Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
13 November 2022
A A
Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial

Second Account, Tempat Paling Merdeka di Media Sosial (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri. Dulu, merdeka dikaitkan dengan perlawanan dengan penjajahan, kini, kemerdekaan selalu tentang kebebasan untuk berekspresi. Dan tempat paling merdeka untuk berekspresi adalah second account media sosial.

Mungkin ada di antara pembaca artikel ini yang tidak paham apa itu second account. Jadi, biarlah saya terangkan sedikit. Sedikit aja.

ADVERTISEMENT

Second account, literally, maksudnya ya akun kedua media sosial kita. Bisa Twitter, Instagram, Facebook, atau LinkedIn. Eh, ngapaen punya second account LinkedIn… pokoknya itulah. Tujuan dibuatnya second account ya biar lebih bebas dalam berekspresi. Biasanya, akun tersebut diprivat, dan hanya orang-orang tertentu (non-judgemental) yang diberi akses.

Hubungan antara second account dan “kemerdekaan” seseorang memang pernah saya saksikan sendiri. Jadi, saya mempunyai seorang kawan yang di kehidupan nyatanya cenderung pendiam. Di akun IG-nya yang pertama pun, ia cenderung “tidak mencolok”. Tapi di second account, dia lebih bebas dalam berekspresi. Yang jelas, berbeda jauh dengan first account-nya.

Selain menjadi lahan untuk merasa “merdeka” dan terbebas dari semua “suara mengganggu” berupa opini orang-orang, second account juga dapat menjadi “topeng” bagi kita untuk mengikuti gerak-gerak seseorang di dunia digital. Sejatinya, hal ini sudah menjadi rahasia umum yang diketahui oleh sebagian besar orang. Banyak orang yang memutuskan untuk membuat akun kedua murni hanya karena satu tujuan: mem-follow seseorang yang rasanya “kurang enak” jika di-follow menggunakan first account. Siapakah seseorang tersebut? Ya, biasanya, sih, mantan atau gebetan, ya. Hehehe.

Lagi-lagi, kata “merdeka” sangat tepat untuk mendeskripsikan second account. Dalam konteks ini, kita sering merasa tidak bebas untuk mengikuti akun tertentu menggunakan akun pertama kita. Alasannya? Ya, balik lagi ke yang saya sebutkan di awal; bisa karena malu, jaim, dan sebagainya.

Oleh karena itu, second account pun hadir sebagai solusi terbaik bagi permasalahan tersebut. Di sana, kita bisa leluasa memberi like dan komentar terhadap posting-an orang lain, menyaksikan Instastory-nya, men-stalking-nya, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang terlalu berisiko bila dilakukan menggunakan first account. Kita seakan mempunyai “topeng” yang melindungi identitas kita.

Pada intinya, second account memang terbukti menjadi tempat terbaik bagi setiap individu untuk merasa “merdeka”. Mau posting foto selfie tapi belum pede menguggahnya di akun pertama? Ya, unggah saja di akun kedua. Mau iseng main gitar sambil cover lagu tapi takut dikasih komentar jelek oleh mutual kita di first account? Ya, unggah saja di akun kedua. Mau nonton Instastory mantan tapi jaim kalau dilakukan di akun pertama? Ya, kepoin aja lewat akun keduamu.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Mau ngata-ngatain negara? Pakai second… eh jangan deh. 

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lewat Akun Alter, Gen Z Mencari Teman, Cinta, Popularitas, dan Perang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2022 oleh

Tags: Media Sosialsecond accountTwitter
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Percaya Ela Elo Adalah Pengganti Medsos X, Pertanda Netizen Kelewat Meremehkan Pemerintah Mojok.co

Percaya Ela Elo akan Jadi Pengganti Medsos X, Pertanda Netizen Kelewat Meremehkan Pemerintah

20 Juni 2024
Katanya Konten TikTok Itu Banyak yang Cringe: Masak, sih? terminal mojok.co

Katanya Konten TikTok Itu Banyak yang Cringe: Masak, sih?

11 Juli 2021
Susu Kotak Diberi Label Punya Mamah di Twitter Apa Salahnya Seorang Ibu Punya Keinginan?

Perkara Susu Kotak Diberi Label “Punya Mamah” di Twitter, Apa Salahnya Seorang Ibu Punya Keinginan?

28 Maret 2023
Song Joong Ki Umumkan Pernikahan, Netizen Mending Nggak Usah Ikut Campur deh Terminal Mojok

Song Joong Ki Umumkan Pernikahan, Netizen Mending Nggak Usah Ikut Campur deh

1 Februari 2023
Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki terminal mojok.co

Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki

15 April 2021
sekarang banyak perempuan takut dicap feminis mojok.co

Iklim Intimidatif Media Sosial Bikin Saya Takut Dicap Feminis

6 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.