Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menjadikan Orang Hilang Sebagai Strategi Marketing: Kreativitas yang Kebablasan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
2 September 2019
A A
strategi marketing

strategi marketing

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, tepatnya menjelang akhir bulan Agustus 2019, linimasa Twitter diramaikan oleh huru-hara tentang hilangnya seorang anak. Dengan tagar #JojoDimana, beberapa public figure pun ikut memosting foto anak yang diduga hilang tersebut, lengkap dengan contact person juga akun Instagram mana yang bisa dihubungi jika menemukan anak tersebut.

Pada foto yang beredar, dituliskan bahwa anak yang hilang terakhir memakai kaos putih dan sarung ijo di sekitar warung kelapa ijo. Yang lebih membuat heboh adalah beberapa media yang juga mencuitkan hal yang sama perihal hilangnya seorang anak. Sampai dengan poin ini, wajar jika beberapa masyarakat percaya bahwa hilangnya seorang anak adalah benar adanya.

ADVERTISEMENT

Namun, tidak dengan banyak warganet alias netizen. Setelah dicari tahu lebih lanjut, ada banyak kecurigaan atau kejanggalan yang muncul. Bermula dari akun Twitter @aMrazing yang menjelaskan bahwa info yang beredar tentang hilangnya seorang anak hanya iklan biskuit.

Setelah mendapat informasi tersebut, twit yang diposting oleh public figur langsung mendapat banyak hujatan pada kolom reply-nya. Tak terkecuali kolom reply pada akun Twitter beberapa media yang juga menginfokan hal yang sama—tentang anak hilang.

Bahkan, untuk membuktikan bahwa info tentang anak hilang adalah benar merupakan strategi marketing dari iklan biskuit, saya sempat menelfon nomor contact person yang tertera pada foto yang diposting di nomor 081*-*99*-*5*5. Setelah saya telfon, jawabannya justru malah seperti ini: “terima kasih telah mencari Jojo yang hilang. Mau tau Jojo ke mana? Temukan jawabannya di web series keluarga Jawara..”.

Tanpa menunggu sampai akhir percakapan, saya langsung menutup teleponnya karena sudah cukup membuktikan bahwa hal itu merupakan bagian dari strategi marketing. Pertama iklan biskuit dari produk ternama, lalu untuk lebih lanjutnya lihat di web series.

Strategi marketing itu sontak mendapat sedikit pro dan banyak sekali kontra. Untuk yang pro, bukan berarti mengiyakan bahwa strategi marketing yang digunakan adalah benar. Namun, dari sisi lain yang didapat, harus diakui terbilang efektif membuat geger dan viral, sehingga banyak orang langsung mencari tahu produk baru yang dimaksud—mengetahui dengan sendirinya. Menjadi wajar karena kini, yang mendadak viral pasti langsung dicari tahu oleh netizen sampai ke akar-akarnya.

Jika banyak kontra hingga menghasilkan banyak hujatan dari netizen pun bisa dipahami, sebab menggunakan info anak hilang demi memasarkan sesuatu rasanya tidak etis. Jika dirangkum, banyak yang satu suara—menyatakan ketidaksetujuan atas strategi marketing tersebut—akan ketidakpekaan terhadap mereka yang benar-benar kehilangan anggota keluarganya karena kasus penculikan.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Nyaris Gabung Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman. Gajinya Besar, tapi Harus Jadi Cewek Seksi dan Bisa Sexting

Pengangguran Apes setelah Menjadi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Facebook. Niat Cari Kerja Malah Duit Melayang dan Mental Remuk

Kemudian, kekhawatiran dan narasi pun meluas, seperti bagaimana jika pada waktu mendatang betul-betul ada informasi mengenai orang hilang lalu banyak orang yang sudah tidak lagi percaya akan info tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah campagin atau lagi-lagi hanya strategi marketing? Dan bagaimana jika orang yang sebelumnya berniat baik dan tulus untuk menolong pun menjadi urung karena kekhawatiran yang sama?

Saya pikir, itu efek laten dalam jangka panjang dari strategi marketing semacam ini. Memang, banyak orang yang sudah pintar dapat membedakan ini dan itu, tapi dalam waktu yang bersamaan dapat juga mengaburkan informasi sekaligus menimbulkan keraguan atas informasi yang ternyata memang benar di kemudian hari.

Ernest Prakasa pun sempat angkat bicara mengenai informasi ini. Melalui akun Twitternya, Ernest me-retweet sekaligus menyampaikan bahwa jika memang benar (info mengenai anak yang hilang) hanya gimmick marketing, tidak belajar dari pengalaman sewaktu dulu (Ernest) “diculik”.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2012 lalu Ernest Prakasa pun pernah melakukan cara yang terbilang identik. Berpura-pura sedang ada dalam situasi penculikan, nyatanya hanya sebuah campaign atau bagian dari strategi marketing untuk salah satu merk mobil ternama. Atas kejadian itu, di waktu yang bersamaan Ernest pun mendapat banyak hujatan.

Berkaca dari kasus yang ada dan sudah terjadi sebelumnya, sepertinya pihak agency atau pun dalam hal strategi marketing harus lebih bijak dalam memilih cara untuk memasarkan suatu produk—membuat iklan. Persaingan ide dan kreativitas memang semakin ketat, membuat sesuatu menjadi viral sampai dikenal bukan berarti mengesampingkan hari nurani.

Melihat iklan yang begitu-begitu saja memang membosankan, tetapi rasanya melihat iklan yang itu-itu saja rasanya menjadi lebih baik dibanding mengorbankan hati nurani dalam proses pembuatannya sampai dengan timbul caci maki, saling menghujat, juga kegaduhan. Meski di luar dugaan, hasil yang seperti itu tentu sebelumnya bisa diperkirakan. (*)

BACA JUGA Meme Ini Bikin Saya Nggak Habis Pikir atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2019 oleh

Tags: campaignernest prakasajojodimanapenipuanstrategi marketingtrending topic
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Afiliator Marketplace di Twitter Nge-share Link Dapat Cuan, tapi Ganggu Kenyamanan Orang Terminal Mojok

Afiliator Marketplace di Twitter: Share Link Dapat Cuan, tapi Ganggu Kenyamanan Orang

28 September 2022
#eskrimdimakan

Perdebatan Tagar #EsKrimDimakan atau #EsKrimDiminum yang Nggak Penting-Penting Amat

20 Agustus 2019
Jangan Pernah Percaya APK Hack Judi Slot, Memang Ada Bandar Judi yang Mau Kalah? pinjol

Jangan Pernah Percaya APK Hack Judi Slot, Memang Ada Bandar Judi yang Mau Kalah?

29 Maret 2024
Tugas Ketua RT Bikin Ayah Saya Pernah Ketipu Sales Perusahaan Terminal Mojok

Tugas Ketua RT Bikin Ayah Saya Pernah Ketipu Sales Perusahaan

14 Januari 2021
Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini! Terminal Mojok.co

Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini!

25 Juli 2022
Kuliah di UIN (Unsplash.com)

Anak UIN Juga Manusia, Bisa Salah, Bisa Khilaf

12 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.