Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
27 Januari 2022
A A
Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih?

Ngakunya Butuh Kerja, tapi Pas Dikasih Info Loker kok Malah Pilih-pilih, sih? (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di usia dewasa, khususnya saat mulai memasuki dunia kerja, sebagian di antara kalian pasti pernah mendapatkan pertanyaan dari rekan atau kerabat seperti ini, “Ada info loker, nggak? Kalau ada, bagi-bagi, ya. Butuh kerjaan banget, nih.”

Gimana? Merasa familier atau pernah mengalaminya secara langsung?

ADVERTISEMENT

Pada dasarnya, nggak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut. Momen menyebalkan justru biasa terjadi pada saat kita memberi informasi lowongan kerja yang dibutuhkan, tapi respons yang bilang lagi butuh kerja malah, “Aduh, kalau posisi itu aku nggak bisa. Nggak cocok.” Atau “Ada yang lain nggak? Aku nggak ngerti gimana kerjanya.” Sering kali juga, “Kayaknya nggak dulu, deh. Tapi, gajinya berapa, ya?”

Semakin familiar, Bung?

Tentu saja. Sebab, akan selalu ada orang yang punya kelakuan seperti itu di sirkel pergaulan klean. Ngakunya butuh kerja, pengin segera bekerja, tapi kok pilih-pilih lowongan pekerjaan. Hambok yakin saya. Sebagai rekruter, seorang teman, sekaligus pencari kerja, saya pun pernah mengalami hal serupa.

Konsepnya nggak gitu, Kawan. Klean sadar nggak, sih, kelakuan yang seperti ini sering kali bikin kami—para pemberi info lowongan kerja—mangkel setengah mampus sekaligus mbatin, “Sebetulnya, sampean niat segera dapet pekerjaan nggak, sih?”

Pertama, sampean kan sudah menjelaskan sekaligus bertanya; butuh kerja dan apakah punya info loker atau nggak. Kedua, konsep butuh segera bekerja itu akan beriringan dengan daya juang atau effort, memaksimalkan peluang yang didapat, diimbangi dengan harapan segera mendapat pekerjaan. Ketiga, semakin banyak diberikan info loker, artinya akan semakin besar juga peluang bisa segera mendapat pekerjaan—jika coba kirim lamaran satu per satu.

Maksud saya gini, lho. Jika memang tidak ada kendala dari akomodasi secara keseluruhan, berdasarkan: lokasi, jarak, perkiraan biaya hidup, dan sebangsanya, ya coba apply dulu gitu. Jangan mencari-cari alasan atau mental block gitu. Belum apa-apa sudah bilang nggak cocok. Belum juga interview dan tahu besaran gaji yang diterima dari HRD-nya langsung, sudah berasumsi gajinya akan kecil. Belum lagi alasan lain, seperti takut nggak bisa, takut ini, takut itu.

Baca Juga:

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Please banget ini, mah. Kelakuan klean yang begitu itu wagu dan sungguh kontradiktif. Lah, gimana. Katanya butuh pekerjaan. Tapi, giliran dikasih info loker, malah menolak secara serampangan.

Oke, saya paham bahwa, ada kalanya memilih pekerjaan yang akan dilakoni terkadang melibatkan unsur “cocok-cocokan”. Sayangnya, cocok atau tidaknya suatu pekerjaan dengan kapasitas yang kita miliki, baru akan terbukti dan dirasakan saat dicoba.

Itulah kenapa, nggak ada salahnya ketika sudah request info loker kepada kerabat, jangan langsung ditolak dengan alasan nggak cocok. Apalagi sampai punya pemikiran, “Udah sekolah tinggi-tinggi, masa bekerjanya di posisi ini.” Betul-betul berpotensi mencederai orang yang tulus memberi bantuan, Bung. Pokoknya, jangan.

Jujur saja, saya yang sudah berkali-kali mengalami hal ini sempat merasa kapok, sia-sia, dan nggak ada gunanya. Ya gimana, ya. Katanya, beberapa orang yang saya kenal butuh kerja. Giliran dikasih beberapa opsi lowongan kerja untuk beberapa posisi, malah menawar, “Posisi yang lain ada, nggak? Kalau yang ini, nggak dulu, deh.”

Maksudnya gini, lho. Kalau memang klean ngakunya butuh kerja, ya dicoba saja dulu. Kalau perlu, lakukan kroscek terhadap perusahaan sekaligus posisi yang sudah diinfokan. Lokasinya di mana, tugas di posisi tersebut apa saja, kemampuan apa saja yang bisa dikembangkan agar bisa diterima, dan seterusnya, dan seterusnya. Kalau perlu, kumpulkan terlebih dahulu info lowongan kerjanya jadi satu untuk perbandingan.

Setidaknya, jangan lupakan etika saat minta pertolongan gitu, lho. Awali dengan minta tolong, akhiri dengan terima kasih. Mau bagaimana pun, itu soft skill sederhana yang pasti akan berguna di dunia kerja. Sepele, tapi jika sudah melekat dalam diri dan dijadikan kebiasaan, bisa menjadi value dan nilai tambah secara personal.

Lagian, lucu juga, ya. Yang ngakunya butuh kerja siapa, giliran dikasih info loker ada aja alasannya, terus yang dibikin kelimpungan siapa. Yeee, kocak.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2022 oleh

Tags: lokerpekerjaan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Tugas Penyiar Radio Bukan Cuma Ngemeng Doang terminal mojok

Membedah Tugas Penyiar Radio yang Sering Dibilang Ngemeng doang

24 Mei 2021
Dilema Pemakan Riba Berhadapan dengan 4 Tipe Customer Gadai

Dilema Pemakan Riba Berhadapan dengan 4 Tipe Customer Gadai

9 November 2019
Lulusan Jurusan Matematika Murni Paling Tahan Menghadapi Masalah, tapi Dicuekin Dunia Kerja Mojok.co

Lulusan Jurusan Matematika Murni Paling Tahan Menghadapi Masalah, tapi Dicuekin Dunia Kerja

9 November 2025
Keresahan Radiografer yang Istilahnya Nggak Ada di KBBI dan Suka Dikatain Mandul radiographer ahli radiografi radiologi terminal mojok.co

Keresahan Radiografer yang Suka Dikatain Mandul dan Profesinya Nggak Ada di KBBI

13 September 2020
Tegarnya Menjadi Kurir_ Sudah Ditindas, Sering Dituduh Culas terminal mojok

Tegarnya Menjadi Kurir: Sudah Ditindas, Sering Dituduh Culas

18 Mei 2021
Tips Menggunakan Linkedin Biar Keliatan Profesional dan Dihire Orang

Tips Menggunakan Linkedin Biar Keliatan Profesional dan Dihire Orang

31 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.