Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Meski Akses Banyak, Tetap Saja Dapat Skor TOEFL 550 Itu Susah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
22 Mei 2021
A A
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin, twit dosen yang menanyakan kepada generasi Z alias anak umur 17-21 emangnya susah dapat TOEFL 550 meski sudah terpapar banyak akses belajar bahasa Inggris macam YouTube, film, e-book itu meledak. Ibu itu—meski nadanya jelas banget ngejudge—berpendapat, generasi sekarang harusnya bisa dapat angka segitu dengan mudah ketimbang generasi dia—boomer.

Sekilas, sekilas nih, kalau mau berprasangka baik, ibu itu bener juga. Maksudnya, apa yang tidak mungkin di dunia ini di masa kini? Saya pikir, kecuali kesetaraan dan naiknya UMR Jogja ke angka yang masuk akal, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mungkin sekarang saya redaktur Mojok, tapi siapa tahu dalam dua bulan nanti saya jadi pebisnis properti sukses? Mungkin banget loh itu. Modal bisa didapat lah. Kalau nggak utang bank, ya kuat-kuatin ikhtiar biar menang parlay.

Bercanda lho, hehehe.

Tapi, benarkah semudah itu? Apakah kini standar kemampuan bahasa Inggris jadi naik karena akses yang mudah? Apakah benar skor TOEFL 550 itu—di masa kini—mudah didapat?

Jawabnya sih, tidak.

Jujur ya, kalau dibilang akses teknologi mempermudah kita belajar bahasa Inggris, iya. Tapi, toefl itu urusan yang berbeda. Apalagi skor toefl 550 itu masuknya ke kategori competent, yang berarti masuk golongan yang susah gitu lho. Tapi, ya mungkin banget orang dapet skor kayak gitu.

Kenapa saya kesannya bilang toefl 550 itu susaaah banget, ya karena fakta yang saya liat di lapangan kayak gitu. Sejauh ini, saya jarang banget liat sesama mahasiswa jurusan Sastra Inggris punya skor segitu gede. Skor TOEFL minimal kelulusan di kampus saya dulu 500, itupun ngap-ngapan orang dapetnya, bisa berkali-kali tes. Mayoritas sih umurnya jauh lebih muda daripada saya. Saya lulus umur 26, temen-temen barengan wisuda banyak yang umurnya jauh lebih muda.

Mesti kalian nanya, kok bisa mahasiswa Sastra Inggris bisa kesusahan dapet skor TOEFL 500?

Baca Juga:

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

Ya karena emang susah, menurut mereka. Kalian yang pernah ambil tes TOEFL tau dah susahnya kek gimana. Saya masih inget dulu semester empat, mata kuliah macam Structure, Reading, Listening, itu pakai materi buat lancar ngerjain TOEFL. Jadi, untuk ngerjain tes, terutama jika pengin dapet skor yang tinggi, materinya ada sendiri. Seinget saya loh.

Lagian, kalian harus inget bahwa sertifikat TOEFL kalian itu hanya berlaku dua tahun. Kalau kalian ambil tes tahun 2018, dan dapet skor TOEFL 550, tahun ini skor kalian nggak ada artinya. Kalian harus tes lagi. Nah, kalau kalian emang masih mengasah kemampuan dan materi bahasa Inggris kalian, skor itu gampang banget diraih kembali. Kalau nggak? Ya remuk.

Apakah skor TOEFL itu menandakan kemampuan kalian sebenarnya? NGGAK. Kalian boleh punya aksen yang medok, asalkan kalian bisa berkomunikasi dan kedua belah pihak menerima pesannya secara utuh, itu udah cukup. Berbahasa Inggris itu nggak seribet apa yang grammar Nazi bilang. Kalau mikir aksen, grammar, atau hal-hal non esensial, kita nggak akan menemukan video orang India yang ngasih kita tutorial hal apa pun.

Yang penting tuh kita bisa menyampaikan meaning dengan tepat, pronunciation kalian nggak ancur-ancur banget, bisa grammar dikit-dikit kayak paham bentuk lampau dan semacamnya, serta pede. Emangnya yang skor TOEFL 550 itu pasti lancar kalau ngomong? Belum tentu.

Sebenernya tuh yang perlu dilurusin dari ibu tersebut bilang (harusnya) generasi sekarang mudah dapet toefl 550 itu adalah perkara penilaian generasi tua ke generasi muda. Generasi tua sering kali menciptakan konflik yang tidak perlu karena merasa lebih tau, semata karena hidup lebih lama.

Padahal yang luput disadari adalah, generasi muda hidup dalam keadaan zaman dan situasi yang berbeda ketimbang generasi tua. Pun sebenarnya ada hal-hal yang tak berbeda, seperti bahwa kemampuan orang beda-beda, makanya tidak bisa pukul rata.

Kalau hanya berpegang banyak akses=pasti bisa, lha semua orang bisa coding, dong. Kalau logikanya kayak gitu, harusnya semua siswa itu masuk ranking satu, ha wong materi sama, buku juga sama, guru juga sama, mosok bisa dapet skor yang beda?

Maka dari itu, geger skor TOEFL 550 ini sebenarnya membuka wawasan bahwa masih banyak orang yang belum paham bagaimana suatu sistem bekerja, tapi ngomong seakan-akan seorang pakar. Dunia idealnya bakal jadi jauh lebih baik andai semua orang tidak berusaha jadi pakar meski nggak paham apa-apa. Tapi, ya namanya dunia ideal itu selalu jauh dari realitas, kan?

Dan bagi kalian yang mentalnya kena gara-gara twit ibu tersebut, nggak apa-apa kalau kalian nggak bisa dapet skor TOEFL 550. Biasa aja, jangan berhenti belajar. Meski begitu, jangan berhenti berusaha untuk dapet skor TOEFL yang besar. Yang penting, tidak menghakimi yang tidak bisa dapet skor besar.

Ha wong jadi presiden aja nggak diminta punya TOEFL tinggi kan?

BACA JUGA Mahasiswa Sastra Inggris Pasti Bisa Dapat Skor TOEFL Tinggi? Belum Tentu dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: Bahasa Inggrisbelajar bahasa inggrissastra inggrisskor toefl 550twit viral
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

20 Singkatan Bahasa Inggris Gaul, Kunci Bisa Membaur di Media Sosial Mojok.co

20 Singkatan Bahasa Inggris Gaul, Kunci Bisa Membaur di Media Sosial

21 Desember 2023
7 Lagu Westlife Paling Dikenang Sepanjang Masa, Generasi 90-an Pasti Pernah Belajar Bahasa Inggris dari Lagu-lagu Ini Terminal Mojok

7 Lagu Westlife Paling Dikenang Sepanjang Masa, Generasi 90-an Pasti Pernah Belajar Bahasa Inggris dari Lagu-lagu Ini

24 September 2022
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca di Kampung Inggris terminal mojok.co

Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca di Kampung Inggris

19 November 2020
Sebelum Nyinyirin Orang Indonesia yang Ngomong Pakai Bahasa Inggris, Baca ini Dulu Aja!

Nggak Perlu Malu Belajar Bahasa Inggris meski Sudah Dewasa

13 September 2020
Gelar Kampung Inggris yang Membebani Warga Pare

Gelar Kampung Inggris yang Membebani Warga Pare

30 Januari 2022
Pria Ini Hanya Bermodalkan Pacaran Bisa Kuliah S2 di Luar Negeri (Unsplash)

Pria Ini “Hanya Bermodalkan Pacaran” Bisa Kuliah S2 di Luar Negeri

5 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak (Unsplash)

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

14 Juni 2026
Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada Mojok.co

Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

15 Juni 2026
Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

11 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.