Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nonton Webseries: Sebuah Cara Untuk Berdamai dengan Waktu dan diri sendiri

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
14 Oktober 2019
A A
webseries

webseries

Share on FacebookShare on Twitter

Sunyi, tenang, buka YouTubemu dan nikmati berdamai dengan waktu dan diri sendiri dengan menonton webseries.

“Kamu tau nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”

Sebuah kutipan di salah satu webseries yang menghiasi kancah per-youTube-an dalam negeri. Kutipan bernada bucin yang mampu menghipnotis saya selaku penganut faham melankolis untuk tersipu dan terbayang-bayang akan romansa dalam series tersebut.

Di saat orang-orang seperti saya berada pada fase-fase klimaks masa perkuliahan, mencari pelampiasan untuk sekadar berdamai dengan waktu, agar waktu tak terus-terusan memburu dirasa sangat perlu.

Selain itu, perasaan lelah hati yang ditandai dengan krisis eksistensial, rasa insecure, kebingungan akan tujuan hidup menjadi alasan lain bahwa  tubuh ini butuh jeda untuk sekedar berdamai dengan diri sendiri. Intinya kita perlu jeda, perlu berhenti dan bersantai sejenak, menjadi introvert sekali waktu bukanlah sebuah dosa yang menghinakan bukan? Dari pada harus memaksa tubuh dan hati terus berceria hanya akan membuat pikiran kita teralienisasi.

Aktivitas semacam berselancar di media sosial, menjelajah setiap kanal instagram yang berisi hedonisme manusia memamerkan apa yang dimiliki atau sekadar membuka Twitter untuk melihat sambatan dan julidan apa yang didengungkan hari ini. Pada kenyataannya aktifitas itu hanya membuat hati bertambah gusar dan tak menentu.

Pada kondisi lainnya, mungkin buku bisa menjadi pelipur lara disaat segala macam kelelahan psikis semakin memuncak, namun itu tidak akan bertahan secara terus menerus. Adakalanya otak menginginkan jenis relaksasi yang tidak memeras pikiran. Aktifitas membaca tentu menyenangkan, namun disaat bersamaan belum membuat otak merasa teristirahatkan.

Pilihan yang paling rasional dan menyenangkan adalah dengan menonton. Terlepas dari fenomena film Joker versi Joquin phoniex yang mengisi kegaulauan kita akhir-akhir ini mengenai mental illness, webseries menjadi fenomena di dimensi lain bagi mereka yang mendambakan menikmati sebuah film dengan cara rebahan.

Baca Juga:

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

Webseries hadir dengan tayangan sederhana dan elegan. Alur cerita yang disuguhkan tidak begitu lebay namun tetap berkesan. Kisah emosionalnya dibungkus dengan apa adanya tapi tidak sekadarnya. Membuat kita yang menonton tetap nyaman dengan posisi rebahan yang begitu santai. Meski sesekali dalam film dihadirkan plot twist yang membuat dahi berkerut dan bergelombang. Seakan-akan bertanya, loh kok ngono?

Tema-tema cerita yang dipilih pun begitu beragam, kadang persoalan cinta, makna kehidupan, persahabatan, hingga tentang pengharapan. Pemilihan setiap dialog yang dilantorkan para pemeran pun begitu bermakna dan sarat akan pesan-pesan puitis.

Sepanjang pengetahuan saya, lokasi-lokasi yang dipilih dalam sebuah film pun bukan kaleng-kaleng, meski hanya sebuah film yang berdurasi kurang dari 20 menit di setiap episode, para penggarapnya begitu serius memilih tempat yang benar-benar mendukung alur cerita.

Tidak jarang, luar negeri menjadi latar cerita dari webseries ini. Ketika latar yang diambil adalah luar negeri, maka penonton macam saya sungguh dihidangkan dengan nuansa, budaya hingga lokasi-lokasi bersejarah yang begitu memanjakan mata.  Kita sekilas akan diberikan gambaran bagaimana kehidupan di luar negeri, meskipun itu hanya tersirat saja.

Webseries juga sering mengambil latar pada tempat-tempat publik macam terminal mojok, stasiun, bandara, hingga yang bonafide seperti cafe. Pantai, perbukitan, area jalan lintas provinsi pun tidak luput dari jangkauan penggunaan latar dalam webseries ini. Dan terkadang saya sebagai penonton dibuat tidak sadar bahwa lokasi yang digunakan adalah tempat-tempat yang begitu familiar.

Waktu yang diplot dalam film pun begitu diperhatikan, nuansa senja yang begitu jingga, dibalut dengan musim semi yang begitu damai. Terkadang di dalam film juga dihadirkan plot-plot syahdu di kala hujan di tengah malam, atapun bila di luar negeri maka musim yang dihadrikan adalah musim dingin yang membuat kisah menjadi begitu eksotis.

Semua itu dibalut begitu indah dengan kehadiran backsound menenangkan bernuansa jazz yang lembut, musik-musik indie yang tenang membuat semuanya seakan tampak elegan, berbeda dengan series sinetron remaja atau series azab ala-ala yang begitu mengolok-olok nalar.

Pemeran yang digunakan juga para aktris atau aktor yang benar-benar kompeten dan penuh kemistri dalam berperan. Sehingga webseries yang dihasilkan benar-benar punya kesan hiburan dan sangat cocok untuk menstimulus hati untuk berdamai pada waktu dan berdamai pada diri sendiri.

Webseries sendiri sebenarnya sudah lama hadir di berbagai chanel youtube beberapa tahun terkahir. Menariknya, kalangan yang memproduksinya kebanyakan adalah brand-brand terkenal dengan tujuan komersialisasi produk mereka.

Cara mereka menyisipkan produk mereka dalam webseries yang dibuat pun tidak terkesan frontal, semuanya dihadirkan begitu ramah melalui momen-momen tersirat dalam film tersebut.

Tidak mengherankan apabila para brand-brand terkenal mulai menjajakan dagangan mereka melalui sarana webseries ini, selain biaya yang harus dikeluarkan lebih sedikit dibanding mengiklan di TV, pesan yang ingin disampaikan melalui produk yang ditawarkan pun mudah diterima oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan cara mengiklankan dalam webseries lebih masuk akal ketimbang yang ada dalam TV.

Iklim periklanan para brand yang mulai masuk pada webseries ini tentunya sungguh membahagiakan dan patut disyukuri. Yah iya tho, dengan begitu saya tidak perlu khawatir terkontaminasi oleh acara-acara sinetron yang nggak jelas di TV, yang isinya ngalor ngidul, isinya azaaaaaab terus, seakan-akan azab itu satu-satunya hiburan masyarakat seluruh indonesia.

Sinetron di TV yang menceritakan kisah cinta picisan dengan kata – kata tidak mendidik, kisah hikayat ataupu azab yang mengocok – ngocok isi pikiran. Lah gimana isinya soal azab juragan tahu bulat yang tergoreng dadakan, jenazah yang dikejar-kejar tabung gas, atau azab natizen yang mati tersedak hape karena sering ngges di medsos. Jyaaaan ramashoook! Bukannya menghilangkan stres, bisa-bisa malah makin stres.

Intinya saya bersyukur, hadirnya webseries membawa iklim positif bagi perfilman dalam negeri. Karena pada akhirnya, film yang baik adalah film yang menghibur dan mampu membuat pikiran menjadi damai. Bukan malah tambah gudruk dan juga sedeng setelah ditonton. (*)

BACA JUGA Rekomendasi Film dengan Plot Twist Terbaik Part 1 atau tulisan Muhamad Iqbal Haqiqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2019 oleh

Tags: bersantaihobime timewebseriesYoutube
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Kalau Ingin Belajar Coding doang, Nggak Usah Kuliah, Tutorial di YouTube Banyak!

Kalau Ingin Belajar Coding doang, Nggak Usah Kuliah, Tutorial di YouTube Banyak!

25 November 2023
soleh solihun

Belajar dari Soleh Solihun

12 Desember 2019
closed caption youtube mojok

Fitur Closed Caption YouTube: Kekeliruan yang Menghibur dan Fungsi yang Belum Maksimal

6 September 2021
Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio terminal mojok.co

Di YouTube, Saya Lebih Suka Suara Musisi Versi Konser daripada Rekaman Studio

23 Desember 2020
Wattpad Menunjukan Betapa Menyedihkan Selera Kebanyakan Pembacanya terminal mojok.co

Wattpad Menunjukan Betapa Menyedihkan Selera Kebanyakan Pembacanya

6 Desember 2020
kisah tanah jawa mojok

Mempelajari Sejarah Jawa Bersama Kisah Tanah Jawa

8 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.