Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mengapa Masih Saja Ada Politisi yang Numpang Memasarkan Dirinya Lewat Ucapan Belasungkawa?

Aliurridha oleh Aliurridha
20 Februari 2020
A A
Mengapa Masih Saja Ada Politisi yang Numpang Memasarkan Dirinya Lewat Ucapan Belasungkawa?
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan Ajeng Rizka yang mengkritik ucapan belasungkawa politisi yang juga Sekjen PDI-P terhadap alamrhum Ashraf Sinclair sangat menarik dan menggelitik. Ia secara umum mengkritik cara pemasaran receh para politisi wabilkhusus Hasto Kristiyanto yang memamerkan foto diri, nama, jabatan, dan partainya dalam ucapan belasungkuwa. Bahkan dengan tegas ia menambahkan cara pemasaran itu tidak lebih praktik politik onani dan menganggapnya tidak efektif. Kalau tidak efektif kenapa masih banyak politisi yang memasarkan diri dengan cara ini?

Saya sependapat bahwa cara pemasaran seperti ini norak dan sering kali tidak pada tempatnya. Saya jadi teringat salah satu teman satu grup WhatsApp LPDP Yogyakarta yang kini menjadi politisi salah satu partai politik tertentu. Ia kerap membuat ribut grup WhatsApp dengan praktik politik onani. Hampir setiap ada hari besar ia memberi ucapan selamat hari A, B, C, dan D serta kalimat-kalimat motivasi sekelas Mario Teguh yang ia kutip entah dari mana dengan tidak lupa menambahkan foto diri, nama, jabatan dan partainya.

ADVERTISEMENT

Awalnya teman-teman grup biasa saja. Namun ketika semakin sering ia melakukan itu, akhirnya ada satu orang yang protes. Rupanya banyak yang kesal tapi mungkin karena sibuk dan tidak sempat membuka grup akhirnya ketika ada satu orang mengutarakan kekesalannya yang lain pun ikut meramaikan.

Perdebatan itu pecah menjadi perkelahian pasar ketika suara berlapis dari teman-teman yang kontra bisa ia bungkam seorang diri dengan pernyataan ngawur, keras, ngotot, dan tanpa henti. Sikapnya sudah menggambarkan bahwa ia adalah calon politisi besar. Pasalnya, sering kali bukan yang paling benar yang didengar, tapi yang paling ribut dan tidak mau kalah. Rasanya ingin berkomentar tapi karena saya tidak suka dengan debat kusir ala pasar lebih baik saya memilih jadi silent reader dan menganggapnya sebagai liburan.

Balik ke pertanyaan mengapa seorang politisi memilih melakukan cara receh dalam memasarkan dirinya padahal dengan duit yang dimiliki jelas ia bisa memilih melakukan cara pemasaran yang lebih baik, seperti yang dikatakan Ajeng Rizka, dengan menggunakan personal branding ataupun guirella marketing. Jawabannya sederhana cara ini lebih efektif, efisien, dan low budget.

Saya berani mengatakan cara ini efektik karena fakta lapangannya berkata demikian. Buktinya dengan cara seperti ini para politisi masih bisa terpilih. Dalam sistem demokrasi setiap orang sama haknya dalam memilih. Setiap dari mereka dihitung satu suara, tidak peduli apa pun profesinya. Baik yang mengerti permasalahan atau tidak, mereka sama-sama dihitung satu suara.

Mayoritas masyarakat kita masih memiliki pemahaman politik yang rendah bahkan tidak mengerti pilihannya menentukan nasib bangsanya lima tahun ke depan. Bagi mereka yang tidak punya pengetahuan politik bahkan maaf kurang berpendidikan wajah yang dikenal adalah apa yang mereka pilih. Makanya banyak partai politik yang berebut merekrut artis bahkan ada istilah baru berebut artis yang melibatkan transfer artis antar partai politik.

Cara pemasaran receh menggunakan poster ini tidak hanya efektif, ia juga efisien. Cara ini tidak ribet untuk dipelajari, tidak susah untuk dilakukan, dan tidak perlu ribet-ribet menyewa staf khusus untuk merumuskan langkah-langkah mempromosikan diri pada masyarakat seperti personal branding dan guirella marketing.

Baca Juga:

PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

Keluarga Jokowi Tidak Berkhianat. Mereka Hanya Mencoba Menjadi Gen Z yang Mengutamakan Kesehatan Mental

Cara pemasaran receh menggunakan poster ini selain efektif dan efisien ia tentu saja low budget. Politisi Indonesia banyak terdiri dari kalangan pengusaha atau bisnisman. Seorang pengusaha selalu memiliki hitung-hitungan dalam melakukan sesuatu. Ia selalu mempertimbangkan dalam konsep untung rugi. Setiap apa yang ia lakukan adalah soal mencari keuntungan dengan modal sekecil-kecilnya.

Dengan ketiga alasan ini wajar saja kalau masih banyak politisi yang cukup dengan pasang poster receh, unggah di sosial media, dan kalau punya modal dikit menjelang pemilu dibuatkan banner dan dipasang di jalanan-jalanan yang dianggap ramai. Tapi tentu saja ada juga politisi yang sedikit lebih elite sampai melakukan personal branding ataupun guirella marketing. Namun tentu saja jumlanya tidak banyak. Hanya ketika yang dipertaruhkan lebih besar maka modal yang dikeluarkan akan lebih besar.

Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari kasus Ir. Hasto Kristiyanto MM, yang mengucapkan belasungkawa sembari mengunggah foto bersama almarhum hingga bikin kita keliru siapa sebenarnya yang meninggal itu adalah karena dia hanya politisi….. ah kalian lengkapi sendirilah. Maka wajar saja kalau saya sampai tidak tahu dia wasekjen bahwa dia adalah politisi PDI-P, soalnya selama ini yang terkenal cuma Bunda Mega, Geng mantan aktivis Budiman, Masinton, Adian, dan lainnya, serta sang putri mahkota Puan.

Ngomong-ngomong, Pak Hasto serius sekali main Twitter-nya sampai gelarnya ditulis segala. Mungkin dia orang yang menganut prinsip ekonomi sudah capek-capek kuliah, biayanya mahal, rugi kan kalau gelar nggak kepakai. Soal ilmu kan belum tentu dapat, ups.

BACA JUGA Perjumpaan Terakhir: Pada Akhirnya Kita akan Menyusul Mereka atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2020 oleh

Tags: belasungkawaHastoPDIPpolitisi
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

Apa Susahnya Beri Ucapan Duka Cita Tanpa Copy Paste Ucapan Orang Lain? terminal mojok.co

Apa Susahnya Beri Ucapan Duka Cita Tanpa Copy Paste Ucapan Orang Lain?

9 Juli 2021
Gara-gara Dukcapil, Saya Pesimis jika Politisi Bicara Soal Teknologi Canggih apalagi Silicon Valley! terminal mojok.co

Gara-gara Dukcapil, Saya Pesimis jika Politisi Bicara Soal Teknologi Canggih apalagi Silicon Valley!

12 April 2021
Kalau Bu Risma Ikut Casting FTV, Lolos Nggak, ya? terminal mojok.co

Kalau Bu Risma Ikut Casting FTV, Lolos Nggak, ya?

10 Desember 2021
Kita Tak Butuh Ucapan Turut Berduka Cita dari Pejabat, Kita Butuh Aksi Nyata Mereka!

Kita Tak Butuh Ucapan Turut Berduka Cita dari Pejabat, Kita Butuh Aksi Nyata Mereka!

3 Oktober 2022
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Megawati adalah Tokoh yang Paling Banyak Memberi Sumbangsih untuk Indonesia

1 November 2020
Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

5 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.