Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Saya Jadi Bukti Belanja di Mirota Kampus Lebih Menyenangkan ketimbang Pamella Supermarket

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
15 Juni 2024
A A
Mirota Kampus vs Pamella Supermarket- Surga Belanja di Jogja (Pixabay)

Mirota Kampus vs Pamella Supermarket- Surga Belanja di Jogja (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang Jogja tulen pasti hampir nggak pernah belanja kebutuhan harian di mall. Meski bisa disambi window shopping di Miniso atau Uniqlo, orang Jogja akan lebih mengutamakan belanja di tempat yang aksesnya mudah. Selain belanja di warung milik tetangganya, orang Jogja tentu lebih memilih menghabiskan uangnya di 2 swalayan yang paling terkenal di sini: Mirota Kampus dan Pamella Supermarket.

Buat warga Jogja asli, kehadiran Mirota Kampus dan Pamella Supermarket bagaikan oase di tengah padang pasir. Kedua swalayan dengan harga terjangkau ini juga memiliki cabang di mana-mana. Makany, masyarakat di berbagai daerah bisa berbelanja di cabang terdekat.

Akan tetapi, kaum pendatang yang baru menyesuaikan diri di Jogja dan belum tahu soal tempat belanja yang terjangkau mungkin akan bingung menentukan pilihan. Atau kalau sudah dapat rekomendasi, kawan-kawan dari luar daerah juga akan bertanya-tanya, “Mending belanja di Mirota Kampus atau Pamella Supermarket, ya? Lebih murah yang mana?”

Saya akan bedah pengalaman berbelanja di Mirota Kampus dan Pamella Supermarket dengan menelaah soal harga, jarak dari tempat tinggal, kemudahan transaksi, kualitas pelayanan, dan kelengkapan barangnya.

#1 Perbandingan harga di Mirota Kampus dan Pamella Supermarket

Kita nggak bisa menghindari dari pertanyaan soal harga ketika menentukan tempat belanja. Kalau mau banyak pelanggan setia, terutama di Jogja yang biaya hidupnya sama tingginya dengan daerah lain tapi UMR-nya terperosok, harga murah jadi syarat wajib.

Kalau kalau membandingkan kedua swalayan ini, sebenarnya harga di Mirota Kampus dan Pamella Supermarket itu nggak beda jauh. Patokan harga di 2 tempat ini masih terjangkau ketimbang tempat belanja lainnya di Jogja.

Keduanya juga sama-sama sering memberi diskon. Cuma, periode dan pilihan barang yang didiskon nggak sama persis. 

Contohnya, di awal bulan, Mirota Kampus memberi potongan harga, sementara Pamella Supermarket nggak melakukannya. Pekan berikutnya, bisa jadi Pamella yang menyediakan diskon, sementara Mirota pasang harga normal. 

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Sedikit tips dari saya: Jika ingin berbelanja di salah satu swalayan ini, datang saja di hari Jumat. Di hari itu, keduanya kompak untuk memberi banyak diskon. Namanya saja hari baik.

#2 Mempertimbangkan jarak dari tempat tinggal

Lokasi Pamella Supermarket sebetulnya kurang menguntungkan bagi warga Jogja yang tinggal di daerah Barat. Pasalnya, swalayan ini terkonsentrasi di satu kecamatan saja, yaitu Umbulharjo. Padahal, ada 4 cabang Pamella yang menyediakan kebutuhan harian dan 1 cabang bahan bangunan di Umbulharjo.

Saya yang tinggal di Kecamatan Tegalrejo, yang masuk wilayah barat, paling males kalau harus ke Pamella. Masalahnya, saya harus melewati Titik Nol Kilometer dan Jalan Kusumanegara yang panas dan padat itu. 

Sementara itu, pilihan cabang Pamella yang lain ada di Kecamatan Depok dan Kalasan, Kabupaten Sleman. Mager banget kalau mau belanja harus jauh-jauh ke sana.

Untungnya rumah saya berjarak kurang dari 1 kilometer dengan Mirota Kampus. Bukan hanya lokasinya yang sangat dekat, saya juga lebih suka belanja di sana karena cabang-cabangnya tersebar. 

Tercatat, Mirota sudah punya cabang di Jalan Godean, Palagan, C. Simanjuntak, Babarsari, Menteri Supeno, Imogiri Timur, dan Kasihan. Ada juga Mirota Kampus Mini di Minomartani, Pelemsewu, dan Diro. Misalnya lagi di daerah-daerah tersebut, saya bisa sekalian mampir belanja.

#3 Kemudahan transaksi

Walaupun termasuk kategori toko dengan sistem pelayanan mandiri, bukan berarti Mirota Kampus dan Pamella Supermarket nggak menyediakan kemudahan bagi pelanggan. Kedua swalayan ini sama-sama memiliki layanan delivery. 

Bedanya, layanan delivery di Pamella hanya bisa dilakukan melalui WhatsApp. Kalau Mirota cuma dapat diakses lewat website.

Tapi untuk urusan membayar belanjaan, Mirota dan Pamella memiliki perbedaan signifikan. Saat ini, beberapa cabang Mirota sudah menyediakan kasir self service dan layanan pembayaran secara cashless menggunakan QRIS dan e-wallet. Sayangnya, di Pamella sejauh ini belum ada layanan tersebut.

#4 Membandingkan kualitas pelayanan Mirota Kampus dan Pamella Supermarket

Selain harga, pelayanan dari para pegawai juga kerap menjadi pertimbangan bagi pelanggan untuk mengulang transaksi atau nggak. Saya belum pernah menemukan pegawai Mirota Kampus maupun Pamella yang ogah-ogahan melayani pembeli. Oleh karena itu, saya coba bandingkan ketika kedua swalayan ini sedang dalam keadaan ramai, yang biasanya terjadi pada tanggal muda dan akhir pekan.

Di Mirota, antrean kasir hampir selalu mengular sampai ke aisle rak-rak barang setiap swalayan ramai. Tapi, sejauh ini, saya nggak pernah merasa antrean kasir mereka kelewat lama. Soalnya, kasir-kasir di Mirota itu sat-set banget. Bahkan kalau misalnya ada kasir yang kebetulan sudah selesai melayani pembeli dan kosong, staf di kasir akan langsung sigap menginformasikan pelanggan yang sedang antre untuk menuju ke kasir tersebut.

Dari segi kecepatan dan ketepatan saat melayani pembayaran, staf kasir Pamella masih sedikit di bawah Mirota. Tapi, kasir di kedua swalayan tersebut ramah, kok. Menurut saya yang kurang ramah malah pegawai yang menjaga etalase make up dan skincare, hehehe.

#5 Membandingkan kelengkapan barang

Sebagaimana supermarket pada umumnya, Mirota Kampus dan Pamella Supermarket menjual segala benda. Semua kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan, produk perawatan diri, obat-obatan, pakaian, dan alat tulis, ada semua.

Hanya, ada perbedaan ketersediaan barang di beberapa cabang karena menyesuaikan luas tempatnya. Contohnya, di Pamella Satu kita bisa membeli sayuran, buah-buahan, hingga bumbu-bumbu jadi di open chiller. Sementara itu, di Pamella Tujuh, nggak tersedia. Kondisi ini juga berlaku di Mirota Kampus dan Mirota Kampus Mini.

Tapi, sejauh yang saya lihat, Mirota memiliki koleksi busana dan alat tulis yang jauh lebih lengkap dan update dibandingkan Pamella. Tapi balik lagi ke selera dan preferensi, sih.

Dinamika berbelanja di 2 swalayan yang paling dicintai oleh warga Jogja ini memang nggak selalu sama di setiap kunjungan. Tapi kalau dirata-rata, pengalaman saya berbelanja di Mirota lebih banyak sisi positifnya. 

Selain dari perbandingan-perbandingan di atas, saya juga lebih banyak belanja di Mirota karena pencahayaannya lebih terang dibandingkan Pamella. Yah, namanya saja preferensi.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Dosa Kecil Mirota Kampus Jogja yang Puluhan Tahun Masih Ada dan Bikin Nggak Nyaman Pelanggan Lama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2024 oleh

Tags: JogjaMirotamirota kampusPamellapamella satuPamella Supermarketpemalle tujuhsupermarket terdekatswalayan terdekattempat belanja di jogja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Lamongan Destinasi Liburan yang Logis ketimbang Jogja (Unsplash)

Ketimbang Jogja, Lamongan Adalah Destinasi Paling Logis untuk Liburan Tahun Baru

30 Desember 2024
Jalan Lempuyangan, Jalur KA Paling Menjengkelkan di Jogja (Unsplash)

Jalan Lempuyangan, Perlintasan Kereta Api Paling Menjengkelkan di Jogja

1 April 2025
Ramai Mall Jogja Sekarat, Tempat Belanja yang Pernah Jadi Primadona Itu Kini Ditinggalkan Warga Mojok.co

Ramai Mall Jogja, Tempat Belanja yang Pernah Jadi Primadona

12 Juli 2024
3 Rekomendasi Tempat Belanja Alat Praktikum Andalan Mahasiswa Teknik Elektro di Jogja

3 Rekomendasi Tempat Belanja Alat Praktikum Andalan Mahasiswa Teknik Elektro di Jogja

2 September 2024
Wisdom Park UGM, Oase di Tengah Minimnya Taman Kota di Jogja Mojok.co

Wisdom Park UGM, Oase di Tengah Minimnya Taman Kota di Jogja

31 Oktober 2023
3 Air Terjun Dekat Kota Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal mojok

3 Air Terjun Dekat Kota Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan

20 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.