Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
8 April 2026
A A
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Makanan enak itu kuncinya sederhana. Ia memakai bahan segar, bumbu pas, dan pengolahan yang tepat. Nggak perlu segala kaviar, saffron, foie gras, truffle putih dibawa-bawa. Larang. Belum tentu juga kita bisa mengolahnya. Asal pintar mengolah bahan-bahan biasa yang ada di pasar, sebuah hidangan istimewa akan tercipta. Ambil contoh nasi padang. 

Seporsi nasi padang yang lezat akan tercipta dengan bahan-bahan yang mudah kamu temukan di pasar. Bahkan, rendang, sebagai salah satu komponen nasi padang, berkali-kali dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN International.

Nah, mari lupakan dulu perdebatan mana yang lebih unggul antara nasi padang versi Jawa atau yang asli Padang. Keduanya sama-sama enak buat penikmat setianya. Yang penting, tidak memiliki ciri-ciri berikut ini. 

BACA JUGA: Sulit Mencari Masakan Padang di Jogja yang Pas bagi Lidah Orang Minang, Rendang Terasa Manis

#1 Daging keras, kuah encer, dan warnanya pucat

Pertama, soal daging rendang. Sebagai mahakaryanya warung makan padang, rendang memegang posisi yang strategis. Dia menjadi penentu apakah kita akan lanjut makan hingga titik nasi penghabisan, ataukah harus berakhir ke pembuangan.

Jika kamu menemukan rendang yang warnanya masih cokelat muda dan terendam dalam bumbu yang masih cair atau berminyak encer, mohon maaf, itu bukan rendang. Itu lebih mirip kalio. Soalnya, rendang sejati harusnya memiliki bumbu yang kering dan dedak rempah yang menggumpal.

Makin redflag lagi, kalau si rendang di nasi padang ini punya tekstur daging yang alot alias keras. Bisa jadi si pemilik memasak dengan terburu-buru, tidak tahu cara mengolah daging supaya empuk, atau mungkin menggunakan bagian daging sapi yang tidak semestinya digunakan untuk rendang. 

Terlepas dari semua alasan, bumbu rendang yang masih cair, berwarna cokelat muda dan dagingnya alot adalah 3 hal yang bikin nafsu makan nasi padang jadi turun. Apalagi, kalau setelah dicicip rendangnya terasa manis. 

Baca Juga:

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

Hey, rendang kok manis?! Fix. Redflag.

#2 Sambal hijau yang diblender

Sungguh tidak pantas nasi padang yang menyediakan sambal hijau atau merah yang dibuat dengan cara diblender. Izi z iz, Malas kali yang punya warung. Iya sih, bikin sambal dengan menggunakan cobek memang capek. Tapi, justru disitulah letak kenikmatan yang sesungguhnya.

Secara visual, kulit lombok hijau yang tidak hancur sepenuhnya adalah godaan. Siapa saja pasti akan menelan ludah saat melihat sambal hijau dalam seporsi nasi padang. Dan ketika ujung-ujung jari kita menyentuh si kulit cabai. Alamak… godaan itu semakin nyata. Sinyal lapar langsung terkirim ke otak. 

Bandingkan kalau sambal hijaunya dihaluskan menggunakan blender. Lombok dan teman-temannya akan hancur dengan sempurna. Padahal dalam seporsi nasi padang, bukan kesempurnaan yang kita cari, tapi kenikmatan. Dan mari kita sepakati kalau sambal yang halus di nasi padang itu bikin nafsu makan jadi turun. 

#3 Nasi lembek atau sengaja di-pera-pera-in

Ciri nasi padang nggak enak lainnya bisa dilihat dari nasi. Di Jawa, mayoritas nasi yang disajikan di RM Padang adalah nasi pulen. Bagi sebagian besar orang Jawa, nasi pulen memang yang paling enak. 

Tapi, itu kan kalau orang Jawa. Di Minangkabau lain lagi ceritanya. Nasinya pera. Bukan keras, ya, melainkan agak kering dan butiran nasinya mudah tercerai-berai. 

Nah, mau nasi pulen atau nasi pera, keduanya sama-sama enak, tergantung selera masing-masing. Yang penting, jangan meleset. Kalau pulen ya pulen, jangan kebantasen jadi lembek. Nggak enak banget kan makan nasi lembek trus disiram kuah kental? Berasa kayak makan bubur.

Sebaliknya, misal mau pakai setelan nasi pera, ya pastikan beras yang digunakan sesuai standar. Standar utamanya adalah Beras Solok khas Sumatera Barat, atau minimal Beras IR 42 sebagai alternatif populernya. Jangan sampai berasnya pakai merek beras pulen, tapi ketika masak sengaja mengurangi airnya supaya hasilnya pera.

Wah, fatal banget itu. Nasi yang di-pera-pera-in bukan hanya membuat nafsu makan jadi turun tapi juga bikin sakit perut. Fix. Redflag!

BACA JUGA: 7 Dosa Rumah Makan Padang yang Bikin Pelanggan Kapok Balik Lagi

#4 Daun singkong layu, keras, kasar… mbuh lah!

Terakhir, kita bisa melihat nasi padang yang redflag dari daun singkongnya. Kelihatannya sih sepele, ya. Cuma daun singkong. Tapi kalau pengolahan daun singkongnya gagal, bisa auto nggak nafsu makan.

Daun singkong dalam seporsi nasi padang yang ideal seharusnya memiliki tekstur yang empuk, lembut, namun tidak hancur atau lembek seperti bubur. Warnanya pun harus tetap hijau segar, bukan hijau gelap kecokelatan yang tampak layu, tidak menggugah selera, masih keras, berserat kasar dan menimbulkan sensasi terasa nyangkut di tenggorokan saat dikunyah.

Logikanya, kalau urusan sayuran dasar saja mereka nggak pinter, bagaimana mereka mengelola bahan-bahan lain yang lebih kompleks seperti rendang atau gulai tunjangnya? Ya kan~

Itulah ciri-ciri nasi padang redflag yang auto bikin pembeli jadi nggak nafsu makan. Semoga dalam perjalanan memuliakan perut, kita tidak dipertemukan dengan nasi padang yang punya ciri-ciri seperti yang sudah disebutkan.

Nah, kalau mau tahu ciri-ciri nasi padang enak, bisa kamu baca di tautan ini, ya. Selamat membaca!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2026 oleh

Tags: cabe ijo warung padangcara memasak rendangNasi Padangpadang aslipadang jawarendangwarung padang
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Rumah Makan Andalan: Terus Bertahan di Tengah "Keramatnya" Jalan Timoho Jogja

Rumah Makan Andalan: Terus Bertahan di Tengah “Keramatnya” Jalan Timoho Jogja

5 April 2024
Rumah Makan Padang yang Tidak Otentik Bukan Dosa (Unsplash)

Rumah Makan Padang yang Tidak Otentik Bukan Dosa, Tidak Perlu Dirazia apalagi Dilarang Jualan

30 Oktober 2024
Makan Nasi Padang Pakai Sendok Itu Kurang Kerjaan terminal mojok.co

Riset Saya untuk Membuktikan Apakah Penjual Nasi Padang Memang ‘Bias Gender’

17 April 2020
Lehedalo Nifange: Rendang Daun Talas dari Nias, Cocok untuk Vegetarian

Lehedalo Nifange: Rendang Daun Talas dari Nias, Cocok untuk Vegetarian

1 Juni 2023
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius

6 Januari 2024
Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap Mojok.co

Mempertanyakan Selera Orang-orang yang Bilang Kuliner Jogja Mantap

28 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.