Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini di Museum daripada Kamu Rebahan Terus

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
11 Januari 2020
A A
Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini di Museum daripada Kamu Rebahan Terus
Share on FacebookShare on Twitter

Ada museum menarik di ujung Jalan Malioboro, Yogyakarta. Museum Benteng Vredeburg, namanya. Bangunan yang pertama kali dibuat pada tahun 1760 ini menjadi tempat pertama yang mengawali perjalanan saya ke museum lainnya kala masih berada di Kota Pelajar.

Pergi ke museum sedikit membosankan, I should say. Nggak ada kedai kopi atau minuman boba di setiap ujung koridor. Kalau lapar, nggak ada food court di lantai paling atas yang letaknya di sebelah wahana permainan. Nggak ada KFC—makanan paling enak sedunia. Nggak ada pula salon langganan yang bisa buat tempat istirahat selagi kepala kita dipijet-pijet waktu lagi keramas.

Museum nggak menawarkan bioskop. Sebaliknya, ia menghadirkan diorama dan banyak narasi tertulis soal hal-hal yang terjadi bertahun-tahun lalu. Banyak orang bete duluan mengingat hal ini. Ha gimana; inget-inget soal ujian yang barusan selesai aja bikin kesel, apalagi malah inget-inget hal-hal yang nggak pernah kita alami secara langsung?

Dalam buku Da Vinci Code, nama Museum Louvre disebut. Berbekal nama, saya baru tahu kalau tempat ini ini meraup tujuh juta pengunjung setiap tahunnya, membuat saya menyadari bahwa pergi ke museum memang cukup seksi bagi sebagian orang. Sayangnya, berjuta-juta orang pula di dunia ini agaknya bakal lebih memilih rebahan daripada keluar rumah—apalagi kalau seprainya baru ganti dan selimutnya hangat setengah mati, plus di luar sedang hujan deras. Yah, ngapain juga macet-macetan di jalan kalau kita bisa rebahan di kasur sambil scrolling lini masa media sosial???

Seorang teman berpesan pada saya agar tidak mengatur janjian bertemu di mal. Bosan, katanya. Sontak, saya menyarankan museum sebagai tempat pertemuan kami, menyusul beberapa alasan kenapa nggak ada salahnya kita sesekali mengunjungi tempat ini.

Pertama, jauh lebih menyenangkan menghabiskan uang untuk mengalami sebuah pengalaman daripada mendapatkan sebuah barang baru.

Pendapat ini bukan asumsi belaka, melainkan merupakan simpulan dari studi yang diadakan oleh Harris Interactive. Pengalaman, dalam penelitian ini, disebutkan mampu memunculkan nilai-nilai positif yang memicu kebahagiaan. Selagi kita mengingat-ingat perjalanan ke tempat ini, psikis kita cenderung menghilangkan memori negatif. Pergi ke museum juga dapat memunculkan identitas sosial yang tidak bisa kita dapatkan dari sekadar membeli barang tertentu.

Kedua, museum adalah tempat yang cocok-cocok aja untuk bertemu teman, keluarga, bahkan pacar sekalipun.

Baca Juga:

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

Satu hari di tempat ini bisa menjadi satu hari penuh kedekatan ekstra dengan orang-orang di sekelilingmu. Kamu nggak perlu takut bakal kehabisan topik pembicaraan di sana karena kamu akan menemukan banyak hal baru untuk didiskusikan. Dan, nggak, kamu nggak perlu menjadikan waktu-waktu di tempat ini sebagai lombat cepat-cepatan sampai di pintu keluar. Kamu dan partner-mu bisa saling menunggu di sebuah pajangan untuk membaca keterangan tertulis, lalu melempar pendapat satu sama lain atas sebuah tampilan.

Saran: Kamu nggak perlu berlama-lama berada di toko oleh-oleh di akhir museum hanya untuk berujung pada awkward panjang karena kamu berpikir terlalu keras apakah kamu harus membeli sesuatu untuk teman atau kekasihmu.

Udah. Nggak usah. Daripada bingung sendiri, ye kan?

Ketiga, museum nggak bikin kamu merasa sendirian.

Selain karena sebagian dari kita datang ke tempat ini memang dengan partner, museum itu sendiri juaranya membuat pengunjung nggak merasa alone-alone banget. Ada studi lain yang menunjukkan bahwa orang-orang cenderung mengunjungi tempat ini dalam masa-masa sulit. Alasannya? Tentu karena mereka ingin merasa terhubung dengan apa yang mereka hargai, misalnya menghargai almamater sendiri di UNY setelah mengetahui bahwa dulunya ia merupakan bagian dari UGM—seperti informasi yang ditemukan di Vredeburg. Hahaha.

Keempat, museum ada di mana-mana.

Daripada meromantisisasi kenangan yang cuma bikin sakit hati atau ketakutan sama cerita-cerita hantu yang kamu temui di internet, tak ada salahnya kalau kamu membuka mata lebih lebar dan mulai menambahkan keyword museum di pencarian browser-mu. Dari data Asosiasi Museum Indonesia dan Kemendagri, sampai tahun 2016 lalu ada 428 hingga 436 museum di Indonesia, tersebar di banyak pulau dan provinsi. Jumlah ini memang nggak seberapa kalau dibandingkan dengan jumlah pusat perbelanjaan yang mencapai angka 700, sih. Tapi, perlu kamu ingat sesuatu: museum punya hal yang nggak dimiliki mal manapun, yaitu…

…tiket masuk museum yang bisa difoto buat Instagram Story pakai tulisan “kencan edukatif!” di pinggirnya.

Yah, gimana lagi, kadang orang-orang tetap perlu konten di medsos e.

BACA JUGA Museum yang Sepi Pengunjung dan Terlupakan atau tulisan Aprilia Kumala lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2020 oleh

Tags: jalan-jalanmuseumquality timerebahan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Editor lepas. Copywriter. Kata Pottermore, dia lulusan Hufflepuff. Saat ini menjadi seorang freelancer paruh waktu yang operasional hidupnya didorong oleh dedikasi penuh pada semesta Harry Potter.

ArtikelTerkait

Punya Profesi Abad 21 di Lingkungan Manusia Abad 20 Kayak Dikutuk Jadi Sysiphus

Punya Profesi Abad 21 di Lingkungan Manusia Abad 20 Kayak Dikutuk Jadi Sysiphus

17 Maret 2020
3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

12 November 2024
Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

Museum di Surabaya Memang Banyak, tapi Teks Deskripsinya Bikin Pengunjung Gagal Paham

26 Juni 2024
Bagi Saya, Bawa HP ke WC Saat Boker Nggak Kalah Enak Dibanding Rebahan

Bagi Saya, Bawa HP ke WC Saat Boker Nggak Kalah Enak Dibanding Rebahan

7 Maret 2020
4 Fakta Museum Kretek Kudus, Museum Rokok yang Jadi Lokasi Syuting “Gadis Kretek” Mojok.co

4 Fakta Museum Kretek Kudus, Museum Rokok yang Jadi Lokasi Syuting “Gadis Kretek”

4 Januari 2024
investor kaya hanya modal rebahan trading forex platform investasi dunia saham tips investasi binomo trading trader forex saham mojok

Sebenarnya Bisa Nggak sih Kaya Hanya Modal Rebahan?

21 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.