Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mie Gacoan Masih Lebih Unggul Dibanding MieKita Cimahi

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
5 Agustus 2024
A A
Mie Gacoan Masih Lebih Unggul Dibanding MieKita Cimahi Mojok.co

Mie Gacoan Masih Lebih Unggul Dibanding MieKita Cimahi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain Mie Gacoan, di Kota Cimahi kita bisa menemukan restoran lain dengan menu makanan utama berupa mie seperti MieKita. Sekilas, MieKita terlihat seperti bisa menjadi pesaing berat bagi Mie Gacoan Cimahi. Tempatnya cukup luas dan nyaman. Menu yang tersedia pun tidak jauh berbeda. Malah variasi mie pun dibuat lebih banyak daripada menu yang ada di Mie Gacoan. Nggak heran kalau warga Cimahi memprediksi tempat ini bisa menyaingi waralaba Gacoan.

Akan tetapi, setelah saya dan teman-teman mencicipi langsung makan di MieKita, kami sepakat kalau Mie Gacoan jauh lebih unggul. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan MieKita ya, ini hanya murni pengalaman saya makan di sana. Semoga manajemen MieKita bisa melihat tulisan ini sebagai kritikan yang membangun. 

#1 Pengunjung MieKita bayar biaya pelayanan, tapi pelayanannya self service 

Memang di beberapa restoran umumnya biaya pesanan itu dikenakan tarif PPN. Selain itu, memang ada juga restoran yang mengenakan tarif pelayanan sebagai biaya tambahan untuk membayar pelayanan ekstra yang sudah pegawai berikan. Namun, yang membuat bingung ketika berkunjung ke MieKita ini adalah kami tetap dikenai biaya ekstra pelayanan, padahal konsepnya self-service. Kami membawa makanan dari tempat drop makanan ke meja sendiri. Kalau jaraknya cukup jauh, merepotkan juga sih.

#2 Pemanggilan nomor pesanan yang bikin kesal

Tujuan saya dan rekan-rekan ke sini selain untuk makan sekaligus ngobrol. Namun, obrolan kami harus terganggu oleh suara nomor urut pesanan. Andai saja ada pelayan yang mengantar makanan dari dapur ke meja pembeli, saya yakin suasananya akan lebih kondusif. Tidak seperti antrean puskesmas seperti sekarang ini. 

#3 MieKita perlu memerika ulang pesanan sebelum diserahkan ke pengunjung

Di menu makanannya, MieKita ini menghadirkan minuman-minuman yang tampak begitu menyegarkan. Tidak ketinggalan, nama-nama minumannya yang lucu mengundang penasaran. Namun,  entah pegawainya sedang kecapekan atau sistemnya yang lalai, di minuman teman saya terdapat serangga. MieKita Cimahi punya itikad baik dengan mengganti minuman teman saya. Namun, tetap saja, kejadian tersebut bakal terus terkenang dalam memori. 

#4 Banyak hal yang lebih elok ketimbang menjadikan jepit jemuran sebagai penanda

Ketika makanan sudah diserahkan, terdapat kejanggalan lain yang kami alami. Entah apa yang dipikirkan oleh pengelola MieKita, mereka malah menggunakan jepit jemuran di pinggir mangkok untuk membedakan jenis mie yang dipesan. Serius, jepitan yang biasa dipakai untuk jemuran. Terlepas dari etis atau tidak, rasa-rasanya menjadikan jepitan jemuran sebagai penanda beda jenis mie di pinggir mangkok terasa kurang elok, apalagi estetik. 

Banyak cara lain yang bisa dipakai ketimbang menggunakan jepitan jemuran untuk membedakan jenis mie. Seperti membedakan warna sendok, diberi catatan di sticky note yang bisa ditempel, atau kalau emang mau pakai jepitan, kan, bisa pakai jepitan lain yang lebih estetik ketimbang pakai jepitan untuk jemuran.

Sekali lagi, mohon maaf MieKita Cimahi atas tulisan ini. Saya hanya ingin ada persaingan sehat kuliner-kuliner di Cimahi supaya kualitasnya selalu terjaga. Jangan sampai hanya Mie Gacoan saja yang menguasai dunia mie di Cimahi. MieKita perlu terus berkembang supaya bisa menjadi pesaing yang imbang. Semoga kritik ini jadi bagian yang membangun. 

Baca Juga:

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Warung Bakso Paling Enak di Kota Cimahi, Rasanya Bisa Diadu dengan Bakso Malang yang Terkenal Itu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2024 oleh

Tags: cimahikuliner cimahimie gacoanmiekitamiekita cimahi
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

5 Aturan Tidak Tertulis Saat Pertama Kali Makan di Mie Gacoan

5 Aturan Tidak Tertulis Saat Pertama Kali Makan di Mie Gacoan

21 Juni 2025
Mie Kober, Mie Gacoan, dan Mie Sakera: Mana yang Lebih Digandrungi Anak Muda Jember? terminal mojok.co

Mie Kober, Mie Gacoan, dan Mie Sakera: Mana yang Lebih Digandrungi Anak Muda Jember?

13 Januari 2021
Sudah Saatnya Mie Gacoan Buka di Nganjuk supaya Warganya Nggak Usah Jauh-jauh ke Kediri Mojok.co

Sudah Saatnya Mie Gacoan Buka di Nganjuk supaya Warganya Nggak Usah Jauh-jauh ke Kediri

23 Januari 2024
Mie Gacoan Nggak Usah Buka Cabang di Bangkalan Madura, Sudah Ada Mie NteHOT yang Siap Bikin Kalian Gulung Tikar! mie endess

Mahasiswa Tak Perlu Menolak Pembukaan Mie Gacoan di Bangkalan, Mie Gacoan Tak Mungkin Mematikan Produk Lokal

14 September 2024
Ilustrasi Jalan Gejayan Brengsek karena Ulah Pemerintah Jogja Sendiri (Unsplash)

Jalan Gejayan Semakin Brengsek karena Ulah Pemerintah Jogja Sendiri

21 Juni 2024
Blora Tetap Sulit Berkembang meski Sudah Ada Mixue, Bioskop, hingga Mie Gacoan

Blora Tetap Sulit Berkembang meski Sudah Ada Mixue, Bioskop, hingga Mie Gacoan di Sini

17 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Sarjana Sastra Inggris Percuma Kuliah, Kursus Aja Udah Cukup (Unsplash)

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

4 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal
  • Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten
  • 5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita
  • Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi
  • 4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok
  • Ortu Lebih Rela Jual Tanah buat Modal Anak Kerja di Jepang, Rp40 Juta Mending buat LPK ketimbang Rugi Dipakai Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.