Menghitung Gaji Hiroshi Nohara, Ayah Shinchan yang Mesum tapi Sayang Keluarga – Terminal Mojok

Menghitung Gaji Hiroshi Nohara, Ayah Shinchan yang Mesum tapi Sayang Keluarga

Artikel

Gusti Aditya

Di malam yang penuh badai, ketika seorang wanita paruh baya menunggu suaminya yang lembur lantaran tak kunjung pulang, terdengar langkah kaki mendekatinya. Kaki-kaki yang mungil, berlari secepat mungkin menaiki tangga demi tangga. Sosok mungil berbaju merah sekelebat berlari dan menuju wanita paruh baya tersebut. Disertai awan badai, anak kecil itu bilang, “Mama, mama, aku ingin ke toilet,” yang membuat ibunya jringat setengah mati karena beriringan dengan petir yang menyambar. Anak kecil berbaju merah dan beralis nyambung ini bernama Nohara Shinnosuke, atau akrab dipanggil Shinchan.

Bukan hari ini saja suami dari Misae Nohara, yakni Hiroshi Nohara, lembur untuk menambal kebutuhan keluarga yang menghimpitnya. Sebagai kepala rumah tangga dengan dua anak yang hendak dewasa dan membutuhkan kebutuhan hidup yang tak sedikit, ia harus banting tulang untuk mencukupi semuanya. Juga, mereka memiliki anjing bernama Shiro yang super sabar, mengikuti pola Keluarga Nohara yang juga sederhana.

Di balik animasi Shinchan yang penuh tawa, yang saat ini saya melihat tawa tersebut beriringan dengan kegetiran jika saya berada di posisi Pak Hiroshi. Berangkat dari asumsi tersebut, timbul rasa penasaran: Sebenarnya berapa sih, penghasilan ayahnya Shinchan ini? Di tengah himpitan ekonomi, bagaimana bisa ia memiliki mobil dan rumah yang tergolong bagus? Pun hidupnya tampak bahagia-bahagia saja, penuh canda tawa, dan hmmm… saya mencium aroma mencurigakan….

Menjelaskan Pekerjaan Ayahnya Shinchan

Dalam situs Crayon Shinchan Fandom disebutkan bahwa pekerjaan Pak Hiroshi adalah manajer tingkat rendahan yang disebutkan dengan istilah kakarichô. Dilansir dari A Geek in Japan, kakarichô didefiniskan sebagai atasan dari sebuah tim (sub kelompok) yang berisikan 5-10 orang yang sering disebut sebagai kaishain. Kakarichô sendiri dapat dikatakan jabatan yang nggak tinggi-tinggi amat, karena di atasnya secara berurutan ada Kachou yang merupakan ketua beberapa sub kelompok. Ada juga Buchou yang merupakan kepala sebuah perusahaan dan Shachou adalah presiden atau pemilik perusahaan.

Dalam situs yang sama, dikatakan bahwa memungkinkan seseorang dapat naik tingkatan sesuai dengan kinerjanya dan loyalitas terhadap perusahaan tersebut. Disebutkan bahwa Pak Hiroshi ini bekerja di sebuah perusahaan menengah bernama Futaba Shoji yang terletak di Kasumigaseki, Tokyo. Dalam umur yang kini menginjak 35 tahun, besar kemungkinan bahwa dirinya bisa naik jabatan. Banyak yang mengatakan bahwa usia makin tua, maka jabatan makin tinggi, hal ini rasanya tidak berlaku pada serial Crayon Shinchan. Lantaran atasannya yang juga akrab dengan Pak Hiroshi. Kawaguchi yang berumur 24 tahun, sangat akrab dengannya.

Baca Juga:  Hal-hal yang Perlu Diingat sembari Menyambut Season Terakhir Attack on Titan

Bahkan, saking akrabnya, Kawaguchi yang selalu malu terhadap perempuan ini terlihat dalam beberapa chapter tengah mabuk bersama Pak Hiroshi. Blio juga memiliki anak buah yang bekerja dalam sub-kelompok yang di bawahinya, yakni Yumi Kusaka dan Rie Asaka. Maka, dapat disimpulkan bahwa jabatan Pak Hiroshi di Perusahaan Futaba Shoji ini nggak tinggi-tinggi amat, tapi juga nggak rendah-rendah amat. Pun, nggak tengah-tengah juga. Melainkan golongan bawah di perusahaan yang agak menengah. Nah.

Berapa Gaji Pak Hiroshi?

Jika dalam bahasan berapa gaji Nobisuke, ayahnya Nobita, kita mengambil angka terendah dalam UMR di Tokyo, yakni 1.013 ¥ per jam dan itu bisa bertambah karena jabatan ayahnya Nobita ini tidak sama seperti Pak Hiroshi. Maka, berpacu pada hal tersebut, gaji dari Pak Hiroshi ini ajeg di angka 1.013 ¥ per jam. Naik-naik paling banter palingan 50 Yen, lah. Nah, berangkat dari sana, maka—sama perhitungan dengan Pak Nobisuke—gaji Pak Hiroshi perbulan ia akan mendapatkan 243.120 ¥ (1.013 ¥ x 8 jam kerja kemudian dikali dalam waktu satu bulan).

Kita ketahui bahwa rumah yang mereka tempati adalah rumah sewa. Dan Pak Hiroshi bertanggung jawab melunasi KPR dalam 32 tahun sisa kontraknya. Maha berat tanggungan Pak Hiroshi, ya! Dilansir dalam Kompas, dijelaskan bahwa biaya hidup rumah tangga di Tokyo adalah tertinggi di Jepang dengan perkiraan 113.557 ¥ per keluarga per bulan. Biaya ini dihitung dengan memasukan juga biaya listrik, air, gas, biaya makan, dan lain sebagainya. Ditambah dengan beberapa bungkus Chocobi, makanan ringan kesukaannya Shinchan. Bentuknya seperti klanting sih kalau saya lihat di Google. Mungkin harganya berkisar 200-300 ¥ per bungkus. Bulatkan saja deh, per bulannya Keluarga Nohara habis 115.000 ¥ untuk tetek bengek keperluan keluarga.

Baca Juga:  Kartu Parkir Berlangganan yang Nggak Berguna dan Mengenal Jenis Juru Parkir

Sayang Keluarga

Walau acapkali didapati sedang nonton acara dewasa di televisi dan memiliki majalah dewasa, tak luput pula mimpi-mimpinya yang berkelumit tentang hal mesum, Pak Hiroshi ini adalah pria yang sayang kepada istrinya, Shinchan, dan Himawari. Dalam Crayon Shinchan Fandom, disebutkan bahwa marah-marah suami istri memang sering terjadi, seringnya sih karena masalah ekonomi. Namun, Pak Hiroshi ini rela meredam hobi mabuknya itu guna mengalihkan gajinya untuk keperluan keluarga.

Ketika Misae emosi dengan tingkah cabul Shinchan dan memerintahkan Pak Hiroshi untuk memarahinya, biasanya dirinya hanya duduk dan berkata, “Jangan diulangi, ya…” Atau kocaknya dirinya malah memberi tahu Shinchan bagaimana cara cabul dan nggak ketahuan Misae. Duh. Namun, Pak Hiroshi ini pernah menangis karena rindu ketika ditugaskan kantor untuk bekerja di Osaka. Awww! Malu banget.

Walau penghasilan lebih sedikit dari Pak Nobisuke, tapi Keluarga Nohara ini memang sering terlihat makan malam di restoran atau jalan-jalan entah ke pedesaan atau kebun binatang. Ya, memang sih, dalam satu bagian ketika mereka pergi ke Guam, itu karena Misae memenangkan lotre. Tapi kan nggak mungkin dong mereka makan malam di luar harus menunggu menang lotre dulu? Saya mengindikasikan bahwa jarangnya Pak Hiroshi pulang dalam keadaan mabuk dan selalu datang sebelum makan malam. Itu bisa jadi salah satu kunci sukses keluarga ini hidup bahagia walau tanpa bergelimang harta.

Tapi, apa iya, sih, mereka bisa menekan keuangan di tengah metropolit Saitama, Tokyo yang terkenal serba mahal? Atau jangan-jangan….

Unpopular Opinion

Shinchan adalah tuyul.

BACA JUGA Diajarin Makan Pakai Sumpit Sama Papa Shinchan atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
14


Komentar

Comments are closed.