Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menjadi Bucin Syari dengan Syair Kasidah Burdah

Lulu Erzed oleh Lulu Erzed
7 Mei 2020
A A
Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan
Share on FacebookShare on Twitter

Kasidah burdah karangan Imam Abu Abdillah al-Busyiri menjadi salah satu karya monumental yang terkenal di khazanah kesusastraan Islam dunia. Kasidah (kumpulan syair) ini berisi sajak-sajak pujian kepada Rasulullah, pesan moral, nilai-nilai spiritual, dan semangat perjuangan.

Tidak hanya di Jazirah Arab, kasidah burdah juga banyak dikaji di Indonesia. Khususnya, ketika ngaji pasaran di bulan Ramadan, banyak pesantren yang mengkaji kasidah burdah ini untuk membedah makna di dalamnya. Seperti tahun ini di antaranya, Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus (Rembang), Kiai Said Aqil Siroj (Jakarta), Kiai Hilmy Muhammad (Yogyakarta) yang melangsungkan ngaji burdah melalui live streaming di akun media sosial pesantrennya.

Selain dikaji dengan membedah maknanya, kasidah burdah ini juga seringvkali dibaca pada majelis peringatan maulid nabi. Tidak sedikit pula yang menjadikan wirid sebagai doa karena kegundahan hati atau dibacakan kepada orang sakit. Alkisah, ketika Imam al-Bushiri menggubah syair ini dengan harapan mendapat syafaat Rasululllah, sampai pada bait 160, penyakit lumpuh yang dideritanya kemudian sembuh seperti sediakala. Subhanallah.

Beberapa baitnya juga banyak dijadikan doa khusus pada suatu majelis pengajian dimulai. Seperti bait yang sangat tidak asing lagi, yaitu “Mawlaya sholli wa sallim da-iman Abadan, dst.”, yang bermakna munajat dan permohonan kepada Allah.

Kasidah yang sangat indah. Kelihaian penyair dalam mencipta sajak dan pilihan diksi dan rima yang digunakan pun dapat kita rasakan pada syair-syair dalam kasidah burdah ini. Tidak hanya disukai oleh para penyair karena isi sajak-sajaknya yang menawan untuk dikaji, syair pada kasidah burdah ini juga digandrungi oleh setiap pembacanya.

Tapi, kalau kata anak muda sekarang, tiap bikin puisi romansa yang bermajas personifikasi, sering kali dibilang bucin. Sedikit-sedikit dibilang bucin. Padahal sejak dahulu, sudah banyak penyair Arab yang telah mengarang syair berisi hubb (cinta) atau syauq (rindu), baik kepada Tuhan, Rasul, juga sesama hambaNya.

Euforia ngaji burdah ini, biasanya nampak sekali saat masih bagian bait pertama. Tidak sedikit para santri yang ikut mengaji kitab ini, terbawa hati atau ‘baper’ dengan sajak-sajak di dalamnya. Bagaimana tidak, lha wong sajaknya emang bikin klepek, kok. Nggak heran juga, banyak yang semangat banget ngaji burdah, pas awal-awal bait doang? Ngaku, nggak?  

“Sajak-sajak ini juga banyak dijadikan puisi-puisi cinta (oleh anak muda), tapi dhomirnya diganti yang-yangan dia, bukan Nabi Muhammad lagi,” canda Gus Mus dalam Mukaddimah ngaji burdah.

Baca Juga:

Dongeng Klasik Putri Duyung: Pelajaran untuk Kaum Muda, Jangan Bucin Kalau Nggak Mau Celaka

5 Tokoh Pewayangan yang Bucin Abis

Salah satu dalam baitnya di bagian pertama nih,

Wa atsbatal wajdu khatthay ‘abratin wa dzanna, mitslal bahari ‘ala khaddayka wal ‘anami, yang artinya, “Dan rindumu sudah tidak bisa disembunyikan karena meninggalkan bekas tangis dan laramu, laksana ranting pohon an’am yang bercabang dua karena kegelisahanmu (akibat rindu).”

Asyik sekali memang, syair-syairnya. Tidak apa, kalau mau dijadikan gombal. Asal ketika sedang khusyuk membaca kasidah ini dengan niat tetap ditujukan sebagai pujian kita kepada Rasulullah Saw. Eits, tapi jangan salah, ya. Cintamu kepada yang-yangan, tidak seharusnya melebihi cinta kepada Rasul.

Jadi ya, nggak apa-apa kalau mau berbucin ria saat membaca kasidah ini. Menjadi budak cinta Rasul, tentu akan berbuah manis. Kalau sekarang ada hijab syari, pakaian syari, pedoman hidup syari, nah, kali ini ketika membaca kasidah burdah, bisa dibilang menjadi bucin syari. Hihihi

Bait demi bait dalam kasidah burdah, mampu meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah. Tak hanya sampai pada bab perbucinan syari saja. Selain berisikan ungkapan cinta dan senandung rindu kepada Rasulullah, 160 bait burdah ini terbagi dalam 10 bagian.

Bait pada bagian kedua menjelaskan peringatan dari bahaya hawa nafsu. Bagian ketiga, berisi pujian-pujian terhadap kemulian sosok Rasulullah. Bagian keempat, berisi kisah kelahiran Rasulullah. Bagian kelima, berisi mukjizat-mukjizat Rasulullah. Bagian keenam, berisikan kemuliaan dan keagungan kitab suci. Bagian ketujuh, berisi kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah. Bagian kedelapan, berisi perjuangan Rasulullah. Bagian kesembilan, berisi tawasul kepada Rasulullah. Bagian kesepuluh, berisi munajat dan permohonan hajat kepada Allah Swt.

Semoga di bulan Ramadan ini, menjadi waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah, dengan tawasul pujian-pujian kepada Rasul-Nya.

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2020 oleh

Tags: bucinKasidah BurdahTerminal Ramadan
Lulu Erzed

Lulu Erzed

ArtikelTerkait

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya

22 Mei 2020
slang

Mengapa Bucin, Kepo, dan Bahasa Slang Lainnya Harus Benar-Benar Kita Tahu Artinya?

29 Agustus 2019
Countdown Ramadan dan Bagaimana Kita Harus Menyambutnya?

Countdown Ramadan dan Bagaimana Kita Harus Menyambutnya?

24 April 2020
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

27 April 2020
bucin

Kenapa Orang yang Sayang dan Perhatian Pada Pasangannya Justru Diolok-olok Sebagai Bucin?

21 Juli 2019
bucin 4 Rekomendasi Tempat Pacaran di Jogja versi Low Budget terminal mojok.co

Menjadi Bucin Tidak Sebudak Amat pada Cinta yang Anda Kira

15 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.