Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nolak Ikutan Kampanye Vaksin dengan Alasan Consent Itu Sungguh Ramashok!

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
30 Juli 2021
A A
Nolak Ikutan Kampanye Vaksin dengan Alasan Consent Itu Sungguh Ramashok! terminal mojok.co

Nolak Ikutan Kampanye Vaksin dengan Alasan Consent Itu Sungguh Ramashok! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Manusia memang rupa-rupa. Saking banyaknya rupa manusia, sepanjang hayat pun bakalan ada saja manusia yang bikin manusia lainnya banyak-banyak istighfar. Contohnya, cuitan dari akun Twitter @vierda soal kampanye vaksin ini.

Sekilas memang terkesan edgy dan open minded, (((seperti umumnya karakter warga Twitter))). Namun, logika cuitan tersebut amburadul plus sense of crisis-nya kabur entah ke mana.

Mungkin sudah sejak kecil, mulai dari sekolah level taman kanak-kanak, ada saja teman yang tipenya seperti itu. Saat semua orang bersemangat melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama, eh dia ambil langkah yang beda sendiri dan menganggu ghirah yang susah payah dibangun secara kolektif. Bikin perjuangan demi kepentingan bersama jadi terasa hambar akibat ada seseorang ribut soal kepentingan perorangan. Kalau kondisinya kayak gini, apa, ya, nggak bikin kesel? Rasanya, pengin silent mulutnya, tapi, kok, ya terlanjur banyak yang mengiyakan?

Dasar logika mbaknya adalah “Sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh seseorang”. Dari sini kata “consent” muncul. Memangnya consent itu apa, sih? Consent bisa dipahami sebagai persetujuan afirmatif yang diberikan secara sadar oleh seseorang. Sebelumnya, kata “consent” ini paling sering kita temui di Twitter saat ada yang spill pelecehan seksual: suatu tindakan seksual bisa disebut pelecehan atau tidak berdasar consent.

Belakangan memang istilah, konsep, dan teori-teori di bidang sosial humaniora banyak berseliweran di Twitter. Hanya saja, karena Twitter adalah sebuah dunia tentang teks, konteks dari teks istilah yang disebut sering kali meleset terlalu jauh.

Contohnya, ya, cuitan mbaknya itu: pakai teks consent tanpa paham konteks. Memang, seandainya Twitter adalah sebuah universitas, di sana ada dua jurusan populer yaitu Comotologi dan Bacotologi. Dua jurusan tersebut abadi meski tak berguna. Jadi, ah, sudahlah.

Membahas consent di urusan vaksin jelas perkara ramashok. Pasalnya, ia bukan hanya soal otonomi seseorang pada tubuhnya. Ia ada kaitannya dengan kepentingan publik. Oleh karena vaksin ada hubungannya dengan kepentingan publik itulah, banyak orang mengkritik kebijakan vaksin berbayar yang kemudian dibatalkan pelaksanaannya. Lantaran vaksin bisa menyelamatkan nyawa seseorang itulah, Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZenecca yang juga Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford, rela melepaskan hak paten supaya bisa menolong banyak orang.

Sana, gih, ngomong, “Do your own research and take your own risk” ke Sarah Gilbert! Memangnya ngana pikir riset vaksin sama kayak baca komposisi sabun deterjen di minimarket sambil Googling? Hih.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Resistensi Antibiotik, Pemicu Pandemi Mematikan di Masa Depan

Misalnya, kalau nanti ada orang lain yang termakan cuitan tersebut lalu menolak vaksin karena alasan soal consent yang terinspirasi bacot mbaknya. Eh, terus beliau ini terpapar Covid-19 dan (amit-amit) tidak berhasil selamat karena terinfeksi parah akibat daya tahan tubuhnya tidak dibantu vaksin, gimana?

Bayangkan, jika banyak orang terus menerus menolak vaksin dengan alasan consent atau alasan ramashok lainnya. Bisa-bisa pandemi nggak kelar-kelar dan makin banyak orang-orang di sekitar kita yang nggak tertolong nyawanya. Tolong, jangan sampai cuitan milik mbaknya malah melahirkan opini yang menurunkan semangat kolektif untuk vaksin. Apalagi, sampai memakan korban karena mengacu pada bacotan soal “freedom of choice”. Hadeh, lambe, oh, lambe~

BACA JUGA Keadilan Sosial bagi Member Holywings yang Dapat Vaksin dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2021 oleh

Tags: consentpandemiPojok Tubir Terminalvaksin
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting terminal mojok

Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting

27 Mei 2021
BLT ricuh mojok

Jangan Keburu Menyalahkan Aparat Desa sebagai Kambing Hitam Persoalan BLT

22 Juli 2020
trypanophobia Jangan Ngejek Orang yang Takut Jarum Suntik kalau Mereka Mau Vaksin sedangkan Kamu Nggak  mojok.co

Jangan Ngejek Orang yang Takut Jarum Suntik kalau Mereka Mau Vaksin sedangkan Kamu Nggak 

3 Februari 2021
Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer! terminal mojok.co

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer!

9 Agustus 2021
4 Alasan Mengapa Harmoko Lebih Diingat Publik daripada Menteri Orde Baru Lainnya terminal mojok

4 Alasan Harmoko Lebih Diingat Publik daripada Menteri Orde Baru Lainnya

6 Juli 2021
Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok terminal mojok.co

Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok

30 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ruwet Urusan sama Pesilat: Tak Nyapa Duluan dan Beda Perguruan Pencak Silat Langsung Dihajar, Diajak Refleksi Malah Merasa Paling Benar
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.