Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Mengenal Istilah Slow Bar dan Fast Bar pada Kedai Kopi

Nanda Naradhipa oleh Nanda Naradhipa
19 Juni 2021
A A
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini, kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari masyarakat modern, khususnya di perkotaan. Menurut berbagai survei, kopi merupakan minuman yang paling banyak diminum di dunia setelah air putih. Tingginya permintaan serta semakin cepatnya tempo dunia kerja, membuat kopi tak lagi sekadar media pembuka dialog senja, atau ramuan pelepas penat, atau “teman sunyi” di kala luang. Kopi telah berevolusi menjadi produk cepat saji yang bisa dinikmati kapan aja dan di mana aja. Nggak mengherankan kalo beberapa tahun terakhir kedai kopi baru terus-menerus bermunculan dengan berbagai macam konsep yang ditawarkan.

Tempo hari, banyak bermunculan kedai kopi dengan konsep interior unfinished, atau BCA—kata orang Sunda bilang—alias bangunan can anggeus. Sebelum itu, tren ngopi di alam dengan konsep misbar juga sempat digandrungi. Akan tetapi, kalo diliat dari sisi budaya ngopinya, nyaris semua kedai tersebut menerapkan konsep fast bar, sekalipun konsep desain interior yang mereka tawarkan berbeda-beda. Sebaliknya, kedai-kedai yang menawarkan konsep slow bar makin sulit dijumpai.

ADVERTISEMENT

Kalo kita pengin ngopi di kedai yang konsepnya ngalam, kita tinggal ngetik “kedai kopi alam” atau “kafe di hutan” di mesin pencarian. Tapi, kalo kita pengin ngopi sambil pengin dapet informasi soal kopi, kita harus nanya apa ke mbah Google?

Oleh karena itu, berikut ini saya menghimpun informasi seputar kedai kopi dengan konsep slow bar dan fast bar yang didapatkan dari beberapa barista di berbagai meja slow bar yang sekiranya diperlukan bagi Anda yang berniat bikin meja bar di rumah, atau mungkin bikin kedai kopi beneran. Sebab, mbah google pun sejauh ini masih belum memuat jawaban seputar perbedaan antara keduanya.

Slow bar

Slow bar biasanya dapat dijumpai di kedai yang tempatnya nggak besar-besar amat. Slow bar adalah konsep yang nggak cuma menawarkan secangkir kopi yang nikmat, namun juga menawarkan informasi apa aja seputar kopi yang dipesan. Di kedai semacam ini, Anda bisa berbagi informasi seputar origin, varietas, proses pencucian atau penjemuran, pemanggangan, hingga isu-isu dan tren terkini seputar industri kopi ke mas-mas atau mba-mba baristanya. Slow bar biasanya menawarkan menu-menu yang dibuat secara manual dan agak menyita waktu, seperti V60, aeropress, siphon, dan lain-lain. Selain itu, orang-orang di balik meja slow bar umumnya diisi oleh barista-barista yang cukup berpengalaman.

Buat Anda yang nggak terlalu suka keramaian dan sering nongkrong seorang diri, atau mungkin pengen ngopi tapi suka bingung mau ngajak siapa, maka kedai kopi dengan konsep slow bar ini adalah solusi terbaik buat mengisi waktu luang Anda. Terus, gimana cara bedain kedai slow bar dan fast bar? Pokoknya, kalo di sepanjang meja bar terdapat kursi berjajar, maka di situlah Anda dipersilakan berdialog ke sana kemari dan tertawa dengan si baristanya.

Fast bar

Dalam industri kopi, istilah fast bar ini sebenernya masih kelabu. Sebab, hampir setiap kedai kopi sekarang ini menawarkan pelayanan yang cepat. Sebuah kedai biasa disebut fast bar apabila di sekitaran barnya nggak tersedia kursi untuk konsumen. Biasanya, kedai-kedai semacam ini hanya menjual jenis-jenis sajian kopi cepat saji, yang umumnya merupakan espresso based. Dengan kata lain, fast bar lebih berorientasi pada segi kuantitas. Sebut saja Janji Jiwa, Kopi Kenangan, atau % Arabica. Salah satu faktor yang membuat nama kofisyop tersebut menjadi besar adalah penjualan kopi cepat saji (dibaca: es kopi susu) mereka yang cukup tinggi. Makanya, mereka mesti menyediakan tempat yang besar juga mewah demi menampung kenyamanan konsumen sebanyak-banyaknya.

Namun, banyak juga kedai yang menawarkan konsep slow bar dan fast bar sekaligus—baik itu terpisah ataupun di satu tempat yang sama. Kedai Daily Routine, misalnya. Di Bandung, mereka punya dua kedai yang menawarkan konsep yang berbeda, dan dengan menu yang berbeda pula. Kedai cabang Dago dengan konsep slow bar beserta menu di kisaran manual brew, dan kedai cabang Sumur Bandung khusus menu-menu espresso based.

Baca Juga:

Tasikmalaya, Kota dengan UMK Imut yang Penuh Coffee Shop Baru

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

Akan tetapi, nggak semua kedai dengan menu seputar manual brew disebut slow bar, atau kedai dengan menu seputar espresso based bisa disebut fast bar. Istilah slow bar dan fast bar nggak lebih dari sekadar istilah. Sebuah kedai kopi yang menyediakan kursi di sepanjang meja bar tetap nggak bakalan jadi slow kalo si pengunjung dan si baristanya sama-sama saling cuek. Sebaliknya, apabila barista di kedai-kedai besar yang hanya menyediakan menu-menu cepat saji itu emang ramah dan bersedia membuka dialog, maka nikmatilah, tanpa perlu dipusingkan dengan konsep slow bar atau fast bar.

BACA JUGA Ketakutan Tiran pada Secangkir Kopi: Dari Sumber Revolusi Sampai Minuman Satanis dan tulisan Nanda Naradhipa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: Coffee Shopespresso basedfast barGaya Hidup Terminalslow bar
Nanda Naradhipa

Nanda Naradhipa

Bocah Kampung Leuweung Gunung.

ArtikelTerkait

daftar tamu undangan pernikahan ra srawung rabimu suwung seserahan adik nikah duluan gagal nikah dekorator pernikahan playlist resepsi pernikahan mojok

Seserahan di Desa Saya Adalah Ajang Roasting Pengantin

16 Juni 2021
3 Tipe Calon Pembeli Toko Keperluan Muslim yang Bikin Jengkel terminal mojok

3 Tipe Calon Pembeli Toko Keperluan Muslim yang Bikin Jengkel

7 Agustus 2021
Bersepeda dengan Gelas Plastik yang Diselipkan Pada Ban Adalah Suatu Kemewahan Bagi Generasi 90-an terminal mojok

Bersepeda dengan Gelas Plastik yang Diselipkan pada Ban Adalah Suatu Kemewahan Bagi Generasi 90-an

28 Juni 2021
Sepak Bola Menjelang Magrib Adalah Olahraga Paling Fair Play di Dunia terminal mojok

Sepak Bola Menjelang Magrib Adalah Olahraga Paling Fair Play di Dunia

28 Juli 2021
Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai terminal mojok

Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai

4 Juni 2021
Influencer Mahal Nggak Akan Bikin Bisnis Coffee Shop Ramai, kalau Emang Ampas ya Siap-siap Bangkrut

Jangan Salah, Pelanggan Militan Coffee Shop Justru Membawa Petaka

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.