Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren

Rafie Mohammad oleh Rafie Mohammad
22 Februari 2020
A A
Mobil SUV Bermodal Make-Up Memang Sedang Ngetren
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam berbagai hal masyarakat Indonesia memang banyak maunya, termasuk urusan membeli mobil. Terlebih lagi bagi kita-kita yang berduit cekak dan hanya bisa membeli satu buah mobil, kredit panjang pula. Mobil yang diinginkan sebisa mungkin dapat digunakan untuk segala kebutuhan, mulai dari bepergian dengan nyaman, mengangkut anak cucu sampai tetangga, sekaligus kuat dibanting-banting di jalanan Indonesia yang berlubang. Tak lupa, tampilannya juga harus sporty sehingga tidak malu-maluin kalau dibawa nongkrong atau mudik ke kampung. Terakhir dan terpenting, harganya wajib murah.

Padahal jika dipikir-pikir, sejatinya tidak ada jenis mobil yang bisa memenuhi kriteria bejibun macam itu. Kelebihan dalam kapasitas penumpang dan kenyamanan umumnya dimiliki oleh mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV), sedangkan ketahanan dan tampang sporty menjadi ranah Sport Utility Vehicle (SUV). Lalu bagaimana pabrikan mengompromikan mengombinasikan kelebihan keduanya sekaligus menjaga harganya tetap terjangkau?

Di sinilah beberapa pabrikan berinovasi menciptakan mobil (yang katanya) SUV tetapi berbasis MPV. Beberapa model, misalnya Toyota Rush-Daihatsu Terios, memiliki bentuk yang sangat berbeda dari basisnya (Avanza) karena hanya mengambil sasis dan mesinnya, sedangkan bodinya dibikin ulang dari nol. Tidak heran duet Rush-Terios menjadi salah satu LSUV paling wangun, karena pada dasarnya sasis Avanza sudah semi ladder frame macam SUV.

Sebagian lagi—yang tidak wangun-wangun amat—masih berbentuk mirip versi MPV karena mayoritas ubahannya hanya bermodal kosmetik, salah satunya Suzuki yang baru-baru ini meluncurkan XL7 yang berbasiskan Suzuki Ertiga. Di segmennya, mobil ini menjadi kompetitor sengit bagi Mitsubishi Xpander Cross sekaligus pelengkap derita bagi Honda BR-V yang penjualannya nyungsep meski sempat laris di awal peluncurannya (ironisnya, Honda Mobilio yang menjadi basisnya tetap laku). Lalu, apakah mobil make up-an semacam ini layak dibeli? Bagaimana perbandingannya?

To make it simple, mari coret saja Honda BR-V dari komparasi ini karena saat ini jelas kalah value. Saya tidak perlu membahasnya panjang-panjang, tengok saja angka penjualannya yang terlihat ngenes untuk produk pabrikan sekelas Honda.

Kedua mobil ini bisa dipastikan memiliki kenyamanan yang baik. Hal ini tak mengherankan, mengingat basis keduanya (Ertiga dan Xpander) juga merupakan MPV ternyaman di kelasnya. Joknya empuk dan nyaman, lega hingga baris ketiga, memiliki body roll wajar, dan bantingannya tidak mengocok perut. Meski ada beberapa penyesuaian spesifikasi (misalnya pada velg dan suspensi) untuk membuatnya lebih garang dibanding versi MPV-nya, rasanya hal ini tidak begitu berpengaruh. Kenyamanan ini juga membuat keduanya mengungguli kompetitornya yang “lebih SUV”, yaitu duet Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Sementara itu, desain eksterior XL7 dan Xpander Cross bisa dikatakan sama-sama keren (subjektif sih sebenarnya). Pada dasarnya tampang Xpander memang sudah sangar, sehingga Xpander Cross juga tampak keren meski perubahan besarnya hanya tampak di grille depan dan bumper. Di sisi lain, desainer Suzuki berhasil mengubah desain Ertiga yang tadinya elegan menjadi sporty dengan perubahan radikal terutama di mukanya. Hal ini membuat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Secara pribadi saya merasa tampang XL7 lebih fresh dan timeless karena desainnya yang tidak terlalu tajam-tajam, tetapi unik dan tetap enak dilihat. Sebaliknya, desain Xpander Cross cenderung futuristik, tetapi style-nya serupa dengan berbagai mobil lain sehingga kurang memiliki efek “wow”. Ditambah lagi, menurut saya desain bumpernya terlalu mengotak dan kurang dinamis. Di sisi lain, Xpander Cross tampak lebih proporsional untuk disebut sebagai SUV karena ground clearance dan body yang lebih tinggi mengotak, serta ditunjang velg berukuran lebih besar.

Baca Juga:

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Untuk desain interior, sebenarnya keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan dari versi MPV-nya yang memang sudah cukup bagus. Baik XL7 maupun Xpander Cross masih mempertahankan desain interior basisnya. Di XL7, perbedaan besarnya terletak di joknya yang terbungkus kombinasi bahan fabric dan kulit (sebelumnya hanya fabric) serta penggunaan panel bermotif karbon menggantikan wood panel. Sedangkan Xpander Cross memiliki interior yang bernuansa gelap, serupa dengan Xpander tipe Sport.

Dari segi fitur, sebenarnya kedua mobil sama-sama telah menyediakan fitur yang mencukupi, terutama jika membeli varian tertinggi. Mulai dari sistem keyless, multi information display (MID) full-TFT, hill start assist untuk varian transmisi otomatis, hingga head unit layar sentuh. Akan tetapi, XL7 memiliki kelebihan berupa e-Smart Mirror (spion tengah dengan kamera), AC digital dengan auto climate, dan pengaturan ketinggian lampu depan. Sebaliknya, Xpander Cross memiliki fitur cruise control, setir teleskopik, dan head unit yang mendukung Android Auto dan Apple Car Play.

Kelebihan-kelebihannya cukup sampai situ saja.

Kalau Anda berharap mobil ini bisa off-road mentang-mentang dilabeli SUV, siap-siap kecewa. Mesin kedua mobil ini hanya 1500 cc, tanpa turbo pula. Ditambah lagi, mobil ini berpenggerak roda depan saja. Selain itu, rasanya membanting-banting mobil macam ini tidak begitu meyakinkan, mengingat sasisnya tidak diciptakan untuk hal tersebut. Satu-satunya kelebihan adalah ground clearance-nya yang meninggi, terutama Xpander Cross yang GC-nya 225 mm. Spesifikasi seperti ini memang cukup untuk perkotaan, mendaki di jalan mulus, atau menyicipi jalan-jalan tanah berlubang, tetapi jelas kalah aji untuk digunakan off-road dibanding SUV beneran.

Jika disuruh memilih, saya akan memilih XL7 dibanding Xpander Cross. Alasan utamanya? Tentu saja karena harganya lebih murah dengan fitur yang tak jauh berbeda. Akan tetapi pada dasarnya dua mobil ini tidak jelek, cukup bagus malah. Hanya saja, kita memang harus sadar bahwa bagaimanapun kedua mobil ini bukanlah SUV tulen, melainkan MPV yang dimahalin di-make up menjadi ala SUV sehingga tampak lebih jantan. Oleh sebab itu, jangan harap tenaga dan kapabilitas off-road keduanya bisa menyamai SUV asli. Sisi plusnya, model seperti ini umumnya lebih nyaman karena berbasis MPV, yang memang lebih memprioritaskan kenyamanan.

Akan tetapi jika Anda memang mencari kapabilitas off-road, lebih baik Anda mencari SUV tulen macam Pajero Sport atau Fortuner, yang tentu saja jauh lebih mahal. Bila budget Anda terbatas, Rush-Terios dengan penggerak belakang dan sasis semi ladder frame-nya sudah lebih siap untuk digas dan dibanting-banting. Down side-nya adalah Rush-Terios terasa agak mirip pelawak kalau dibawa jalan. Kocak soalnya hehehe~

BACA JUGA Cegah Pengemplang, Sudah Saatnya Pajak Kendaraan Disatuin dengan Harganya atau tulisan Rafie Mohammad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2020 oleh

Tags: mobilMPVSUV
Rafie Mohammad

Rafie Mohammad

ArtikelTerkait

toyota corolla dx mojok

Toyota Corolla DX, Mobil Tua Idaman Generasi Muda

28 Desember 2020
Kursus Mengemudi Mobil Matic Itu Aneh

Ketahui 3 Hal Ini Sebelum Memilih Tempat Kursus Mengemudi

6 Oktober 2022
Fitur Canggih pada Mobil yang Sebenarnya Nirfaedah Terminal Mojok

Fitur Canggih pada Mobil yang Nirfaedah

14 Mei 2022
Cewek Pengin Punya Pacar yang Bermobil Itu Sah-sah Saja, Tak Perlu Dihakimi

Cewek Pengin Punya Pacar yang Bermobil Itu Sah-sah Saja, Tak Perlu Dihakimi

27 Desember 2022
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
4 Spare Part Motor yang Sering Hilang saat Sedang di Parkiran Sing Numpak Motor i Ngopo, Toh? Wis Ngerti Udan Kok Ora Mantolan?

Sing Numpak Motor i Ngopo, Toh? Wis Ngerti Udan Kok Ora Mantolan?

4 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

7 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.