Menghindari Humblebrag Si Kemaki Terselubung

Dalam derajat tertentu, orang kerap tergoda untuk menyombongkan diri. Entah untuk membuktikan apa. Sah-sah aja walau nyebeli.

Artikel

Haryo Setyo Wibowo

Bisa Nggak Sih Kita Menghindari Perilaku Humblebrag?

Humblebrag itu kemaki terselubung. Orang mudah mencari contohnya, orang juga piawai menirukan. Tetapi mereka kerap lupa kalo mereka juga sering memraktekkannya sadar atau pun tidak.

Paling mengerikan, sudah humblebrag masih ngece pula. Nah, level kemlinthi dari humblebrag yang berserak di media sosial bisa dipisahkan berdasarkan profesinya.

1. Ibu Rumah Tangga

“Walah, anak nggak usah dilesin segala. Kasihan loh, anak-anak kita kehilangan masa bermainnya. Anakku itu lho, tak tinggal drakoran, dianya main game terus. Eh tetep jadi juara terus tiap tahun. Memang beda-beda sih bakat anak ya, Sis? ada anak berbakat ada yang nggak dongan.”

2. Pengusaha

“Jangan menyerah, semangat harus separtan, fokus dan persisten. Sukses memang tidak bisa ujug-ujug, harus direbut dan diperjuangkan. Saya ga bisa ditiru, merem saja rekening terus bertambah, uang berduyun-duyun antri masuk. Hari-hari juga santai. Alhamdulillah sekarang beli apa saja nggak pernah lihat harga. Bukan karena ketutupan badan gemukmu, tetapi berapa pun harganya akan saya bayar”

3. Politisi

“Semua untuk negeri ini. Nafas, darah, jiwa raga saya, semua untuk negeri ini. Pendidikan saya yang tinggi menuntut saya harus bisa memahami para pemilih dan para demonstran. Orang kurang pintar memang mudah terombang-ambing”

4. Artis yang bersuami konglomerat

“Saya memang tidak bisa mengupas kulit salak. Pengetahuan saya akan buah tropis memang menyedihkan, teramat menyedihkan. Tadinya saya pikir kalo salak itu dilihatin saja bisa membuka sendiri. Kaya hati suami akuuu…”

“Selama ini saya kalo beli salak cuma bisa memasukkannya ke dust bag Hermes. Sampai rumah sudah ada yang ngupasin. Trus itu dust bag saya larang untuk disimpan. Buang kalo pas jalan di mall, biar ditemu sosialita nanggung”

Baca Juga:  Humblebrag Itu Nyombong yang Rendah Hati dan Cara Jitu Mendepak Teman

Masih banyak contoh perilaku humblebrag di media sosial dari petani hingga presiden. Presiden? Iya. Contohnya? Endonesa? Wkwkw saya nggak berani menuliskan untuk presiden endonesa, US aja ya.

Trumpbrag bisa jadi tahap selanjutnya dari humblebrag. Bulan lalu Donald Trump mengatakan betapa baiknya dia, bagaimana sempurnanya dia dalam membangun komunikasi dengan Volodymyr Zelensky. Dalam pidatonya, dia menyitir perkataan temannya, Lindsey Graham, seorang senator republikan.

“Mas Trump, kok iso lho apikan karo akeh wong. Uangel lho itu. Super, mas. Sampeyan pancen 👍🏻

Memang susah bagi kita yang tidak biasa melatihnya dari kecil. Perilaku ini sangat terkait dengan kepekaan sosial kita. Dalam derajat tertentu, orang kerap tergoda untuk menyombongkan diri. Entah untuk membuktikan apa. Sah-sah aja walau nyebeli.

Tapi bukan berarti kita tidak bisa membebaskan diri dari perilaku humblebrag. Saya biasa melatihnya dengan makan beton rebus, isi dari nangka. Tapi bukan nangka yang beli di pasar, harus di Ranch Market. Beda kasiatnya dalam memproduksi kewangian entut.

Ada cara lain lain untuk melatih kesederhanaan dan mengatrol diri kita semakin rendah hati?

Ada. Mbrakoti pelok, isi mangga yang masih ada daging buahnya. Tapi ya jangan mangga yang beli di pasar, manisnya kurang bergizi. Mending beli di food hall, tempatnya adem dan ga luas. Cukup cari yang sekilo 200 ribu ja, jangan cari yang mahal.

BACA JUGA Humblebrag: Pura-pura Rendah Hati Padahal Maksudnya Kemaki atau tulisan Haryo Setyo Wibowo lainnya. Follow Facebook Haryo Setyo Wibowo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
632 kali dilihat

6

Komentar

Comments are closed.