Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Rahasia Mie Sedaap Cup yang Sukses Mengakhiri Kejayaan Pop Mie

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
15 Agustus 2024
A A
6 Rahasia Mie Sedaap Cup yang Sukses Mengakhiri Kejayaan Pop Mie

6 Rahasia Mie Sedaap Cup yang Sukses Mengakhiri Kejayaan Pop Mie (Website Wings Corp)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukan tidak mungkin kiamat bagi Pop Mie akan terjadi di masa depan jika terus-terusan dikejar Mie Sedaap Cup.

Wings Corp menjadi salah satu perusahaan consumer goods yang cukup besar di Indonesia. Perusahaan ini terkenal dengan budaya meniru produk-produk yang menjadi market leader. Tak jarang produk dari Wings dianggap sebagai kelas dua lantaran selalu mengekor kesuksesan produk lain.

Salah satu produk besutan Wings Corp yang paling mudah dikenali adalah Mie Sedaap. Merek mie instan ini dibuat untuk menyaingi hagemoni Indomie. Meskipun sempat terseok-seok, perlahan namun pasti Mie Sedaap berhasil mengamankan posisinya untuk membayangi kesuksesan Indomie. Setelah berhasil dengan Mie Sedaap, Wings melakukan gebrakan lain. Membuat Mie Sedaap Cup yang tujuannya jelas untuk membayangi kesuksesan Pop Mie.

Selama ini Pop Mie ada dalam top of mind mie instan dalam cup di Indonesia. Bahkan namanya telah menjadi substitusi bagi mie instan cup itu sendiri, sebagaimana Odol dan Aqua. Namun, sejak kehadiran Mie Sedaap Cup yang semakin gemilang, Pop Mie dipaksa untuk berbagi ruang. Bahkan menurut Top Brand Award Mie Sedaap Cup memiliki market share yang besar di tahun 2024 ini meninggalkan Pop Mie di posisi kedua.

Lantas, apa sih manuver Mie Sedaap Cup sehingga bisa menyalip kejayaan Pop Mie? Mari kita bahas satu per satu.

Harga Mie Sedaap Cup lebih murah

Sebagaimana kebiasaan Wings selama ini, mereka rajin membuat duplikasi, kemudian membuat pengembangan versi mereka sendiri. Langkah selanjutnya, Wings akan mematok harga yang lebih miring dari para kompetitornya. Tak terkecuali produk mie instannya.

Mie Sedaap dan Mie Sedaap Cup memang dijual dengan harga yang lebih murah dibanding Indomie dan Pop Mie. Gramasinya juga sedikit lebih banyak. Dulu, dua perbedaan ini terlihat lebih kentara. Namun perlahan-lahan semakin samar, bahkan tidak disadari.

Tak perlu selisih harga yang besar. Beda beberapa ratus rupiah saja sudah membuat pembeli pragmatis seperti saya akan tergiur. Lebih murah dan banyak, berarti akan membuat saya lebih kenyang dan puas. Itulah pertimbangan pertama saya ketika mencoba produk Mie Sedaap Cup di awal peluncurannya. Rasa bisa diuji di tahap selanjutnya.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

Membawa pengalaman makan mie instan kemasan reguler ke dalam versi cup

Setelah lolos uji harga dan kuantitas, mari kita bicarakan soal rasa. Ternyata rasa Mie Sedaap Cup tergolong menarik. Mereka benar-benar menawarkan experience yang sama dengan memakan mie instan dalam kemasan kantong. Rasanya benar-benar sama persis. Bahkan dengan kondimen yang lebih komplit. Cocok untuk penggemar berlidah medhok mengingat Mie Sedaap punya karakteristik bumbu yang lebih bold daripada rumpun produk Indomie.

Tak berhenti di situ, tekstur mie yang dipilih juga plek ketiplek. Berbeda dengan Indomie dan Pop Mie yang memiliki tekstur mie berbeda. Inilah keunggulan Mie Sedaap, mereka rajin mengimprovisasi formulanya sehingga mie yang dulu disepelekan karena berbagai kekurangannya, perlahan jadi favorit masyarakat.

Mie Sedaap Cup menawarkan varian rasa yang lebih berani daripada Pop Mie

Mulanya, Mie Sedaap Cup hanya merilis varian rasa yang standar bagi mie instan cup. Pilihan rasanya dibuat sama dengan Pop Mie versi klasik. Kemudian mereka melakukan inovasi baru yang brilian. Menghadirkan varian best seller dari mie kemasan reguler untuk dibuat versi cup-nya. Misalnya saja rasa Kari Spesial dan Korean Spicy. Semenjak Kari Spesial dibuat versi cup, saya jadi berpindah ke Mie Sedaap Cup setiap ada kesempatan.

Pop Mie juga cukup rajin mengeluarkan inovasi baru. Sayangnya sifatnya hanya seasonal. Seperti saat mengeluarkan seri Kari Susu-Keju dan seri PON. Berbeda dengan Mie Sedaap Cup yang inovasinya dimaksudkan untuk jangka panjang.

Saat ini, Pop Mie mulai menyadari kelemahannya. Mereka mulai menghadirkan varian best seller mie reguler ke dalam kemasan cup, yaitu saaat merilis Pop Mie Tori Miso dan Tori Kara. Barangkali Pop Mie harus menghadirkan lebih banyak varian best seller dalam varian cup. Misalnya rasa Mie Goreng Aceh, Rendang, dan Soto Lamongan.

Mie Sedaap Cup meninggalkan kemasan styrofoam

Mie instan cup hadir dengan kemasan styrofoamnya yang ikonik. Namun seiring tingginya perhatian terhadap isu kesehatan dan lingkungan, kemasan styrofoam mulai disisihkan. Mie Sedaap Cup sudah lebih dulu hijrah ke kemasan paper cup, diyakini lebih ramah untuk tubuh dan ligkungan.

Sedangkan Pop Mie masih setia dengan kemasan styrofoamnya yang jadul. Mereka baru memakai kemasan paper cup pada varian terbarunya saja, yaitu Pop Mie Tori Miso dan Tori Kara.

Desain kemasannya lebih asik daripada Pop Mie

Barangkali hal ini jadi pertimbangan minor bagi seseorang dalam memilih produk. Namun bagaimanapun desain kemasan tetap ada pengaruhnya terhadap pilihan konsumen. Sejak awal, Mie Sedaap Cup hadir dengan desain yang lebih asik. Ilustrasi makanannya ditampilkan secara gamblang di tubuh kemasan.

Bandingkan dengan Pop Mie yang desainnya monoton dari jaman baheula. Barangkali Pop Mie merasa terlalu nyaman dengan posisinya sebagai market leader sehingga menganggap improvisasi desain kemasan adalah hal yang remeh. Atau, mereka memang sengaja mempertahankan kesan klasik. Entah mana yang benar. Yang jelas mie instan dalam cup besutan Indofood ini mulai terlihat ikut-ikutan mempercantik desain kemasannya sejak merilis varian Pedes Gledek dan Pedes Dower.

Lebih rajin ikut event

Selain kualitas produk yang semakin stabil, Mie Sedaap Cup turut mengimbanginya dengan marketing yang masif. Segala lini media sosial dipakai untuk beriklan. Mereka rajin memasang booth di berbagai event. Termasuk nongol di rest area saat mudik lebaran. Sebuah strategi jitu untuk memperkenalkan produk pada pengendara jalan yang sangat membutuhkan asupan makanan murah.

Mie Sedaap Cup berani turun ke segmen bawah. Nggak harus menunggu event besar yang prestisius untuk melakukan promosi. Maka tak usah heran dengan kegigihannya merintis dari bawah, akhirnya usaha Mie Sedaap Cup mulai berbuah manis. Kesuksesan menyalip kepopuleran Pop Mie adalah buktinya.

Pop Mie memang tidak akan serta merta kehilangan penggemar fanatiknya. Namun bukan tidak mungkin kiamat bagi sang legenda akan terjadi di masa depan. Apalagi jika Pop Mie tidak segera keluar dari zona nyaman. Saat ini Pop Mie mulai berupaya untuk mengejar ketertinggalan. Sebuah usaha yang terlambat, namun tetap lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Kombinasi Pop Mie yang Paling Cocok. Enaknya Kebangetan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2024 oleh

Tags: indomiemie instanmie sedaapMie Sedaap Cuppilihan redaksipop mie
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi

11 Agustus 2022
5 Ciri Warung Soto Enak di Jogja terminal mojok.co

5 Ciri Warung Soto Enak di Jogja

6 Oktober 2021
Kos LV di Gamping Sleman Banyak Diminati Mahasiswa Membuat Warga Sekitar Resah Mojok.co

Kos LV di Gamping Sleman Banyak Diminati Mahasiswa Membuat Warga Sekitar Resah

12 Mei 2025
3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Ambarawa terminal mojok

3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Ambarawa

28 November 2021
5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi Terminal Mojok.co

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi

13 Maret 2022
Bolehkah Kami Hidup Tenang di Sultan Ground Jogja? terminal mojok.co

Bolehkah Kami Hidup Tenang di Sultan Ground Jogja?

21 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.