Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Omnibus Law Bikin HRD Bakal Tambah Repot

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
13 Oktober 2020
A A
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Entah apa urgensinya, sampai-sampai pemerintah kita melakukan pengesahan terhadap omnibus law lebih awal. Dari yang sebelumnya direncanakan tanggal 8 Oktober 2020, menjadi 5 Oktober 2020. Buru-buru banget gitu. Mana alasannya juga masih misterius sampai sekarang. Betul-betul tidak dipublikasikan dan tidak ada petunjuk terkait hal tersebut.

Di tengah pandemi dan ketatnya peraturan PSBB, wajar saja jika banyak buruh dan para pekerja di sektor lainnya tetap ngeyel melakukan aksi turun ke jalan, keluar atau tidak masuk kantor, dan tetap berkumpul di jalan, demi menolak omnibus law yang dianggap sampah oleh sebagian orang. Lha gimana, wong memang isinya njelimet dan bikin para pekerja ketar-ketir, kok.

ADVERTISEMENT

Bapak/Ibu Dewan yang terhormat. Seharusnya kalian lebih peka terhadap generasi penerus bangsa yang saat ini sering kali merasa overthinking, khususnya para kawula muda. Ya, wajar aja dong kalau akhirnya mereka semakin mikirin segala sesuatu padahal belum tentu kejadian saat mulai memasuki dunia kerja.

Di sisi lain, dengan disahkannya omnibus law, sebagai recruiter, saya memprediksi, pasti akan ada banyak perubahan dan adaptasi yang terjadi dalam waktu mendatang. Khususnya tren para pencari kerja dalam memilih perusahaan. Secara tidak langsung, bagian HRD juga yang akan repot. Sampeyan lupa, HRD juga termasuk pekerja di suatu perusahaan.

Jadi, nggak perlu heran kalau nantinya, banyak pencari kerja yang sedikit-sedikit pengin cari kantor baru. Baru beberapa bulan diterima kerja, sudah mau resign. Nggak salah juga, sih. Ha wong dia juga sama-sama cari aman, kok. Yang repot siapa? Ya, para HRD juga. Baru selesai melakukan training terhadap karyawan baru, sudah resign aja. Kan, repot. Nggak efisien juga.

Jadi, bukan sesuatu yang mengherankan kalau pada akhirnya akan ada pencari kerja bertanya cukup kritis juga to the point kepada HRD nantinya. “Pak/Bu, apakah perusahaan ini mengikuti pasal baru omnibus law atau gimana, ya?” begitu kira-kira.

Bagi sebagian generasi “kutu loncat”, terkait maksimal masa kontrak mungkin tidak terlalu memberi pengaruh yang signifikan. Tapi, ya, apa nggak capek jika sebentar-sebentar pindah kerja? Apalagi fasilitas yang didapat antara karyawan kontrak dan tetap itu berbeda.

Nahasnya, dalam waktu mendatang, akan jadi polemik sekaligus dilema tersendiri bagi seseorang yang pengin merasakan fasilitas karyawan tetap di suatu perusahaan. Apalagi jika ia sudah berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa mendapatkan hal tersebut. Hal itu akan sulit didapat karena terbentur pasal yang terdapat dalam Omnibus Law.

Baca Juga:

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

Maka, jangan heran jika loyalitas kepada perusahaan menjadi suatu hal yang sangat asing sekaligus usang. Secara perlahan, loyalitas bisa menjadi sesuatu yang langka dan mahal harganya.

Di luar sana, pasti masih banyak orang yang ingin bekerja secara loyal di suatu perusahaan dengan timbal balik yang sesuai juga. Terlebih jika visi misi kantor sesuai dengan dirinya. Bikin nyaman dengan segala fasilitas yang sesuai. Tapi, dalam waktu mendatang, apakah hal ini akan masih ada? Atau malah akan menjadi sesuatu yang sangat langka?

Saya pikir, jika ada perusahaan yang dapat menawarkan sesuatu atau banyak hal yang sifatnya lebih baik dibanding apa yang sudah ditetapkan dalam omnibus law, makan akan menjadi poin plus tersendiri bagi citra perusahaan. Prediksi saya, bisa jadi branding yang sangat baik. Bukan hanya bagi para pencari kerja, tapi juga khalayak. Tidak menutup kemungkinan akan banyak dicari sekaligus diminati oleh para pencari kerja.

Dan tentu saja hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat mewah bagi para pencari kerja dengan segala penawaran baik yang diberikan oleh perusahaan.

Pada akhirnya, kalau boleh saya lakukan pengandaian, omnibus law itu seperti kotak pandora pada mitologi Yunani. Jika ditutup rapat akan terlihat lebih indah dan cantik. Saat dibuka, justru akan menimbulkan sesuatu yang sebelumnya tidak diduga. Suatu polemik sekaligus malapetaka yang tidak diinginkan siapa pun.

Kendati demikian, di antara sekian banyak malapetaka yang terdapat dalam kotak pandora, tetap ada satu kebaikan yang tersisa: harapan. Dalam aksi tolak omnibus law, tentu saja suara rakyat menjadi bagian dari harapan tersebut.

BACA JUGA Rating Sebuah Film Nggak Perlu Dipercaya Sampai Kita Nonton Filmnya Sendiri dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2020 oleh

Tags: HRDkontrakomnibus lawpekerjapencari kerjarecruiter
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview terminal mojok

Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview

13 Oktober 2021
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview terminal mojok

Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview

25 Juli 2021
kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Panduan bagi Fresh Graduate dan Pelamar Kerja agar Tidak Keliru Saat Negosiasi Gaji

24 Februari 2021
Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

14 November 2023
tips hrd jobstreet hrd muncul di halaman beranda tips kerja wawancara mojok.co

Lengkapi Profilmu di Jobstreet agar Dinotice oleh HRD saat Apply Lowongan Pekerjaan

22 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.