Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
16 Januari 2026
A A
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Share on FacebookShare on Twitter

Wisuda adalah garis finish yang wajib dirayakan setelah bertahun-tahun babak belur dikeroyok revisi dan teror dosen pembimbing. Di hari sakral tersebut, penampilan bukan lagi soal gaya-gayaan, melainkan harga mati. Maka jangan heran jika jasa Makeup Artist (MUA) mendadak jadi komoditas paling diburu.

Bisa dibilang, MUA adalah pilar utama di balik estetika foto-foto yang nantinya bakal membanjiri media sosial para wisudawan. Sialnya, keindahan pulasan tersebut sering kali berbanding terbalik dengan kondisi batin sang penata rias. Di balik layar, kerja keras MUA di pagi buta ternyata nggak selalu ditutup dengan sukacita.

#1 Profesionalitas MUA yang diuji klien

Adalah horor ketika seorang MUA wisuda sudah siap di lokasi, tetapi suasana masih sunyi. Biasanya, situasi semacam ini menandakan klien belum kembali dari alam mimpi. Padahal, saat musim wisuda, jadwal MUA sudah tersusun padat mirip antrean sembako. Sepuluh menit keterlambatan klien jelas bukan perkara sepele.

Seperti efek domino, menunggu klien sekalipun cuma mandi bebek, sudah sukses bikin bencana berantai untuk jadwal rias berikutnya. Apalagi, bila beda lokasi. Kalau sudah begini, MUA wisuda dipaksa bekerja ekstra cepat dengan hasil tanpa cela. Pokoknya, bagaimanapun, selalu MUA yang harus menanggung beban moral dan risiko kena komplain.

BACA JUGA: Jalan Terjal Jadi MUA: Harus Serba Bisa, Kursus Jutaan Rupiah Nggak Cukup

#2 Sistem uang muka sering diabaikan para penyewa jasa MUA

Ada anggapan keliru yang mengakar di dunia jasa MUA. Kalau bukan acara wedding, berarti pengerjaannya sepele. Paradigma ini bikin sistem uang muka sering kali terlupakan dalam transaksi rias wisuda. Banyak klien mahasiswa yang merasa bahwa booking MUA wisuda bisa dilakukan berlandaskan rasa saling percaya.

Masalahnya, klien MUA wisuda sarjana mayoritas adalah mahasiswa yang kondisi keuangannya sangat bergantung pada sirkulasi uang saku bulanan. Nggak jarang, mereka belum bisa membayar uang muka karena belum ada kiriman dari orang tua. Di sisi lain, MUA bukan bekerja sendirian, tapi harus menggandeng penata rambut atau hijab yang minta uang muka sebagai jaminan. Alhasil, demi menjaga profesionalitas, MUA terpaksa merogoh kantong pribadi dulu untuk menalangi.

Bayangkan jika dalam satu musim wisuda ada lima saja klien yang nggak pakai uang muka. Modal yang seharusnya diputar buat sekadar beli perlengkapan, malah habis duluan untuk mengamankan jadwal rekan kerja. Kalau sudah begini, MUA hanya bisa memanjatkan doa paling khusyuk agar setelah kuas terakhir disapukan, klien langsung melunasi pembayaran detik itu juga tanpa drama.

Baca Juga:

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

Es Teh Manis, Hadiah Wisuda yang Lebih Menyelamatkan daripada Buket Bunga atau Mie Instan

#3 Susahnya dapat penata rambut atau kreasi hijab

Menemukan tandem penata rambut maupun kreasi hijab di musim wisuda itu tingkat kesulitannya sudah setara dengan mencari dosen pembimbing skripsi. Masalahnya klasik. Jumlah penata rambut dan hijab nggak sebanding dengan membeludaknya populasi MUA.

Praktis, saat musim wisuda tiba, para MUA ini nggak cuma berebut klien. Mereka juga harus sikut-sikutan sesama MUA demi mengamankan jadwal rekan kerja yang jemari tangannya lincah melilit hijab atau menyasak rambut. Makanya, banyak MUA rela pakai dana pribadi dulu buat mengunci jatah kerja rekan penata rambut atau hijab.

Memang, sebagian MUA wisuda punya kemampuan ganda, bisa memoles wajah sekaligus menata rambut atau hijab. Namun, cara ini jauh dari kata efisien. Selain bikin waktu pengerjaan molor, barang bawaan pun jadi seabrek.

BACA JUGA: Ungkapan Keresahan Hati MUA Soal Wisuda Tanpa Kebaya 

#4 Seni menawar harga yang melampaui batas logika

Dalam dunia jasa rias, ada sebuah fenomena yang kerap terjadi saat musim wisuda. Biasanya, klien nggak hanya memesan jasa untuk dirinya sendiri, tetapi juga ibu wisudawan. Ada pula yang memesan satu MUA untuk beberapa orang wisudawan sekaligus dalam satu circle pertemanan.

Namun, di sinilah letak ujian kesabarannya. Muncul anggapan bahwa semakin banyak kepala yang dirias, maka harga per orangnya harus turun layaknya membeli paket bundling. Intinya, minta diskon gede.

Padahal, logika harga borongan ini nggak berbanding lurus dengan realitas cara kerja MUA wisuda. Merias lima orang tetaplah merias lima wajah dengan keunikan dan tingkat kesulitan masing-masing. Tenaga, waktu, serta jumlah produk yang dikeluarkan pun tetap dihitung per kepala.

Sedihnya lagi, tantangan nggak berhenti pada urusan tawar-menawar. Ada pula drama klise di mana transfer pelunasan pembayaran nggak sesuai kesepakatan semula. Klien nakal semacam ini biasanya berani curang karena merasa menjadi mahasiswa perantauan yang bakal segera cabut dari kota tersebut. Jadi, mereka merasa aman, nggak bakal diuber MUA yang berhasil dikibuli.

Intinya, menjadi MUA spesialis wisuda kudu lihai menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan ketabahan hati. Menghargai tarif mereka bukan sekadar soal transaksi, melainkan bentuk apresiasi. Kalau memang belum bisa menghargai jasa para MUA wisuda, sepertinya klien juga belum layak menyandang toga.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangan Jadi MUA kalau Kalian Nggak Punya Mental Baja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: MUA Wisudatarif MUA Wisuda jakartatarif MUA Wisuda Jogjatarif MUA Wisuda semarangtarif MUA Wisuda Surabayawisuda
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
Wisuda UNS, Sebaik-baiknya Sistem Wisuda Perguruan Tinggi Mojok.co

Wisuda UNS, Sebaik-baiknya Sistem Wisuda Perguruan Tinggi

30 Oktober 2023
Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sekali Sebulan. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sebulan Sekali. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

29 Mei 2025
Prosesi wisuda di perguruan tinggi wisuda TK Pixabay ormawa kebaya

Telat Lulus Kuliah Gara-gara Ormawa kok Diglorifikasi, Jadi Beban kok Bangga!

3 September 2023
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
Fotografer Wisuda Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara (Pixabay)

Fotografer Wisuda: Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara

10 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.