Ngobrolin La Liga, Thomas Partey, dan Lucas Torreira Bareng Fans Atletico Madrid – Terminal Mojok

Ngobrolin La Liga, Thomas Partey, dan Lucas Torreira Bareng Fans Atletico Madrid

Artikel

Muhammad Ridwansyah

Di Twitter, saya sudah lama mengikuti fanbase @ATM_GarisLunak. Minke (nama samaran) sebagai admin fanbase ini menyatakan bahwa alasan dirinya ngefans Atletico Madrid karena mengagumi Fernando Torres. Minke bersama kawannya, Mas Mahir, juga mengelola fanbase @LaLigaLocalID.

Nah, jika ngobrolin La Liga, saya sering mendengar pernyataan dari teman-teman saya bahwa liga ini membosankan. Sebab, hanya dua klub saja yang berpotensi juara yakni Real Madrid dan Barcelona. Lantas bagaimana pendapat Minke terkait hal ini. Lebih dari itu, bagaimana kondisi tim lain untuk bersaing mendapatkan gelar, terutama Atletico Madrid sendiri.

Menurut Minke, usaha untuk menghilangkan pernyataan bahwa La Liga itu membosankan susah. Sebab, media-media Spanyol sendiri lebih condong membahas Real Madrid dan Barcelona. Kecuali di kota Sevilla yang kebanyakan orang-orangnya fanatik terhadap klub lokal yaitu Real Betis dan Sevilla. Di kota-kota lain, meski klub lokalnya katakanlah ada klub Granada, tetap saja pilihannya antara Real Madrid atau Barcelona.

Terkait kondisi tim lain, lanjut Minke, Sevilla sangat mungkin masuk ke tiga besar. Apalagi kalau Sevilla memiliki penyerang yang lebih bagus daripada Luke de Jong, Youssef En-Nesyri dan Munir El Haddadi. Pesaing tiga besar yang lain macam Valencia, sedang dalam kondisi yang sangat buruk sebab banyak pemain-pemain yang dijual, seperti Daniel Parejo, Francis Coquelin, dan Ferran Torres. Kemungkinan, musim depan Valencia tidak akan main di kompetisi Eropa kecuali ada perubahan yang drastis. Atletico Madrid sendiri kalau tidak keluar dari zona nyamannya yang bermain defensif, ya tidak cukup untuk menantang Real Madrid dan Barcelona.

Selebihnya, simak obrolan di bawah ini.

Mas, bisa dijelaskan cara kerja release clause di La Liga? Terutama kasus Thomas Partey kemarin yang bikin Diego Simeone marah-marah

Oke. Jadi, cara kerja release clause itu gini. Misal, Thomas Partey punya release clause 50 juta. Artinya, Thomas bisa memutus kontrak kalau dia punya uang 50 juta. Kan tidak mungkin pemain punya uang sebesar itu kecuali Ronaldo dan Messi dalam setahun bisa menghasilkan sebesar itu untuk memutus kontrak. Nah, jadinya klub yang mau membeli Thomas ngasih uang ke sang pemain. Biasanya didampingi pengacara atau agennya untuk membawa uang ke pihak La Liga, sebagai penyelenggara kompetisi.

Jadi, Thomas  Partey kemarin diberi uang 50 juta oleh Arsenal untuk dibawa ke pihak La Liga. Dari pihak La Liga, uangnya dikasih ke Atletico Madrid. Jadi, tidak memakai jalur nego-negoan. Maka dari itu, Diego Simeone marah karena sejak beberapa musim lalu ia minta Thomas diberikan kontrak baru. Sebab, Thomas termasuk pemain yang gajinya terendah. Entah ketujuh atau kelima terendah. Padahal, Thomas pemain yang katakanlah kontribusinya lima teratas.

Nah, sebenarnya Atletico Madrid sudah menawarkan kontrak baru dengan gaji dua kali lipat. Cuman ternyata agennya atau Thomas Partey sendiri berharap lebih. Sebab, di Atletico hanya digaji 60 ribu euro seminggu. Terus di Arsenal, kabarnya 260 ribu euro seminggu. Dan itu kan empat kali lipat. Itu lah mungkin yang menjadi faktor Thomas bergabung ke Arsenal.

Tentang release clause ini, ada juga pemain yang tidak punya. Misal, Unai Simon dan Iker Muniain. Itu sebagai simbol bahwa mereka tidak punya niat untuk keluar. Pemain yang tidak punya release clause ini adalah dia yang tidak mau keluar dari klub sepanjang kontraknya. Kecuali, klub yang mau melepasnya. Berarti ada jalur nego karena ada keterlibatan pemilik di situ. Intinya release clause itu pemilik tidak dilibatkan. Jadi, pemain langsung ke klub peminatnya.

Tentang Thomas Partey sendiri dalam pandangan Mas pribadi, pemain yang seperti apa?

Thomas Partey ini adalah pengumpan terbaik Atleti selain Koke. Hanya yang membedakan, Koke itu konservatif. Lebih sering ke samping, ke belakang, panjang pendek. Gampangnya umpan Koke ini cari aman. Padahal dulu Koke tidak begitu, kalau lihat Koke dari 2010 sampai 2014, umpan-umpan Koke progresif. Tapi, tidak tahu kenapa dipegang Simeone jadi konservatif.

Nah, Thomas Partey sebenarnya berangkat dari akademi yang sama dengan Saul dan Oliver Torres. Namun, dia tidak mau konservatif. Dia tetep bermain dengan umpan-umpan yang berisiko tinggi. Itu yang membedakan. Makanya, Thomas kebanyakan mengumpan ke depan. Gampangnya Thomas ini pengumpan terbaik. Dia yang menghubungkan dari belakang ke depan. Dan juga salah satu pemain paling pintar bikin tekel dan intercept. Makanya Simeone pengin dia bertahan.

Motivasi Thomas Partey ke Arsenal apa, ya?

Motivasi Thomas Partey ke Arsenal sesungguhnya hanya Thomas dan Tuhan yang tahu. Kalau dilihat dari komentar agennya memang keluarganya mendorong Thomas untuk pindah ke Liga Inggris. Ya karena Liga Inggris lebih dipandang daripada La Liga, gitu. Dilihat dari komentar orang tuanya sama agennya sih seperti itu.

Terakhir, berhubung saya fans berat Lucas Torreira. Saya juga pernah menulis Torreira di sini. Nah, harapan Mas dengan kedatangan Torreira?

Saya udah jarang nonton Lucas Torreira di Arsenal. Cuman, beberapa kali nonton dia di Sampdoria dan Piala Dunia, kalau dia bermainnya bisa kembali ke 2016-2018, itu akan jadi sangat berguna buat Atleti. Sebab, Atleti sudah tidak punya gelandang bertahan yang mantap sejak kepindahan Gabi.

Lucas Torreira bisa menjadi gelandang bertahan yang bagus. Bisa menghubungkan lini belakang ke lini tengah, itu akan membebaskan Koke dan Saul untuk bisa berkonsentrasi dari tengah ke depan. Sehingga, ada Marcos Llorente yang bisa menjadi gelandang bertahan tapi sejak Januari disulap menjadi gelandang penyerang.

Jadi, kedatangan Lucas Torreira tidak secara apple to apple menggantikan Thomas. Namun, mengembalikan fungsi Gabi yang hilang. Semoga Koke dan Saul bisa lebih progresif mainnya. Itu harapan saya.

Terima kasih, Mas

Ya, sama-sama.

***

Fanbase @ATM_GarisLunak aktif dari 2013. Alasan diberi nama garis lunak karena saat itu di Twitter Minke suka ngikutin LFC headline. Lalu menurut Minke, kalau diberi nama garis keras itu kayak gimanaaa gitu.

Sumber gambar: Akun Twitter @ATM_GarisLunak

BACA JUGA Bertanya Langsung Alasan Buruh Garut Ikut Demo Omnibus Law Cipta Kerja dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Boyolali selain Susu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
1


Komentar

Comments are closed.