Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung Peluang Adly Fairuz di Pilkada Karawang

Agung Setoaji oleh Agung Setoaji
8 September 2020
A A
menghitung peluang adly fairuz di pilkada kabupaten karawang mojok.co

menghitung peluang adly fairuz di pilkada kabupaten karawang mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagian orang mungkin sudah tahu, artis Adly Fairuz adalah cucu jauh Wapres Ma’ruf Amin dan akan maju di pilkada Karawang sebagai calon wakil bupati. Namun, apakah sang bintang sinetron Jodoh Wasiat Bapak tahu berapa besar peluangnya menjadi orang nomor dua di Kota Pangkal Perjuangan itu?

Sebelum menjawabnya, kita harus mengupas dulu aspek-aspek yang menjadi poin penting dalam pilkada Karawang.

Pola pikir masyarakat Karawang dalam memilih pemimpin

Sejauh yang saya ingat, sejak saya masih SMP, bupati dan wakil bupati Karawang selalu putra daerah. Jika Anda berpikir itu karena semua cabup dan cawabupnya selalu berasal dari warga lokal, Anda tidak sepenuhnya benar. Pada beberapa pemilu lalu, beberapa tokoh naturalisasi mencoba peruntungan mereka di sini. Contohnya Haji Ahmad Marzuki yang berasal dari Madura dengan wakilnya Dedi Gumelar alias Miing.

Meskipun tokoh-tokoh non lokal itu disokong dana besar, massa militan, dan didampingi nama beken bin mentereng di percaturan politik, putra daerah tetap bisa berjaya.

Mengapa?

Sama seperti daerah lainnya di Nusantara, warga Karawang memiliki rasa kedaerahan yang tinggi dalam urusan memilih pemimpin. Bedanya, sentimen itu diperkuat sebuah kondisi sosial di mana pada sektor-sektor ekonomi yang vital semacam industri dan perdagangan, warga Karawang hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Sektor-sektor itu dikuasai oleh para pendatang.

Atas dasar ini, tentunya warga Karawang tidak mau ketersisihan mereka merambat ke bidang pemerintahan. Yang artinya peluang Adly Fairuz yang notabene kelahiran Jakarta untuk melangkah menjadi orang nomor dua di Karawang akan lebih sulit.

Popularitas dan kompetensi cabup dan cawabup di mata warga Karawang

Meskipun baru berkecimpung di dunia politik, Adly Fairuz sudah berpengalaman… nyalon. Mantan pacar Shireen Sungkar itu pernah mencalonkan diri sebagai calon bupati Bandung Barat. Sayangnya ia gagal lantaran tidak lolos verifikasi tahap pertama. Pada pemilu lalu, melalui Partai Nasdem ia maju sebagai calon anggota DPR dari dapil Jateng. Ia kalah lagi.

Baca Juga:

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Cabupnya, dr. Yesi, juga bukanlah orang baru di dunia pimpin-memimpin. Sebelumnya ia menjabat direktur utama RS Rosela Karawang. Dengan profil seperti itu, rasanya wajar jika ada yang berpikir mereka cukup mumpuni mengurus masyarakat Karawang yang heterogen.

Masalahnya, saingan mereka adalah tokoh-tokoh berpengalaman. Yang pertama adalah dr. Cellica Nurrachadiana, petahana sekaligus ketua DPC Partai Demokrat Karawang. Sebelum memenangi pilkada Karawang 2015, wanita yang akrab dipanggil Teh Celli itu menjabat sebagai pelaksana tugas bupati sesudah Ade Swara, Bupati Karawang 2011-2015, kena cokok KPK.

Kedua, ada Ahmad Zamakhsyari atau Kang Jimmy. Ia wakil bupati Karawang periode 2015-2020 sekaligus ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Karawang. Walaupun pengalaman memimpinnya belum selama Teh Celli yang satu setengah periode, Kang Jimmy lebih berpengalaman dalam beraksi di lingkungan pemda Karawang dan masyarakat.

Bicara faktor popularitas, Teh Celli dan Kang Jimmy sangat dikenal warganya. Ya iyalah, secara mereka kan bupati dan wakil bupati. Memang Adly adalah artis muda yang cukup terkenal. Namun, penduduk Karawang di daerah pelosok kurang percaya kepada artis yang berpolitik. Mereka lebih percaya pada tokoh yang sudah terbukti.

Pada 2015 silam, pernah saya berbincang-bincang dengan para sesepuh kampung perihal peluang Miing di pilkada. Mereka malah berkomentar, “Apa-apaan, pelawak kok mau jadi pemimpin?!” Dan hasilnya, Miing pun kalah.

Berbekal memori percakapan itu, saya jadi optimistis jika bertanya kepada para sesepuh mengenai Adly Fairuz di pilkada 2020, saya akan mendapatkan jawaban, “Apa-apaan, tukang gotong jenazah kok mau jadi pemimpin?!”

Pemilihan kendaraan politik

Pasangan dr. Yesi dan Adly Fairuz didukung partai pemenang pemilu: PDI Perjuangan. Jika diumpamakan sebagai balapan, mereka memiliki kendaraan politik terbaik. Ya, sekelas Ferrari lah.

Masalahnya, Karawang bukanlah Indonesia. Di sini jalanan politiknya tidak cocok bagi PDIP: berkelok-kelok dan ditaburi kerikil tajam oposisi. Buktinya, pada pileg Karawang 2019, PDIP hanya mampu meraih enam kursi, kalah dari Demokrat yang mampu meraih sembilan kursi dan Gerindra yang meraih delapan kursi.

Kok bisa?

Ada sembilan juta lebih buruh di Karawang. Seperti kita tahu, mayoritas buruh tidak mendukung PDIP pada pemilu lalu. Dengan bersemangat, mereka akan menghidupkan kembali bara-bara dendam pemilu 2019 dengan memilih cabup dan cawabup selain usungan PDIP. 

Kalau pemilih nonburuh bagaimana?

Yang berasal dari generasi milenial cenderung menyumbangkan suaranya ke PKS, Gerindra, dan Demokrat. Sedangkan golongan sesepuh masih setia kepada Golkar. Partai-partai ini merupakan peraih suara terbanyak pemilu DPRD Karawang 2019. Mereka mengusung Teh Celli dan Kang Jimmy (PKS, Demokrat, dan Golkar untuk Teh Celli; PKB dan Gerindra untuk Kang Jimmy).

Well, meskipun kita sudah mengupas aspek-aspek di atas, faktor-faktor X seperti takdir Tuhan dan doa Pak Kiai tidak bisa dikesampingkan. Namun, jika tidak ada peristiwa kelewat luar biasa, saya berani memprediksi pasangan dr. Yesi dan Adly Fairuz akan berada di barisan terdepan penonton pertarungan Teh Celli versus Kang Jimmy.

Foto oleh Panggih Septa Perwira via Wikimedia Commons

BACA JUGA 243 dari 687 Bakal Pasangan Calon Pilkada 2020 Melanggar Protokol Kesehatan Saat Mendaftar dan tulisan Agung Setoaji lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2020 oleh

Tags: adly fairuzKarawangPilkada
Agung Setoaji

Agung Setoaji

Ayah beranak dua. Hobi makan dan tidur.

ArtikelTerkait

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

1 Agustus 2024
Slogan I Love Karawang Wujud Miskin Ide Pemda Karawang (Unsplash)

Saya Malu dengan Slogan I Love Karawang yang Tidak Representatif, Tidak Cinta Bahasa Daerah, dan Miskin Ide

26 Juni 2024
Karawang Kalahkan UMK dan Pendidikan Kabupaten Bekasi (Unsplash)

Berkembang Pesat Seperti Jabodetabek, Karawang Kalahkan UMK dan Gengsi Pendidikan Kabupaten Bekasi

4 Februari 2024
Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

12 Agustus 2023
Karawang Kota Pendatang Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni Mojok.co

Karawang, Kota Pendatang yang Butuh Transportasi Publik Mumpuni

17 Januari 2024
Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman! (Unsplash)

Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman!

9 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.