Mengenal Chiapas, Wilayah Merdeka yang Hidup Tanpa Negara (2) – Terminal Mojok

Mengenal Chiapas, Wilayah Merdeka yang Hidup Tanpa Negara (2)

Artikel

Prabu Yudianto

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang Chiapas. Pada artikel kedua ini, Victoria Alondra menjelaskan tentang awal mula berdirinya komunal Chiapas dan perlawanan EZLN terhadap pemerintahan Meksiko. Jika Anda suka membaca kisah-kisah pemberontakan, bagian kedua ini cocok untuk menemani waktu luang Anda.

Bagian kedua ini juga berbicara tentang cara hidup masyarakat Chiapas. Bagaimana mereka bertahan hidup tanpa sokongan pemerintah Meksiko serta investor dari luar. Pokoknya, bagian kedua ini akan membuka wawasan kita mengenai manajemen “pemerintahan” ala komunal yang menolak bentuk-bentuk pemerintahan pada umumnya.

Pada tahun 1995-1997, Zapatista mengalami masa sulit. Masa sulit ini diakibatkan hadirnya militer AS di Chiapas untuk membangun kamp dan melatih tentara khusus Meksiko. Kelompok militer ini membawa kembali alkohol kepada masyarakat Zapatista, yang mana alkohol ini membawa kerusakan yang telah berhasil direduksi terutama kekerasan.

Pada masa inilah banyak LSM yang bersimpati datang ke wilayah Zapatista untuk memberi bantuan. Mulai dari masyarakat Palestina, Black Panther, dan berbagai LSM lain. Kedatangan mereka memperkuat basis pertahanan masyarakat Zapatista.

Pada tahun 2001, lahirlah Proyek Mesoamericano. Proyek ini serupa dengan NAFTA, namun mencakup Amerika Selatan. Pada tahun ini, Zapatista berhenti melakukan negosiasi dengan pemerintah. Masyarakat Zapatista mulai membenahi diri, dan memperkuat struktur militer mereka. Kekuatan sebenarnya dari masyarakat Zapatista lahir pada masa-masa sulit ini.

Pada 2003, lahirlah “Good Government” (Pemerintahan Baik). Pemerintahan Baik ini dipandang sebagai “oposisi” pemerintahan Meksiko. Karakter pemerintahan ini otonom dari negara apa pun, 50 persen anggotanya adalah perempuan, dan dari segi umur, 50 persen staf yang menjabat adalah anak muda. Pemerintahan Baik melahirkan kata-kata “Di sini rakyat memimpin dan pemerintahan mematuhi”.

Pada masa ini, penutup wajah bagi masyarakat Zapatista menjadi kewajiban utama ketika mengikuti aksi politik atau ketika pihak luar berkunjung. Ketika sudah kembali dalam kehidupan normal, mereka bisa melepas penutup wajahnya.

Di dalam masyarakat Zapatista, terbentuk 3 sistem masyarakat: Munisipal, Caracoles, dan Komunitas.

Munisipal (Municipios Autónomos Rebeldes Zapatistas, MAREZ atau MARZ) memiliki peran seperti pemerintahan federasi. MARZ berperan dalam pengorganisasian administratif yang mengakomodir berbagai komunitas berbeda. Dalam MARZ setidaknya ada satu sekolah dan satu klinik.

Baca Juga:  Modus PDKT Ala Senior Kampus yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Baru Ketika Ospek

Caracoles (kata Spanyol untuk siput) berperan seperti negara. Caracoles dapat pula memiliki sekolah dan klinik. Caracoles juga berhak menentukan apakah di dalamnya ada perwakilan dari Pemerintahan Baik. Komunitas berisikan masyarakat dengan berbagai kultur dan budaya. Di dalam Komunitas terdapat petugas kesehatan dan kadang juga sekolah. Ada perwakilan lokal dari pemerintahan baik di dalam setiap Komunitas.

Posisi dari MARZ, Caracoles, dan Komunitas saling beririsan. Di dalam masyarakat Zapatista terdapat 5 Caracoles, 27 Munisipal, 1.000 Komunitas, dan 750.000 warga

Bagaimana 750.000 orang di Chiapas bisa menjalankan kehidupan yang otonom? Bagaimana mereka memenuhi kebutuhannya untuk bertahan?

Setiap keluarga di Zapatista memiliki 1-2 hektare lahan. Lahan ini dimanfaatkan untuk bertani dan beberapa juga berternak. Dalam tingkatan komunitas, ada lahan kolektif/komunal yang lebih luas untuk dikerjakan bersama.

Setiap komunitas memiliki akses menuju infrastruktur, meskipun infrastruktur tersebut berada di luar komunitas mereka. Minimal ada satu petugas kesehatan di setiap komunitas. Di setiap komunitas juga ada perwakilan dari Pemerintahan Baik. Semua layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah Zapatista diberikan secara gratis, bahkan bagi masyarakat di luar wilayah Zapatista. Zapatista juga memiliki universitas untuk pendidikan tingkat lanjut. Semua sekolah di Zapatista menggunakan bahasa pribumi, sedangkan bahasa Spanyol menjadi bahasa kedua.

Setiap komunitas memiliki fasilitas listrik, mesin, pertanian, komputer, dan dapur umum. Kembali ke lahan kolektif, lahan ini dikerjakan bersama sebagai sumber kehidupan komunitas. Masyarakat di sebuah komunitas dapat bekerja tiga hari di lahan kolektif dan tiga hari di lahan keluarga. Lahan kolektif biasanya ditanami kopi, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Terdapat pula peternakan di lahan kolektif. Hasil produksi lahan kolektif ini biasanya dijual untuk membeli barang yang tidak dapat mereka produksi, terutama senjata dan buku. Seseorang yang bekerja sebagai petugas kesehatan akan dibebaskan dari pekerjaan lahan kolektif.

Dalam pekerjaan, dilakukan rotasi menyeluruh pada seluruh anggota komunitas. Rotasi ini bertujuan untuk mencegah seseorang memiliki jabatan tertentu untuk waktu lama. Rotasi ini juga untuk benar-benar mengeliminasi kelas sosial yang terjadi dari spesialisasi kerja. Pekerjaan pemerintahan, pertanian, petugas kesehatan, mekanik, guru, dan lain-lain akan mengalami rotasi ini. Biasanya, rotasi pekerjaan dilakukan setiap 3 tahun.

Baca Juga:  Kawan yang Kini Merasa Menjadi Lawan, Kembalilah Seperti Dulu

Untuk keanggotaan pemerintahan baik, semua dipilih oleh masyarakat Komunitas. Tidak ada kampanye atau perebutan jabatan. Semua benar-benar atas keputusan bersama karena memang tidak ada privilese dari jabatan apa pun.

Zapatista saat ini sangat menolak segala bentuk dana donor atau derma. Setiap orang luar yang datang dan hidup bersama masyarakat Zapatista tidak dituntut untuk memberi sumbangan dana, melainkan sumbangan ilmu. Setiap orang luar yang hidup bersama mereka diharapkan bisa membagikan ilmunya untuk kebaikan bersama.

Salah satu contoh, petugas kesehatan Zapatista dapat melakukan operasi besar setelah salah satu pendatang membagikan ilmu tentang operasi ini. Para petani datang membagikan teknik pertanian, jurnalis membagikan cara menggunakan kamera, ahli elektro membagikan mengenai kelistrikan, mekanik membagikan ilmu mekanik, dan ahli bangunan membagikan ilmu bangunan. Biasanya pendatang ini tinggal di Zapatista selama 3 bulan sampai 1 tahun (seperti halnya Victoria).

Masyarakat Zapatista “wajib” memiliki kemampuan seni dan olahraga. Mereka biasa mengadakan pesta dan berbagai pertandingan olahraga. Dan meskipun bukan orang asli Zapatista, anak-anak muda dapat bersekolah di Zapatista. Banyak keluarga yang mengirim anaknya ke sekolah Zapatista karena gratis, kurikulumnya baik, dan tidak rasis terutama pada penduduk asli. Zapatista membuka pintu pendidikan bagi orang luar untuk memberi contoh langsung bagaimana kehidupan tanpa bernegara bisa berjalan.

Sumber gambar: chiapas-support.org

BACA Perut yang Lapar Lebih Berbahaya daripada Kebangkitan Komunisme dan tulisan Dimas Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
4


Komentar

Comments are closed.