Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung Denda Pelanggaran PSBB yang Dilakukan Warga Rawa Bebek

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
1 Oktober 2020
A A
Menghitung Denda Pelanggaran PSBB yang Dilakukan Warga Rawa Bebek terminal mojok.co

Menghitung Denda Pelanggaran PSBB yang Dilakukan Warga Rawa Bebek terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Senin, 14 September 2020, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan Peraturan Gubernur mengenai pelaksanaan PSBB total. Hal ini setali dengan masa transisi dan istilah “new normal” yang salah kaprah di masyarakat, terkhusus warga DKI Jakarta. Terpaksa, jajaran petinggi menarik rem darurat dan memberlakukan kembali PSBB total.

Beberapa saudara saya mengabari, perkantoran resmi memberlakukan kinerjanya di rumah. Sekolah apalagi, tidak ada yang mengambil risiko terlalu jauh mengenai hal ini. Ketika saya nyalakan televisi, pemandangan berbeda terpampang memilukan. Sinetron yang selalu menjadi favorit dan meraih rating tinggi, tidak ada bedanya kala menunjukkan masa PSBB total dan new normal.

Sinetron Tukang Ojek Pengkolan dengan hiruk pikuk Rawa Bebek yang menjadi tajuk nggumun saya. Saya pun mencari tahu di mana letak kampung fiktif bernama Rawa Bebek. Kan bisa saja mereka mengambil setting di Planet Namek atau Bikini Bottom. Setelah berselancar di mesin pencarian, jebul kampung ini ada di dalam wilayah DKI Jakarta. Memilukan.

Dilansir dari CNN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan sanksi denda progresif bagi warga yang melanggar aturan protokol kesehatan seiring penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai Senin 14 September. Sampai tayangan terakhir yang saya lihat, yakni pada 30 September, saya melihat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh warga Rawa Bebek.

Harusnya, jika berbicara aspek keadilan, bisa saja tokoh-tokoh sinetron Tukang Ojek Pengkolan ini mendapatkan hukuman nyapu jalanan atau membayar denda. Harusnya lho, ya. Jangan mentang-mentang semua tokoh fiktif, bisa bertindak seenak jidat. Walau fiktif, toh perilaku mereka ditonton oleh jutaan manusia yang membutuhkan hiburan selama masa swakarantina.

Dalam tulisan ini, mari kita hitung berapa denda yang sudah dihasilkan oleh warga Rawa Bebek sesuai dengan penuturan CNN, mengenai Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kita mulai dari yang paling ringan (walau sejatinya nggak bisa dikatakan masalah ringan) yakni masalah penggunaan masker. Dalam sinetron yang tayang 30 September, Duo Jambret yang sebelumnya tayang di sinetron Gober, beberapa kali kedapatan melepas (atau menurunkan) masker saat mau jambret. Mereka bisa dijatuhi sanksi kerja sosial selama 120 menit atau denda Rp500 ribu.

Masalahnya, kejadian ini nggak sekali dua kali. Secara aturan, mereka bisa disanksi sesuai kelipatan: yakni 180 menit atau denda Rp750 ribu, 240 menit atau denda Rp1 juta, dan seterusnya. Belum lagi beberapa tokoh yang menggunakan masker ini asal tempel, hidung ke mana-mana. Walaupun dialog penting, tapi mbok ya disesuaikan dengan latar keadaan terkini gitu, lho.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Resistensi Antibiotik, Pemicu Pandemi Mematikan di Masa Depan

Selanjutnya, sanksi progresif pun berlaku bagi pelaku usaha. PSBB transisi memang memberlakukan perkantoran hanya boleh terisi 50% dan PSBB jilid dua ini diperketat, yakni 25%. Namun, adegan di Kopi More (maaf jika salah dalam kepenulisan, pokoknya kafe buatan Emak), ketika Bobby, Bunga, Raya, Emak, Sucipto, dan dua bartender bikin iklan pemasaran produknya, mereka melanggar aturan 25% ini.

Berapa dendanya? Kembali dikutip dari CNN, tempat usaha yang melakukan pelanggaran berulang sebanyak satu kali dikenai denda Rp50 juta, dua kali sebesar Rp100 juta, dan tiga kali Rp150 juta. Begitupun seterusnya. Apalagi, sebagian besar dari mereka membuka masker sebagai perlindungan diri pada masa seperti ini.

Belum lagi semisal Warkop Emak, Warung Pelipur Lapar, dan Sop Buah Abi-Umi tidak menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar seperti jaga kerumunan, cek suhu, sediakan tempat cuci tangan, dendanya beda lagi. Begini rinciannya; jika satu kali melanggar akan ditutup maksimal 3×24 jam, jika melanggar lagi dendanya 50 juta, kalau 7 kali dicabut izin usahanya. Gimana, tiga usaha yang disebut tadi sudah menyesuaikan protokol kesehatan?

Kalau masalah Gober (ojek online) masih usaha di tengah PSBB jilid dua ini, memang masih dimaklumi. Ada setidaknya perbedaan mencolok antara tiga masa PSBB. Dilansir dari Tempo, dalam PSBB pertama, ojek online hanya boleh mengangkut barang. Pada PSBB transisi, sudah dibolehkan mengangkut penumpang. Kini di PSBB kedua, ojek online tetap boleh mengangkut penumpang. Tentunya, dengan standar kesehatan yang telah ditentukan.

Sinetron ini memang ngeyel. Di saat semua PSBB, mereka terus mengudara. Harusnya, semisal ngeyel pengin terus dapet cuan, sinetron ini juga diimbangi dengan edukasi mengenai pola penerapan PSBB yang berbeda dari yang pertama hingga transisi. Juga, menjadi sentilan bagi pemerintah daerah dalam menerapkan edukasi dan ketegasan untuk masyarakatnya. Sejatinya, Rawa Bebek merupakan miniatur kondisi masyarakat Jakarta saat ini.

BACA JUGA Rahasia Pak Sofyan Bisa Jadi Orang Terkaya di Rawabebek dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2020 oleh

Tags: pandemiRawa Bebektukang ojek pengkolan
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi? terminal mojok.co

Tak Harus Cakap untuk Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi?

2 Agustus 2021
fitnah tenaga medis mojok

Menyebar Fitnah terhadap Tenaga Medis Adalah Cara Bahagia Orang-orang dengan Otak Sebesar Kacang Polong

24 Juli 2020
mas pur

Kami Bersama Mas Pur: Slogan Para Pria Dengan Perjuangan Cintanya

16 Agustus 2019
Chef Arnold Bagi Tips Memulai Bisnis Kuliner di Masa Pandemi MOJOK.CO

Chef Arnold Bagi Tips Memulai Bisnis Kuliner di Masa Pandemi. Apa Aja?

6 Agustus 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois

17 Mei 2020
Najwa Shihab kok Berani-beraninya Interview Menteri Terawan tapi Kursinya Kosong Gitu? terminal mojok.co

Najwa Shihab kok Berani-beraninya Interview Menteri Terawan tapi Kursinya Kosong Gitu?

29 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga

26 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.