Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Oknum Ngaku ‘Nakes’ Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
10 Juli 2021
A A
Oknum Ngaku 'Nakes' Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi terminal mojok.co

Oknum Ngaku 'Nakes' Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti masih kurang masalah, lagi-lagi muncul geger geden dalam penanganan pandemi. Kemarin belum selesai masalah kemungkinan penimbunan “obat” COVID-19 yang bikin Opung Luhut sendiri turun tangan. Eh, sekarang muncul kabar tidak enak dari tenaga kesehaan (nakes) sendiri.

Hal yang saya maksud adalah pelecehan seksual yang dilakukan oknum mengaku nakes kepada penerima vaksin. Terjadi pelecehan berupa permintaan foto organ vital dan payudara penerima vaksin di Boyolali. Oknum yang mengaku sebagai nakes di Puskesmas Teras Boyolali ini meminta foto mesum tadi untuk melihat dampak vaksin pada tubuh penerima.

Info yang pertama kali rilis di akun Instagram @info_cegatan_boyolali ini menerima banyak respon. Termasuk dari Puskesmas Teras sendiri. Pihak puskesmas menyatakan nomor pelaku pelecehan bukanlah nomor pegawai mereka. Meskipun demikian, berbagai opini tetap bermunculan. Toh, nomor yang dihubungi memang benar penerima vaksin baru-baru ini, kemungkinan pelaku dari nakes cukup tinggi.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban tidak hanya satu saja. Sudah ada dua laporan masuk ke kepolisian. Tentu bisa jadi lebih banyak korban, baik yang menuruti nafsu bejat oknum tadi ataupun mengabaikan.

Perilaku tidak senonoh ini memang membuat sesak dada. Kok, ya, di saat-saat krisis pandemi ini masih ada yang melakukan pelecehan. Bahkan mengaku sebagai nakes yang kini jadi garda depan penanganan pandemi. Tapi tidak hanya menyesakkan dada saja, sikap cabul yang mengatasnamakan instansi kesehatan ini tidak boleh dianggap remeh.

Masyarakat hari ini terpecah dalam perkara pandemi. Ada yang percaya dan mematuhi segenap protokol kesehatan. Ada yang tidak percaya atau paling tidak abai pada ancaman pandemi. Ada JRX yang menggiring opini perkara konspirasi elite global. Dan sisanya percaya, parno, dan gemar melakukan panic buying berdasarkan info ra cetho dari internet.

Opini yang terpecah ini masih ditambah sikap-sikap goblok dari pihak otoritas dan mereka yang memanfaatkan situasi. Dari PPKM yang tidak efektif, tindakan subversif terhadap warga yang melanggar PPKM, sampai sikap saling menyalahkan antar pemegang kekuasaan. Menurut saya, geger gedhen saat pemilu kemarin hanya jadi kisah indah Indonesia dibandingkan sekarang.

Masyarakat sudah habis kesabaran dan kepercayaan pada penanganan pandemi. Maka saya memaklumi sikap tak acuh pada perjuangan melawan virus ndlogok ini. Mau gimana lagi, sikap waspada setahun lebih ini seperti dipermainkan.

Baca Juga:

Balada Perempuan Penghuni Jogja Selatan, Gerak Dikit Kena Catcalling Orang Aneh, Ketenangan Itu Hanya Hoaks!

Perawat IGD, Profesi yang Butuh Kesabaran dan Kekuatan Super, Jelas Nggak Sepele!

Dan oknum mengaku nakes yang melecehkan ini menyempurnakan kekisruhan di masyarakat. Wajar jika pendapat bahwa pandemi ini ditunggangi makin meliar. Lantaran realita berkata, pandemi ini sungguh ditunggangi. Meski, tidak ditunggangi oleh elite global seperti kata bli JRX, sih. Sorry, Bli, saya masih ngefans pada tabuhan Anda. Namun, tidak dengan penggiringan opini Anda.

Pandemi ini ditunggangi oleh mereka yang tidak jalan nalarnya. Ketika masyarakat berdarah-darah bertahan hidup, pihak-pihak tertentu malah memanfaatkan situasi. Dari permainan bisnis oksigen tabung kecil, penimbunan kebutuhan masa pandemi, fasilitas vaksin untuk club malam, wisata vaksin ke Amerika Serikat, sampai korupsi dana bansos yang belum selesai kasusnya.

Oknum mengaku nakes ini ikut menunggangi pandemi. Ketika masyarakat bersama-sama mulai sadar vaksin, masih saja mereka cari kesempatan untuk memuaskan nafsu syahwat mereka. Kalau sudah seperti ini, tidak hanya pandemi saja yang jadi ancaman. Opini masyarakat terhadap pandemi juga akan makin terpecah. Lalu, kapan pandemi selesai?

Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua. Setidaknya pahami dasar-dasar kesehatan. Vaksin tidak akan mengubah posisi dada Anda. Apalagi sampai harus melakukan cek area kewanitaan dengan alasan cek kanker via chat. Kalau kata kawan nakes saya Mas Dhimas, “Cek kanker serviks itu pap smear, bukan pak tete.”

Jika pelaku benar-benar nakes, saya ucapkan jancok. Anda telah menambah masalah dalam penanganan pandemi ini. Sudah disulitkan konspirasi, sikap pekok pejabat, sekarang Anda menambahi perilaku mesum. Betapa kawan-kawan Anda berjuang mati-matian sampai mati beneran. Lha kok Anda malah sibuk masturbasi dan membodohi masyarakat. Angel tenan tuturanmu!

Dan kalau benar oknum ini hanya mengaku nakes, saya ucapkan jancok dengan lebih keras. Gini lho, Bro, Anda se-hopeless itu pada urusan syahwat? Sampai harus mengacaukan penanganan pandemi demi masturbasi? Lebih baik Anda segera mandi, cuci muka, dan berangkat ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perilaku cabulmu.

BACA JUGA Tudingan Bupati Banjarnegara tentang Rumah Sakit yang “Rebutan” Pasien Covid-19 Blas Ra Mashoook! dan tulisan Prabu Yudianto lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2021 oleh

Tags: nakespandemiPelecehan SeksualPojok Tubir Terminalvaksin
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

anime pendek antre vaksin mojok

5 Anime Pendek yang Bisa Anda Tonton sambil Antre Vaksin

24 Juli 2021
Warganet Jangan Marah, Memang Sudah Kewajiban Pengendara Pajero untuk Berlaku Arogan! terminal mojok

Warganet Jangan Marah, Memang Sudah Kewajiban Pengendara Pajero untuk Berlaku Arogan!

28 Juni 2021

Berani Bacot di Media Sosial tapi, kok, Pakai Akun Bodong?

24 Mei 2021
Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan terminal mojok.co

Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan

13 Agustus 2021
hal lucu yang tak sengaja guru lihat saat kelas daring pjj wabah corona mojok.co

Belajar di Masa Pandemi: Guru Lembur, Siswa Kabur

27 Oktober 2020

Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’, Analisis Sinetron tentang Remaja yang Jadi Istri Ketiga Om-om

2 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.