Nohara Hiroshi Adalah Kita, Kaum Pekerja yang Harus Lapor Pajak Juga – Terminal Mojok

Nohara Hiroshi Adalah Kita, Kaum Pekerja yang Harus Lapor Pajak Juga

Artikel

Raden Muhammad Wisnu

Saya ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada Mendiang Yoshito Usui yang selama hidupnya telah menghibur saya dan jutaan anak di seluruh dunia dengan karyanya, Crayon Shinchan. Saat saya sekolah, bahkan sampai sekarang saya selalu terhibur dengan kisah jenaka di komik Crayon Shinchan maupun animenya yang saya tonton di kala senggang.

Saya begitu menyukai seluruh aspek yang ada dalam cerita Crayon Shinchan, terutama keluarga Nohara yang terdiri dari Nohara Hiroshi, Nohara Misae, Nohara Shinnosuke, Nohara Himawari, dan anjing mereka, Shiro (Si Putih). Kemunculan dua kakek nenek Shinchan yang kerap kali berkunjung ke rumah mereka juga adalah hiburan tersendiri. Juga, kisah Shinchan di Kelas Matahari di TK Futaba.

Lima belas tahun yang lalu, saya selalu menertawakan kebiasaan Nohara Hiroshi, kepala keluarga Nohara yang saya pikir sangat membosankan. Pagi hari dia pergi ke kantor dengan menggunakan KRL, setelah kerja di kantor, dia langsung pulang ke rumah di malam hari hanya untuk sekadar berendam air panas, makan malam bersama keluarga, dan minum sebotol bir segar. Dia merasa bahagia dengan rutinitas membosankan tersebut. Seolah dia hidup hanya untuk sekadar berendam air panas, makan malam bersama keluarga, dan minum sebotol bir segar sepulang kerja.

Setelah saya dewasa dan kerja kantoran, saya mengerti bahwa di balik sifat mata keranjangnya, Hiroshi Nohara ini adalah sosok ayah yang sangat baik dan bertanggung jawab. Semata keranjang-keranjangnya Hiroshi Nohara, ia nggak pernah sampai selingkuh dalam artian bercumbu dengan wanita lain. Ya, paling hanya main mata dan fantasi liarnya yang tidak sengaja muncul saat tidur.

Hiroshi Nohara ini adalah pekerja kantoran biasa. Dia menggunakan transportasi umum semacam KRL. Ia berdesak-desakan setiap pagi dan sore hari dengan ribuan orang lainnya.

Kantor Hiroshi Nohara ini disebutkan berada di tengah kota Tokyo, sedangkan rumahnya Saitama. Mungkin jika dikonversi dalam bentuk lokal, ini seperti memiliki rumah di Bekasi, sedangkan kantornya di kawasan Thamrin atau Sudirman.

Dia juga memiliki cicilan 32 tahun untuk rumahnya di Saitama yang ditempati dengan istri dan kedua orang anaknya serta anjing peliharaan mereka.

Seiring berjalannya waktu, saya justru merasa Nohara Hiroshi ini adalah karakter manga dan anime yang paling relevan dengan kehidupan kita sebagai kaum pekerja. Kisah-kisah seperti Naruto, Eren Jaeger, maupun Shinichi Kudo seolah tidak relevan sama sekali karena kita bukanlah pendekar sakti mandraguna ataupun detektif tokoh yang saya sebutkan tadi.

Kita adalah Nohara Hiroshi, kaum pekerja yang bekerja dari pagi sampai malam hari, dan hanya libur dua kali dalam seminggu. Itu pun kalau tidak lembur. Dengan gaji yang tidak terlalu besar, hanya cukup untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, uang sekolah anak, tagihan listrik, tagihan BPJS, dan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Di mana gaji itu tidak tersisa untuk membeli kemewahan seperti kaum menengah ke atas.

Kebahagiaan Nohara Hiroshi adalah sekadar berendam air panas, makan malam bersama keluarga, dan minum sebotol bir segar sepulang kerja. Atau, terkadang dia minum-minum bersama rekan kerja di salah satu kedai minum, maupun main golf dengan rekan kerja dan atasannya di akhir pekan.

Sebagai pekerja kantoran, saya semakin merasa seperti Nohara Hiroshi yang begitu menikmati pulang pukul 16.30 untuk sekadar lari sore sekitaran rumah sampai Magrib. Lalu saya mandi air hangat, dan makan malam. Makan malam yang biasanya saya lakukan sambil menonton serial TV, film, ataupun anime di depan laptop. Sungguh, ini melepas penat setelah seharian bekerja. Di akhir pekan saya akan seharian main game di depan laptop ataupun menonton film. Istirahat saya adalah rebahan di sofa sambil buka Twitter. Sesederhana itu.

Tentu, kalau bisa memilih, saya juga pengin melepas penat dengan pergi ke bioskop, pergi ke mal, atau nongkrong cantik. Namun, untuk menghemat pengeluaran, saya juga sama seperti Hiroshi Nohara. Saya butuh menghemat pengeluaran yang tidak perlu untuk sekadar membayar tagihan listrik, tagihan BPJS, tagihan PDAM, servis motor, hingga bayar pajak rumah dan bayar pajak motor. Supaya saya bisa lapor SPT Tahunan dengan baik.

Dulu saya menertawakan Hiroshi Nohara yang kesannya hidupnya flat banget, sekarang saya jadi lebih mengerti dengan apa yang Hiroshi Nohara lakukan selama ini. Ia adalah tokoh manga dan anime yang paling relevan dengan kehidupan kita, kaum pekerja.

Sumber Gambar: YouTube SMAXZO

BACA JUGA Label Nakal Crayon Shinchan, Bukti Orangtua Asia Tak Pernah Salah dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Baca Juga:  Alat Politik itu Bisa Apa saja, Termasuk Air Tawar
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
27


Komentar

Comments are closed.