Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
19 April 2026
A A
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di Tangerang, tepatnya di Cipondoh, membuat saya akrab dengan dua jenis kuliner yang sama-sama merakyat: nasi Padang dan nasi uduk. Keduanya ada di mana-mana, dari pinggir jalan besar hingga masuk ke gang-gang kecil. 

Namun, sebagai “mahasiswa mode hemat” yang sering mengandalkan makanan beli daripada masak sendiri, saya mulai menyadari satu hal. Ada ketimpangan menarik antara keduanya, terutama jika melihatnya dari sisi harga dan nilai gizi.

Di lapangan, harga nasi uduk yang dulu kisaran Rp5 sampai Rp6 ribu, kini nyaris punah. Realitas terbaru di Cipondoh menunjukkan bahwa nasi uduk berada di rentang Rp7 sampai Rp13 ribu tergantung lauk. 

Sementara itu, harga nasi Padang, ada di rentang Rp11 sampai Rp13 ribu. Perbandingan ini memunculkan pertanyaan sederhana. Mana yang sebenarnya lebih worth it?

BACA JUGA: 4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

Melihat dari sisi gizi nasi uduk dan nasi Padang

Dari sisi gizi, nasi Padang tampak unggul cukup jauh. Seporsi nasi Padang biasanya sudah mencakup karbohidrat dari nasi, protein dari lauk seperti ayam, ikan, atau bahkan rendang, serat dari sayuran seperti daun singkong atau nangka, serta lemak dari santan. Komposisinya relatif seimbang untuk ukuran makanan murah.

Sebaliknya, nasi uduk cenderung berat di karbohidrat. Selain nasi yang dimasak dengan santan, ada tambahan bihun dan kerupuk. Untuk protein, pilihannya terbatas pada tahu, tempe, telur, atau jengkol yang jumlahnya menyesuaikan harga. 

Sayuran biasanya hanya hadir dalam porsi kecil, seringnya sekadar pelengkap. Jika menambah gorengan, yang umum ada dalam paket murah, komposisinya semakin condong ke lemak dan minyak. Artinya, jika tujuan utama adalah mendapatkan asupan gizi yang lebih lengkap dengan harga seminimal mungkin, nasi Padang jelas punya keunggulan.

Baca Juga:

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

Mana yang lebih murah?

Namun, soal harga tidak sesederhana angka di papan menu. Dalam praktiknya, nasi Padang sering terasa lebih “menguntungkan” secara ekonomi. 

Misalnya, dengan Rp11 sampai Rp12 ribu, kita bisa mendapatkan nasi dengan lauk ayam atau bahkan potongan rendang kecil. Sementara itu, nasi uduk dengan telur saja bisa menyentuh Rp10 ribu. 

Selisih tipis ini membuat saya pribadi lebih memilih menambah sedikit uang untuk mendapatkan lauk dengan kandungan protein lebih tinggi. Meski begitu, bukan berarti nasi uduk kehilangan tempat. 

Ada situasi-situasi tertentu di mana nasi uduk justru lebih masuk akal. Misalnya, ketika isi dompet benar-benar terbatas, ya sekitar Rp8 ribu dan saya harus menyesuaikan lauk. Dalam kondisi ini, nasi uduk tetap menjadi penyelamat.

Selain itu, ada satu keunggulan yang sulit disaingi: jengkol. Pengalaman saya menunjukkan bahwa olahan jengkol ala pedagang Betawi memiliki cita rasa yang khas dan sulit ditandingi. 

Ini bukan soal sentimen, melainkan teknik dan kebiasaan memasak yang terasa berbeda. Menariknya, jengkol juga jarang ditemukan di rumah makan Padang sistem “serba”. Kalaupun ada, biasanya dijual terpisah dengan harga lebih mahal.

BACA JUGA: Nasi Uduk: Kuliner Identitas Budaya Betawi dan Penyelamat Kelas Pekerja

Waktu yang mempengaruhi suasana makan nasi uduk atau nasi Padang

Faktor waktu juga berpengaruh. Nasi uduk sudah tersedia sejak pagi, bahkan sekitar pukul 06:00. Sementara nasi Padang umumnya baru buka agak siang. Artinya, untuk sarapan, nasi uduk masih menjadi pilihan yang lebih realistis dibandingkan nasi Padang.

Lantas, mana yang saya dan kamu pilih? Jawabannya kembali ke kebutuhan masing-masing. 

Jika sedang bertahan hidup tetapi tetap ingin mempertimbangkan kualitas gizi, nasi Padang lebih masuk akal. Namun, jika kondisi keuangan lebih terbatas, ingin sarapan pagi, atau sekadar mengincar jengkol yang nikmat, nasi uduk tetap punya tempat tersendiri.

Pada akhirnya, pilihan makanan bukan hanya soal gizi dan harga, tetapi juga soal konteks: waktu, selera, dan kebutuhan. Di antara dua piring sederhana ini, yang terpenting tetap sama, yaitu mengenyangkan perut.

Maka, alih-alih memperdebatkan mana yang paling unggul, mungkin yang lebih penting adalah memahami kapan nasi Padang lebih tepat dipilih, dan kapan nasi uduk justru menjadi jawaban terbaik.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2026 oleh

Tags: harga nasi padangharga nasi udukjengkoljengkol nasi udukNasi Padangnasi udukrekomendasi nasi padangrekomendasi nasi uduk
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Bihun Goreng Adalah Komponen Terbaik dalam Hidangan Nasi Uduk terminal mojok.co

Bihun Goreng Adalah Komponen Terbaik dalam Hidangan Nasi Uduk

3 Februari 2022
Perdebatan Jengkol vs Pete Itu Cuma Masalah Selera, Selebihnya Keduanya Sama Aja

Perdebatan Jengkol vs Pete Itu Cuma Masalah Selera, Selebihnya Keduanya Sama Aja

13 Juni 2023
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

Dear Zee JKT48, Kamu Nggak Salah kok Makan Nasi Padang Pakai Sendok

8 Januari 2023
orang padang

Kenapa Orang Padang Ada Dimana-Mana?

11 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

18 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang Mojok

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

20 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.