saja. Serie A bekerja sama dengan Stat Perform Statistical Surveys. Sebuah aplikasi yang dipatenkan oleh K-Sport pada 2010. Aplikasi tersebut dikombinasikan dengan alat pendeteksi pergerakan yang dikembangkan oleh Netco Sport.

Lho, kalau begini, bukankah otoritas Serie A sudah sangat transparan terkait pemilihan pemain terbaik di setiap bulannya, dear fans AC Milan tercinta?

Ibra memang bermain sangat baik. Kontribusinya sangat besar terutama setelah kompetisi dimulai lagi. Salah satunya menjadi fragmen penting dari performa AC Milan, yang tidak terkalahkan. Namun, kriteria yang digunakan Serie A dan Whoscored itu berbeda. Nah, masalahnya, kan, sebetulnya ada di sana saja.

Biar adil buat fans AC Milan dan Juventus, begini saja: Ibra adalah pemain terbaik bulan Juli versi Whoscored. Sementara itu, Dybala adalah pemain terbaik bulan Juli versi semua orang selain fans AC Milan, ahh maaf, versi Serie A.

Masih sulit memahami kebijakan ini? Mungkin sepak bola bukan tontonan yang sehat buat fans AC Milan. Maaf, no offense ya.

BACA JUGA 8 Menit 46 Detik George Floyd Meregang Nyawa Adalah Sebuah Pengkhianatan dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2020 oleh

Tags: AC MilandybalaibrajuventusLiga Italiaserie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

AC Milan Juventus Serie A MOJOK

Milan Kalahkan Juventus, tapi Dapat Penalti, Milanisti Kecewa

8 Juli 2020
giant killing Real Madrid vs chelsea taktik sepak bola Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim terminal mojok.co

Panduan Memahami Taktik Sepak Bola secara Sederhana Biar Nggak Kayak Coach yang Itu

12 Februari 2021
milan inter juventus arsenal MOJOK.CO

Fans Milan Dikeroyok Fans Inter dan Juventus, Mereka Adu Bacot Gara-gara Fans Arsenal

10 Juli 2020
juventini

Bukan Kopites Tipikal Pacar Idaman, Tapi Juventini

7 Agustus 2019
Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

17 Maret 2020
One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

One Stop Football, Acara Sepak Bola di Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

1 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.