Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung UMR Mineral Town, Desa Dalam Gim Harvest Moon Back to Nature

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
7 Juli 2020
A A
harvest moon mineral town mojok.co

harvest moon mineral town mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak mitos dalam gim Harvest Moon Back to Nature, salah satunya ada sebuah jalan yang bisa menghubungkan desa dengan kota. Di kota yang menjadi mitos tersebut, kita bisa mengendarai mobil, belanja di mall dan masih banyak lagi. Aneh memang jika mempercayai mitos tersebut. Namun, kebanyakan anak jaman dulu pasti percaya. Salah satunya adalah saya.

Pertanyaannya, kenapa mitos tersebut dipercaya? Jawabannya jelas karena penasaran. Gim yang hanya berseting di desa saja rasanya sangat memuaskan, apa lagi ada kota dan bisa menjelajah, begitu pragmatisnya. Pikiran anak-anak jaman tersebut mengembara kemana-mana, bahkan ada pikiran apakah bisa punya istri dua. Kalau itu pasti bisa, tinggal ikut seminar Coach Hadifin.

Dan kita tidak pernah tahu bahwa Mineral Town itu ada di Amerika, Jepang Inggris atau malah di Indonesia. Bukan berarti Natsume ada Jepang jadi desa Mineral Town juga ada di jepang. Ya, itu tidak penting juga. Yang penting sekarang, jika Natsume tidak membangun kota, kita bisa paham betapa makmurnya Mineral Town atas sumber daya desa yang melimpah. Di mana pun tempatnya.

Ngomong apa sih, asembuh.

Tapi ada pertanyaan yang sempat bikin saya penasaran banget. Berapa upah minimum yang diberikan pelaku industri dalam memberi upah pekerja dan buruh Mineral Town? Apakah iya sesuai dengan keadaan syahdu dan terlihat makmur di dalam desanya?

Daripada saya tidak bisa tidur (lagi), melalui penelitian saya, berikut adalah hal-hal yang bisa digunakan untuk menebak berapa UMR di Mineral Town.

Pertama, kita harus melihat betapa sendunya kisah hidup Cliff. Pria berbaju coklat bladrus yang sering terlihat berdoa di Gereja sekaligus saingan kamu untuk bribik Ann adalah pengangguran yang kaffah. Luntang-lantung nggak jelas di desa, nggak punya banyak uang. Cliff bahkan beberapa kali diberi makan bribikannya, Ann, dalam beberapa event, salah satunya ketika Spring tahun pertama di penginapan.

Ann bertanya kepada Cliff, kenapa ia menetap lama di penginapan. Ini saya curiga, pasti si Ann ingin bertanya kapan Cliff punya kerja biar nggak gaje keliling desa. Cliff hanya bilang “what” kalau nggak salah. Dari sini kita paham ada dua kemungkinan. Pertama, Cliff emang males. Dan kedua, gaji di Mineral Town nggak besar-besar amat.

Baca Juga:

Trenggalek Rasa Menteng: Derita Sobat UMR Surabaya Mencari Tanah di Durenan Trenggalek

Hidup dengan Gaji UMR Itu Indah, tapi Bo’ong

Kedua, mata uang. Di Harvest Moon, semua mata uang menggunakan hitungan G (Gold). Berapa rupiah satu G? Kita beranjak dahulu ke Poultry Farm, peternakan milik Mbak Lillia. Di sana, satu sak kecil pakan ayam diberi harga 10 G. Kita nggak tahu bagaimana kualitas dan kandungannya. Menengok Mbak Lillia sangat profesional, ia tak mungkin menjajakan pakan ayam kualitas biasa saja macam limbah gandum.

Saya yakin isinya bekatul, namun dicampur dengan beberapa penambah nutrisi dan gizi ala ramuan trah Mbak Lillia. Di dekat rumah saya, satu kilogram bekatul campuran berada di harga lima ribu sampai enam ribu. Warga desa atau kenalan bisa dapat lebih murah. Jadi, jika 10 G itu sama dengan katakanlah 5 ribu rupiah, maka 1 G sama dengan 500 rupiah.

Ketiga, karakter di dalam Harvest Moon banyak yang memilih menjadi pengusaha, petani atau pekerja tambang lepasan ketimbang ikut bekerja bersama orang lain. Hal ini dikarenakan lebih menguntungkan ketimbang ikut bekerja kepada orang lain. Pol mentok ya nasibnya bakal menjadi Cliff yang nggak kaya-kaya. Misalkan menjadi petani dan menanam tomat. Harga satu sak benih tomat 200 G, harga jual satu tomat 60 G, keuntungan jika menanam sembilan petak tanah adalah 540 G.

Dikutip dari Back to Nature Fandom (semacam wiki untuk Harvest Moon), maksimal panen tomat 6 kali dalam range waktu tumbuh 9 hari. Maka, dengan modal nggak seberapa, kita bisa untung 3200 G lebih atau satu juta enam ratus ribu rupiah. Belum profesi lain semisal Gotz si tukang kayu, Zack si kuli panggul pengangkut hasil panenmu, hingga Basil si ahli petani yang gemar menulis. Dari mana Basil mendapatkan uang? Hasil penelitian? Bukan. Dari sumber yang nggak bisa dipercaya, ia mendapatkan uang dari menulis di Terminal Mojok.

Dengan alamnya yang syahdu dan tenang, biaya hidup murah, bukan berarti UMR di Mineral Town baik-baik saja. Kenapa? Jelas, semenyenangkan-menyenangkannya Mineral Town, jika upahnya nggak berperikemanusiaan sih buat apa. Semisal biaya kesehatan warganya. Check-up memang murah, sekitar 10 G sepeti harga satu sak bekatul, tapi obatnya itu lho 500 G. Sama seperti keuntungan panen 8 petak terong.

Mayor yang kerjaannya hanya jalan-jalan dan sibuk buat acara-acara nggak mampu mengurus kestabilan gaji penduduknya dengan baik. Buktinya, ada cukong ilegal bernama Won yang menjual Super Ultra Great Delicious Wonderful Apple, padahal ia hanya penipu.

Penduduk di Mineral Town bisa dibilang sangat timpang. Ada orang kaya, ada pula yang sangat miskin. Dan yang miskin atau biasa saja, kebanyakan adalah mereka yang bekerja untuk orang lain. Menengok dari semua poin, bisa disimpulkan bahwa UMR di Mineral Town ada di angka 3000 G seperti hasil panen 27 petak ubi dalam satu bulan. 3000 G itu sekitar 1,5 juta, sebuah angka yang tidak seberapa menengok hasil panen dan ternak kita yang melimpah. Semoga Mayor Mineral Town membaca tulisan ini.

BACA JUGA No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2020 oleh

Tags: Harvest Moonmineral townUMR
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

dunia kerja mental kerja Kalau Negara Gagal Nyediain Lapangan Kerja, Masak Buruh yang Bayar?

Kalau Negara Gagal Nyediain Lapangan Kerja, Masak Buruh yang Bayar?

28 Februari 2020
Kalian Masih Membela Upah Murah Jogja Ketika Defisit Gaji Jadi Realitas? Mending Kita Gelut! gaji di jogja

Kalian Masih Membela Upah Murah Jogja ketika Defisit Gaji Jadi Realitas? Mending Kita Gelut!

15 Maret 2024
Dulu Sepelekan Kuliah, Kini Nangis Gaji di Bawah UMR (Unsplash)

Dulu Bilangnya Kuliah Cuma Formalitas, Sekarang Nangis Karena Gaji Masih di Bawah UMR Meski Sudah 5 Tahun Kerja

3 Juli 2025
Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu Terminal Mojok

Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu

11 Oktober 2022
Ketika Bulik Saya yang Seorang Petani Main Gim Harvest Moon terminal mojok.co

Ketika Bulik Saya yang Seorang Petani Main Gim Harvest Moon

21 Desember 2020
Kuliah Mahal, Gaji Minimal: UMR Bukan Upah Layak untuk Sarjana Fresh Graduate, Itu Penghinaan!

Kuliah Mahal, Gaji Minimal: UMR Bukan Upah Layak untuk Sarjana Fresh Graduate, Itu Penghinaan!

25 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

22 Mei 2026
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

23 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.