Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Ngobrol sama Rak Es Krim, Saksi Kunci Langkanya Viennetta

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
21 April 2020
A A
Ngobrol sama Rak Es Krim, Saksi Kunci Langkanya Viennetta
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak sekali kabar burung bersliweran yang membahas tentang es krim Viennetta yang pernah menjadi gap antara si kaya dan si miskin pada Orde Baru. Kini, es krim tersebut hadir lagi dan (lagi-lagi) menimbulkan gap. Namun, kali ini adalah gap antara si penikmat dengan si penimbun. Kabarnya memang masih simpang siur, nggak adil juga nyalahin sesuatu yang hanya viral dari media sosial saja sebelum adanya konfirmasi yang jelas. Urip bukan mampir viral, tapi urip itu mampir ngombe.

Manusia pun berbondong-bondong ke mini market, membuktikan bahwa Viennetta ini ada di bagian rak freezer es krim bagian bawah. Semua es krim diberantakin, mas mbak petugas mini market pun tepuk jidat. Hoalaaah, kok ya seneng banget kemakan sesuatu yang sedang viral. Toh, jika memang itu modus si penadah, pastinya mereka memikirkan cara yang lain agar tidak ketahuan. Di online shop juga sudah menjamur, naik dari harga aslinya.

Saya pun iseng (hoalaaah saya kok juga kemakan sesuatu yang sedang viral) untuk menyambangi salah satu mini market yang lumayan ramai di bilangan Banguntapan. Saya pun obok-obok rak es krim tersebut dan tiba-tiba ada suara mengaduh, “biyung alah!” rengeknya bikin saya kaget setengah mati.

“Nggak ada, Mas, nggak. Viennetta udah habis. Udah lima belas orang di hari ini yang obok-obok kesucian saya. Eh, maksudnya obok-obok tubuh saya yang banyak es krimnya.”

Namanya adalah Pak Sufree Zeroadi (35) seorang rak freezer es krim yang sudah banyak makan asam garam dunia per-rak es krim-an yang kian giduh ini. Bapak satu anak yang akrab dipanggil Pak Sufree ini biasanya tampak sangat semangat, namun entah mengapa hari ini ia pun nampak ngelokro. Matanya lelah dan stiker-stiker es krim di tubuhnya mulai luntur.

“Dulu saya kerjanya di es krim keliling. Pada masa 2000-an awal di Ibu Kota, Mas. Itu lho yang sering muter dari kampung satu ke kampung lainnya dan ada pengeras bunyinya, tilulit tilulit titutitutitutit~” Ia mencoba dengan keras menjelaskan padahal saya tahu xixixi.

“Seneng rasanya. Banyak anak-anak yang lari mengejar saya, di belakangnya ada ibunya yang ngejar juga.”

“Ngejar karena apa to, Pak?”

Baca Juga:

5 Kasta Tertinggi Es Krim di Indomaret yang Nggak Bikin Menyesal Setelah Bayar

Jajan ke Momoyo Nggak Harus Beli Es Krim, Ada Hongkong Latte yang Rasanya Juara

“Jebul ibu-ibunya mereka itu ngelarang anak-anaknya makan es krim,” saya pun ngampet ngakak.

“Tak kira mau tumbas je, Pak,” kata saya berusaha ngampet kemekelen.

“Ya, pada masa itu kan es krim terlihat seperti makanan mewah. Seminggu sekali barangkali anak-anak itu beli es krim di gerobak yang membawa saya.”

“Terus, kenapa kok bisa sampai Jogja dan kerja di mini market ini, Pak?”

“Wah, ceritanya panjang, Mas,” Pak Sufree melirik ke saya. Berharap saya berkata nggak apa, Pak, saya dengarkan.

Keinginannya pun saya kabulkan, akhirnya ia bercerita. “Jadi, sewaktu es krim keliling mulai jarang peminat, saya dan kolega pun di PHK massal, Mas. Saya pun menikahi rak es krim cantik asal Jogja. Sebagai pengangguran yang taat, saya pun ikut ke Jogja karena istri saya ini tajir melintir. Mas tahu Malioboro Mall? Nah, istri saya kerja di sana.”

Saya yang dari tadi nggak tertarik dengan kisah hidupnya dan menunggu cerita tentang Viennetta pun dengan terpaksa bilang begini, “Kerja apa di sana, Pak?”

Dengan semangat Pak Sufree menjawab, “Di toko es krim kekinian, Mas. Tapi belakangan istri saya ini ngambek sama saya karena selama pandemi bisnisnya anjlok dan Viennetta muncul menjadi primadona. Saya pun selalu dibuka tutup (raknya, red) oleh para pelanggan. Kadang, parfum pelanggan itu nempel di tubuh saya. Umi (panggilan sayang istri Pak Sufree, red) pun cemburu.”

“Loh, kan kerjaan Bapak emang begitu?”

“Istri saya (sekaligus penjual es krim kekinian, red) cemburu sama meningkatnya peminat es krim Viennetta, Mas. Lha bagaimana to, sudah murah juga porsinya lumayan. Es krim kekinian jadi banyak yang gulung tikar, Mas,” jelasnya. “Dan… Hmm….” kata Pak Sufree mikir-mikir. “Viennetta jadi langka, Mas….”

Seakan mendapatkan informasi apa yang saya inginkan, saya pun bertanya kepada topik utama, “Jika boleh tahu, penyebab langkanya apa ya, Pak? Apa benar para pekerja di mini market sering menyembunyikan? Atau barangnya kebetulan masih sedikit?”

“Hush, ngawur!” kata Pak Sufree ngambek manja. “Itu oknum, Mas. Nggak semua petugas mini market licik seperti itu. Pernah kan rame masalah die cast yang ditadah, sekarang es krim Viennetta. Nggak bener itu, Mas. Kalau masalah jumlah produksi, saya nggak paham, Mas.”

“Lalu, apa benar jika ngubek-ngubek rak es krim sampai bagian bawah, niscaya ada es krim Viennetta di dalamnya?” Saya pun kembali mencari-cari es krim di tubuh (rak freezer, red) Pak Sufree hingga masuk ke bagian paling bawah.

“Hahaha,” Pak Sufree malah kemekelen. “Geli, Mas…. Geli,” katanya. “Itu juga teori salah. Kebetulan aja mungkin orang itu menemukan di rak paling bawah. Kebetulan juga orang itu lagi ngerekam. Semua serba kebetulan yang penting viral. Xixixi~”

“Banyak ya, Pak, peminat es krim ini sampai ludes begini?”

“Biasa saja, sih, Mas. Beneran. Kebanyakan juga pada beli sosis bakar. 50 ribu dapat 5. Pakai nasi kenyang. Atau ya para mahasiswa mending beli cabe bubuk. 50 ribu dapat 50 sachet. Jontor, jontor deh itu mulut kepedesan!” jawabnya sambil mengeluarkan embun.

“Lah, piye to, terus kok bisa habis kalau yang minat biasa saja belum masuk tahap most wanted melebihi produk pembalut bersayap?”

“Jangan bilang siapa-siapa ya, Mas,” Pak Sufree pun celingak-celinguk. Dengan mendekatkan bibirnya yang adem-adem ke telinga saya, ia berkata, “Semua es krim Viennetta sudah dibeli sama istri saya biar nggak ada mamah muda yang ngubek-ngubek tubuh saya sampai berantakin es krim lain demi sebiji Viennetta, Mas.”

BACA JUGA Otak Bisnis Orang Indonesia: Es Krim Viennetta pun Ditimbun dan Dijual dengan Harga Mahal atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2021 oleh

Tags: es krimviennettaviral
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

4 Dosa Besar Mixue yang Menyusahkan Pelanggan

Tersertifikasi Halal, Ini Saatnya Mencoba 6 Menu Mixue yang Recommended

22 Februari 2023
faceapp

Tren “Wajah Tua” FaceApp, Menjadi Tua Kok Bangga?

22 Juli 2019
dj gagak

Daripada Gagak, Berikut Ini Nama Hewan yang Cocok Berkolaborasi dalam Lagu DJ

22 Oktober 2019
Alasan Guru Malas Melakukan Pendampingan terhadap Murid Bermasalah, Takut Diviralkan Mojok.co

Alasan Guru Malas Melakukan Pendampingan terhadap Murid Bermasalah, Takut Diviralkan

21 Februari 2024
couple goals

Tren Couple Goals: Hubungan dan Kemesraan yang Selalu Dipamerkan

13 Agustus 2019
jajanan jaman dulu es mony es wawan es krim viennetta es potong es goyang mojok.co

Lupakan Viennetta, Jajanan Jaman Dulu Juga tentang Es Mony dan 6 Es Lainnya

9 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Jogja Itu Aneh: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.