Nasib Pengendara Supra Fit Orange yang Selalu Diledek sebagai Tukang Pos – Terminal Mojok

Nasib Pengendara Supra Fit Orange yang Selalu Diledek sebagai Tukang Pos

Artikel

Adi Sutakwa

Seri Honda dengan nama dagang Supra mulai dikenal luas pada 2001 dan segera menjadi primadona pasar sepeda motor dalam negeri. Sayangnya salah satu generasi Supra yang dibeli oleh ibu saya 2008 lalu justru menjadi bahan ejekan teman-teman saya selama sebelas tahun lamanya. Iya, saya adalah salah satu dari segelintir orang yang memiliki Honda Supra Fit Orange. Dan selama lebih dari satu dekade itu pula olok-olok “petugas kantor pos” dan “motor pak pos” melekat kuat dalam ingatan saya.

Waktu itu 2008, saya masih kelas dua SMP, tidak banyak yang memiliki motor keluaran terbaru. Dan niat saya untuk pamer motor dengan mengendarainya ke sekolah, meskipun pada akhirnya hanya dititipkan di luar sekolah. Bukannya bikin kawan-kawan iri, motor baru dengan warna dominan oranye itu justru jadi bahan tertawaan belaka. Mereka bilang, sejak kapan saya kerja di kantor pos, sudah berapa lama kerja jadi pak pos?

Mohon maaf untuk para kurir dan petugas kantor pos yang membaca tulisan ini, bukan bermaksud merendahkan pekerjaan mulia sebagai pengantar surat atau kiriman paket. Kita semua tahu kok kalau pekerjaan sebagai kurir dan pak pos adalah salah satu pekerjaaan yang paling mulia. Blio-blio itulah yang rela pagi siang malam menerjang hujan demi sampainya barang diskonan yang kita beli dari harbolnas bulanan.

Selain itu, datangnya surat atau paket adalah kebahagiaan semua orang, yang tidak dapat dibandingkan dengan rasa senang lainnya. Siapa sih yang nggak sumringah ketika mendapat paket dari jasa pengiriman? Saya hanya mencoba menjelaskan apa yang terlintas dalam ingatan, tidak ada sedikit pun niat untuk sengaja menyinggung kalian yang mungkin memang anak pak pos.

Buat kalian yang mungkin belum pernah melihat motor yang saya maksud secara langsung atau on the road, saya akan jelaskan dengan gamblang. Motor Supra Fit Orange yang saya punya dikenal sebagai tipe New Supra Fit di pasaran. Perbedaan paling mencolok dengan Supra Fit versi sebelumnya adalah velg racing dan rem cakram depan demi menonjolkan tampilan sporty serta bentuk body yang terkesan lebih lancip.

Sedangkan pada bagian ban belakang belum dilengkapi dengan piringan cakram, fitur ini juga salah satu pembeda dengan Supra Fit generasi selanjutnya. Kombinasi warna utama sepeda motor New Supra Fit yang saya maksud ini adalah hitam, oranye, dan putih. Sayap oranye persis seperti warna khas cat kantor pos. Kemudian warna hitam membalut bagian slebor atau spakbor depan dan belakang serta sebagian body samping. Sementara warna putih mendominasi bagian dalam sayap motor.

New Supra Fit memang salah satu varian motor yang dipasarkan dengan embel-embel pahe atau paket hemat. Artinya, Supra Fit memang sengaja dirancang sebagai Supra series yang lebih murah dibandingkan jenis Supra X. Mesin 100 cc yang digunakan pada New Supra Fit tidak berbeda dengan Supra Fit keluaran sebelumnya. Bahkan mesin ini memiliki kubikasi yang sama dengan Supra X generasi pertama, padahal pada tahun-tahun itu kompetitor lainnya telah menggunakan mesin 110 cc.

Memang benar dua kekurangan paling terasa dari model Supra Fit adalah step yang ringkih dan over getaran saat dibawa ngebut. Sepanjang pengalaman saya berkendara Supra Fit Orange selama satu dasawarsa lebih, motor ini memang nggak bisa digeber lebih dari 100 KM per jam. Bodi yang ringan dan ramping yang seharusnya jadi kelebihan pun justru bikin deg-degan karena seolah bisa oleng dan terbawa angin kapan saja dalam keadaan ngebut.

Meskipun demikian, Si Oranye itu telah menemani hidup saya selama lebih dari sepuluh tahun, kami telah menjalani romantisme rintik hujan, mogok di jalan, rantai putus tak karuan, bahkan kecelakaan parah sampai korengan dan membengkokkan rangka motor bagian dalam. Lebih dari 333 km jarak antara Solo hingga Cirebon pernah kami tempuh, tidak kurang dari sembilan jam lamanya perjalanan.

Selorohan soal pak pos itu sejak dulu tidak pernah saya dengarkan. Sindiran dan satir tidak akan meluruhkan kenangan dan cinta yang katanya memang tak mengenal batas. Tahun 2019 yang lalu, adalah waktu yang tepat untuk Si Oranye beristirahat. Terlebih karena memang Ibu memilih untuk menjual motor itu dan menggantinya dengan Supra X injeksi terbaru. Lantas menggunakan uang hasil penjualannya untuk biaya aqiqah yang sempat tertunda lebih dari 23 tahun lamanya.

BACA JUGA Orang yang Chat WhatsApp Duluan tapi Nggak Balik Balas Saat Kita Sudah Balas Chatnya Itu Kenapa, sih dan tulisan Adi Sutakwa lainnya.

Baca Juga:  Andai Orang Dewasa Percaya Mitos
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
1


Komentar

Comments are closed.