Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Merdeka Secara Finansial Bukan Jaminan Merdeka Sebagai Individual

Aliurridha oleh Aliurridha
29 Desember 2019
A A
Merdeka Secara Finansial Bukan Jaminan Merdeka Sebagai Individual
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang teman mampir setelah tiga tahun lamanya tak berjumpa. Darinya saya mengenal bisnis Sarang Burung Walet yang penghasilannya tidak main-main. Saking besar nominal penghasilannya sampai tetangga menyangka dia memelihara tuyul. Dia yang dulunya bahkan tidak menyelesaikan SMA kini sukses secara finansial. Punya rumah, mobil, beberapa unit sepeda motor, dan properti lainnya. Namun ada sesuatu yang dia keluhkan, kuasa atas dirinya sendiri. Ia merasa tak lagi punya waktu bahkan untuk menikmati apa pun yang ia hasilkan.

Menjadi agen dalam usaha Sarang Burung Walet memang menguntungkan, tapi selayaknya seorang agen (baca: pion) dengan penghasilan yang lebih dari cukup tetap saja dia tidak memiliki kuasa atas dirinya. Semua kuasa itu telah diserahkannya kepada konglomerat yang menjadi bosnya, Sarang Burung yang merupakan usahanya, dan uang yang jadi tujuannya.

Ketika si bos yang konglomerat meminta untuk dicarikan Sarang Burung dengan jumlah yang ditentukan oleh bosnya, dia harus bisa memenuhinya meskipun harus keliling mencari di Lombok, Sumbawa, Bima, maupun Dompu. Bisa saja hingga berwaktu-waktu tidak sempat pulang ke rumah. Bahkan dia pernah bercerita selama bulan Ramadan hanya satu hari pulang karena tuntutan dari bosnya belum terpenuhi. Mengapa tidak berhenti?

Tidak mungkin! Godaannya terlalu berat. Di mana lagi dia mau dapet finansial sebesar ini tanpa modal besar, baik modal kapital ataupun modal pengetahuan. Jika dia balik ke pekerjaannya yang semula dia mungkin mentok dengan penghasilan yang pas-pasan tidak akan menikmati status sosial sebagai kelas menengah. Di mana lagi dia bisa menikmati mempekerjakan dan juga memerintah bawahan. Bisnis yang tidak perlu modal besar, hanya kepercayaan dan jaringan.

Ternyata semua ada harganya. Harganya terlalu berat hingga dia tidak mampu mengacuhkan atau menolak pekerjaannya meskipun sering dia keluhkan. Ada ketimpangan relasi yang muncul antara dia dan pekerjaannya. Terdapat ketidaksimetrisan relasi kekuasaan dimana pekerjaannya ternyata memiliki kuasa lebih besar dari dirinya. Bagaimana itu bisa terjadi?

Menurut Foucault, kekuasaan meliputi segala aspek kehidupan manusia. Selama ada dimensi maka akan ada relasi antara yang mengikuti dan melekat padanya. Kekuasaan tersebut beroperasi secara tidak sadar dalam jaringan kesadaran manusia yang mana sifatnya tidak represif tetapi justru menormalisasi struktur hierarki dalam masyarakat. Sebagai contoh seorang anak yang secara normatif patuh pada perintah orang tuanya tanpa ada paksaan atau seorang anak perempuan yang belajar memasak meskipun tidak dipaksa oleh ibunya. Semua dilakukan sebagai bentuk praktik sosial yang normal dalam struktur budayanya.

Foucault mendefinisikan kekuasaan sebagai praktik sosial yang berlangsung dalam institusi terhadap seorang individu. Kekuasaan dalam perspektif Focault tersebar di mana-mana dalam setiap relasi sosial masyarakat yang mengontrol cara pikir, persepsi, dan aktivitas manusia tanpa disadari. Seperti halnya teman saya ini penghasilannya yang tinggi justru tidak memegang kendali atas dirinya alias kuasa tidak lagi berada pada dirinya. Bahkan untuk berhenti pun, ia sama sekali tidak berani.

Ketika kekuasaan tidak dimengerti dengan baik maka dominasi kuasa itu bisa memanipulasi manusia. Hal ini akan menimbulkan permasalahan baru bahkan menimbulkan patologi sosial. Seorang yang tidak pernah bisa berhenti bermain judi online padahal dia harusnya berangkat kerja mencari nafkah untuk anak istrinya. Juga seseorang yang terus saja menonton video-video prank nirfaedah di YouTube yang membuatnya kehilangan kendali atas dirinya di mana aktivitas memegang kuasa melebihi dirinya. Hal ini membuatnya tidak bisa berhenti melakukan aktivitas tersebut meski mengetahui aktivitas tersebut tidak baik untuknya.

Baca Juga:

Bisakah Bertahan di Jakarta dengan Gaji di Bawah UMR? Tentu Saja Bisa, Ini Caranya

5 Anak Chaebol di Jagat Drama Korea yang Baik Hati

Seperti kasus teman saya itu ia tidak lagi menjadi memegang kendali atas pekerjaannya, namun pekerjaannya yang justru memegang kendali atas dirinya. Semua itu dikarenakan norma yang ia percayai bahwa apapun yang ia lakukan harus bisa menyenangkan atasannya. Faktor lainnya adalah nominal uang yang dihasilkan yang membuatnya tidak mampu menolak itu semua meski harus mengorbankan kuasa dirinya atas aktivitasnya.

Hilangnya kuasa diri ini merupakan bukti bahwa relasi kekuasan tidak hadir hanya lewat hubungan manusia dengan manusia lainnya ataupun institusi tapi relasi kekuasaan bisa muncul dari hubungan manusia dengan benda yang dimilikinya ataupun aktivitasnya sendiri. Uang, kekayaan, penghasilan yang tinggi, aktivitas yang menyenangkan bisa memanipulasi pikiran manusia hingga menghilangkan kemampuan manusia dalam memutuskan mana yang baik dan tidak baik untuknya. Lantas, bagaimana cara kita melihat apakah kekuasaan berada pada diri kita atau berada di luar diri kita?

Mudah saja. Cobalah untuk berhenti pada aktivitas yang kerjakan. Jika anda tidak bisa berhenti dengan mudah berarti kekuasaan tidak ada pada diri anda. Namun jika Anda susah atau bahkan tidak bisa berhenti meski mengetahui itu tidak baik, maka Anda sebaiknya berpikir ulang. Mungkinkah Anda memiliki kuasa atas diri Anda?

Kalau jawabannya tidak, Anda harus menjawab pertanyaan selanjutnya, masih perlukah semua itu dipertahankan? Karena merdeka secara finansial tidak menjamin kemerdekaan sebagai individual.

BACA JUGA Pedoman Melakukan Financial Planning Sendiri atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: finansialkonglomeratsukses
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Bekerja Sesuai Passion Itu Klise, Layaknya Kata Manis yang Bikin Diabetes terminal mojok.co

Kunci Sukses Mana yang Lebih Menentukan: Membangun Relasi atau Mengasah Soft Skill Dulu?

23 Mei 2020
Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja (Unsplash) umr

Bisakah Bertahan di Jakarta dengan Gaji di Bawah UMR? Tentu Saja Bisa, Ini Caranya

23 September 2023
Meniti Karier Itu Harus Pelan, Nggak Usah Ngebet Pengin Terkenal

Meniti Karier Itu Harus Pelan, Nggak Usah Ngebet Pengin Terkenal

4 September 2020
bahagia walau tidak berguna, Quarter Life Crisis: Kenapa Kita Sangat Peduli Terhadap Angka

Quarter Life Crisis dan Alasan Kenapa Kita Sangat Peduli Terhadap Angka (Khususnya Gaji)

27 November 2019
Metode Konyol yang Menghantarkan Peserta CPNS Melewati Passing Grade

Metode Konyol yang Menghantarkan Peserta CPNS Melewati Passing Grade

17 November 2019
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Tak Peduli Apa Latar Belakangmu, Literasi Keuangan Itu Penting!

3 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.