Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Ungkapan Keresahan Hati MUA Soal Wisuda Tanpa Kebaya  

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
18 September 2023
A A
Ungkapan Keresahan Hati MUA Soal Wisuda Tanpa Kebaya  

Ungkapan Keresahan Hati MUA Soal Wisuda Tanpa Kebaya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Wisuda tanpa kebaya memang terobosan yang perlu diapresiasi. Sayangnya, ada satu profesi yang jadi tumbal, yaitu MUA.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca sebuah tulisan yang mengangkat topik mengenai kebijakan wisuda tanpa kebaya. Sebagai gantinya, calon wisudawan diperbolehkan mengenakan setelan kemeja putih dan bawahan berwarna hitam di balik toga mereka. Sungguh perubahan yang cukup radikal membandingkan kedua outfit tersebut mengingat seluk beluk upaya melelahkan yang mau tak mau dijalani seseorang kala menyandang kebaya.

ADVERTISEMENT

Nggak percaya? Gini, deh. Seorang perempuan yang mengenakan kebaya wajib mempersiapkan kamisol senada sebagai dalaman, jarik dengan motif yang tepat, alas kaki yang selaras, aksesoris, dan tatanan rambut yang pantas. Bahkan, beberapa dekade lalu, para wisudawati harus mengenakan sanggul yang cukup berat demi memenuhi kriteria berkebaya yang sesuai standar masa itu.

Belum cukup oke, mereka terkadang juga rela mengenakan korset agar terlihat lebih ramping dan anggun sehingga kebaya tersebut melekat sempurna di tubuh. Sebab, ada kesepakatan tak tertulis yang menyatakan bahwa kebaya selayaknya menjadi kulit kedua alias potongannya harus pas di badan. Tidak boleh terlalu sempit, apalagi longgar. Bisa dibayangkan betapa pengorbanan yang harus ditempuh, kan?

Maka tidak heran jika keputusan upacara wisuda tanpa kebaya mungkin diapresiasi oleh sebagian besar orang. Bagaimana tidak, hal ini tentu saja akan membuat segala persiapan para wisudawan menjadi lebih ringkas. Terlebih, tren minimalis memang sangat digemari masyarakat belakangan ini, termasuk dalam hal berpenampilan.

Wisuda tanpa kebaya itu bikin kantong lega

Tidak hanya penghematan dari segi waktu dan tenaga saja yang menjadi pertimbangan persetujuan orang-orang yang menyambut gembira keputusan tersebut. Manfaat lain yang dirasakan tentu bersumber pula dari aspek finansial. Jujur saja, harga sewa kebaya yang terbilang elok memang cukup lumayan. Terlebih, sejumlah persewaan kebaya mematok biaya sewa dengan hitungan hari serta adanya denda bila ada keterlambatan dari kesepakatan waktu pengembalian.

Bagi mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan, perihal biaya di atas mungkin bukan jadi masalah besar. Bahkan, tak jarang mereka yang berkelebihan dalam hal keuangan, memilih datang ke tukang jasa jahit agar kebaya yang dikenakan sesuai ukuran dan selera mereka. Pastinya, kocek yang digelontorkan untuk memilih kain dan membayar jasa jahit akan jauh lebih besar ketimbang menyewa.

Akan tetapi, bukankah tidak semua wisudawan berasal dari keluarga sejahtera? Sementara, harga setelan hitam dan putih terbilang lebih terjangkau. Pun, pakaian ini biasanya sudah dimiliki oleh para wisudawan ketika mereka menjalani ospek sebagai mahasiswa baru. Ditambah lagi, padu padan pakaian monokrom itu masih dapat dipakai lagi saat mereka mencari kerja selepas upacara kelulusan.

Baca Juga:

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

Namun, di balik seluruh keuntungan yang telah disebutkan sebelumnya, saya memilih posisi sebagai pihak yang kurang sependapat dengan kebijakan anyar tersebut. Bukan karena saya adalah pribadi yang sangat nasionalis atau cinta budaya. Tidak juga karena saya adalah seorang idealis yang ingin sok melestarikan tradisi. Motif saya cukup simpel, yakni berkaitan dengan sesuap nasi.

MUA jadi tumbal

Sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang kecantikan alias make-up artist, eliminasi kebaya dari pilihan outfit wisuda secara tidak langsung akan merugikan mereka yang berprofesi di ranah ini. Sebagai pekerja lepas yang tidak memiliki penghasilan stabil, MUA dituntut untuk cermat dalam mencari peluang upselling seperti seorang barista yang getol menawarkan add-on products demi memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari konsumen. Salah satunya adalah dengan cara menyewakan kebaya.

Apabila ketentuan menggunakan kebaya saat wisuda tidak lagi digalakkan, jelas peluang MUA untuk mencari tambahan sumber penghasilan juga turut berkurang. Padahal, mengais rezeki dengan jalan menyewakan kebaya merupakan jalan ninja para MUA yang boleh dibilang effortless. Sebab, MUA tidak perlu bangun pagi-pagi buta, mengunjungi lokasi pelanggan berada, dan bisa menyewakan beberapa potong kebaya sekaligus dalam satu waktu.

Itu kerugian pertama yang berpotensi ditanggung para MUA. Masih ada kesempatan mendapat cuan lainnya yang hilang yakni terkait dengan make up itu sendiri. Sewaktu wisudawati memakai kebaya, besar kemungkinan mereka juga akan menyewa jasa MUA untuk memoles tata rias ke wajah mereka. Pasalnya, kebaya identik dengan aplikasi make up yang cukup bold. Rasanya akan sedikit janggal bila kebaya dipadukan dengan tata rias apa adanya sebagaimana yang dipulas untuk keperluan penunjang penampilan sehari-hari.

Sebaliknya, penampilan minimalis dengan setelan hitam-putih cenderung lebih cocok dengan aplikasi make up yang sederhana. Oleh sebab itu, sebagian wisudawati mungkin memilih untuk tidak memanfaatkan jasa MUA, melainkan memakai tata rias mereka sendiri. Artinya, pasar bagi para MUA semakin tergerus.

Hairdo pun kena

Hal senada juga dirasakan oleh para penata rambut yang biasa bekerja sama dengan MUA untuk melayani klien. Pelanggan yang dulunya mempunyai preferensi menata rambut dengan sanggul, kini bisa menata mahkota kepala mereka sendiri secara mandiri hanya dengan bermodalkan alat catok dan tutorial dari YouTube. Pergeseran ini, tak dapat disangkal, juga ditimbulkan dari tren minimalis merayakan upacara wisuda.

Jadi, sudah jelas, kan, mengapa saya lebih setuju apabila kebijakan mengenakan kebaya dalam upacara kelulusan mahasiswa kembali dicanangkan? Wisuda adalah momen yang istimewa. Maka tidak ada salahnya apabila disyukuri dengan cara berbagi rezeki bagi para pekerja seperti kami.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Sisi Gelap Dunia Makeup Artist

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2023 oleh

Tags: kebayamata pencaharianmuawisuda
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Calon Pengantin Merias Diri Sendiri Itu Biasa, Nggak Usah Lebay! terminal mojok

Calon Pengantin Merias Diri Sendiri Itu Biasa, Nggak Usah Lebay!

14 September 2021
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
berdandan

Menanggapi Lamanya Waktu yang Dibutuhkan Wanita Saat Berdandan

24 Juni 2019
Jangan Sombong Saat Dapat PhD, Gelarmu Ada Jasa Banyak Orang di Baliknya Mojok.co

Jangan Sombong Saat Meraih PhD, di Balik Gelarmu Ada Jasa Banyak Orang

12 Februari 2026
Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan b

Mengapa Perempuan Harus Mengenakan Kebaya, Sedangkan Laki-laki Hanya Kemeja Saat Wisuda?

26 Mei 2023
7 Bahan Kain yang Bisa Dijadikan Kebaya terminal mojok

Rekomendasi 7 Bahan Kain yang Bisa Dijadikan Kebaya

31 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.