Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra oleh Raihan Rizkuloh Gantiar Putra
9 April 2024
A A
Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ke belakang, viral video TikTok yang isinya kurang lebih kumpulan muda-mudi yang nggak hafal nama ibu kota provinsi di Indonesia. Lalu, dengan semena-mena netizen bilang ini adalah tanda kalau Indonesia nggak akan bisa mencapai generasi emas. Yang ada malah generasi cemas, kata mereka. 

Saya nggak tahu sih video ini gimik belaka atau bukan sampai-sampai mbak di video menyebut ibu kota Jawa Barat itu Jakarta. Kan Jabar mah Bandung atuh ibu kotanya. Kenapa Bandung? Well. 

Jujur, video ini bagi saya nggak menunjukkan gejala apa pun. Saya kok malah bingung sendiri mereka dijadikan contoh kegagalan pendidikan kita sama netizen. Tapi, saya kira, dengan IQ rata-rata kita yang mirip simpanse, reaksi netizen ini nggak mengejutkan. Kenapa demikian?

Memandang kecerdasan seseorang dari hafalan nama ibu kota jelas bermasalah

Pertama, kita kerap menyamakan bahwa orang cerdas itu adalah orang yang banyak tahu. Dalam konteks ini, netizen kita beranggapan bahwa nggak tahu nama ibu kota berarti mereka orang bodoh/tolol/cacat intelektual. Sedangkan orang yang tahu nama-nama ibu kota, maka simsalabim pintar bin cerdaslah dia.

Memandang kecerdasan dari hafalan nama ibu kota ini jelas bermasalah. Kenapa? Karena setiap orang cenderung hanya mau mengingat informasi yang relevan baginya. Kalau suatu informasi dirasa nggak relevan atau nggak berguna, ya mereka jelas akan males buat menyimpan informasi tersebut.

Contohnya, orang yang kuliah jurusan Sejarah mungkin menganggap mengetahui peristiwa ’98 atau ’65 itu jauh lebih penting ketimbang hafal ibu kota dari provinsi A sampai Z. Di sisi lain, orang yang belajar kartografi mungkin merasa sebaliknya. Hafal nama-nama daerah mungkin saja bikin pekerjaannya jadi lebih mudah. 

“Kan itu pengetahuan umum?” Iya, bener. Tapi, apakah tahu banyak soal pengetahuan umum bisa jadi indikator kecerdasan seseorang? Mungkin iya. Mungkin juga nggak. Balik lagi, ini tergantung yang bersangkutan bisa nggak memberikan argumen seberapa penting untuk tahu atau nggaknya suatu hal. 

Contoh pengetahuan umum yang bisa jadi indikator kecerdasan: matematika dasar. Bisa operasi aritmatika dan memahami bahasa matematika itu bare minimum supaya bisa berfungsi di masyarakat. Dulu kan nggak ada kalkulator tuh, jadi orang-orang di pasar transaksinya menghitung manual, dong? Makanya, matematika penting buat dipelajari walau dasar-dasar cetek.

Baca Juga:

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Kenapa seseorang harus tahu nama ibu kota provinsi?

Terus, apa argumentasi kenapa seseorang harus tahu nama ibu kota provinsi? Buat orang yang belajar kartografi, betul mungkin itu penting. Tapi, apa dampaknya untuk peradaban manusia secara umum dengan tahu nama ibu kota? Buat saya sih belum ada. Nggak ada juga tuh penjelasan dari mereka yang mengehujat orang-orang di video tadi. 

Padahal kalau kita bisa jelasin kenapa kita perlu tahu daerah tempat tinggal kita kan asik, ya? Misal, dengan tahu bahwa ibu kota Jawa Barat adalah Bandung, kita jadi gampang mencari tempat-tempat atau kebutuhan tertentu yang ada di Bandung. Kenapa Bandung? Ya gitu, deh. 

Jelas nggak ada salahnya kok tahu nama-nama daerah, itu bagus malahan. Saya tuh malah suka kagum sama orang yang hafal banyak kota. Keren aja gitu betapa luasnya pengetahuan mereka. Tapi ya itu tadi, menyamakan hafal nama kota dengan kecerdasan itu ajaib betul.

Negara baik-baik saja kalau masyarakatnya nggak hafal nama daerahnya sendiri

Jadi gini, negara nggak akan hancur kok kalau masyarakatnya nggak hafal nama daerah di negaranya sendiri. Yang bikin negara hancur itu kalau kemampuan kognitif masyarakatnya jeblok. Itulah alasan kenapa PISA menghitung kecerdasan bahasa, matematika, dan sains. Bukan hafalan nama ibu kota.

Penulis: Raihan Rizkuloh Gantiar Putra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Merasakan Slow Living di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah yang Cukup Menguras Kantong.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2024 oleh

Tags: ibu kotaibu kota provinsikecerdasankecerdasan manusiakomentar media sosialMedia Sosial
Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Duh, lieur kieu euy.

ArtikelTerkait

Format Akun 'txtdari' Belakangan Bikin Twitter Jadi Toksik terminal mojok.co

Format Akun ‘txtdari’ Belakangan Bikin Twitter Jadi Toksik

29 Oktober 2020
Strategi Promosi Film 'Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas' Memang Sempat Menipu sal priadi pemeran ajo kawir marthino lio ladya cheryl eka kurniawan mojok.co

Strategi Promosi Film ‘Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Memang Sempat Menipu

7 November 2020
Kisi-kisi Menjadi Open Minded Menurut Rakyat Twitter yang Terhormat terminal mojok.co

Nggak Pasang Foto Profil WhatsApp = Lagi Banyak Masalah Itu Rumus dari Mana?

29 Desember 2020
Pakai Jasa Paid Promote Buat Ngucapin Ulang Tahun buat Apa, sih_ terminal mojok

Pakai Jasa Paid Promote Buat Ngucapin Ulang Tahun buat Apa, sih?

23 Mei 2021
kebebasan berpendapat

Kebebasan Berpendapat di Media Sosial Bagian 2: Bodo Amat adalah Cara Bermedia Sosial Paling Benar

22 Oktober 2019
Live Streaming Seminar Skripsi di TikTok oleh Dosen Penguji Nggak Berbahaya, Malah Banyak Manfaatnya

Live Streaming Seminar Skripsi di TikTok oleh Dosen Penguji Nggak Berbahaya, Malah Banyak Manfaatnya

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.