Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
13 November 2024
A A
Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk

Menerka Alasan Kenapa Kios Buah Juga Jualan Kerupuk (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Coba deh perhatiin kios buah deket rumah kalian, pasti di sana juga jualan kerupuk, kan? Ya, kan?

Salah satu usaha yang bakal terus ada karena dicari banyak orang adalah jualan buah. Kita semua tahu bahwa buah-buahan memiliki beragam manfaat bagi tubuh kita. Misalnya, sebagai sumber vitamin dan gizi, sumber antioksidan, dan bahkan bisa mencegah penyakit tertentu. Saya nggak ngomong sembarangan, kalian bisa baca manfaat lebih jelasnya di website Kemenkes. Maka nggak usah heran kalau buah-buahan laris manis di pasaran.

Kita bisa membeli buah dengan mudah, salah satunya di kios buah pinggir jalan. Tapi, sadar nggak sih kalau para pedagang buah yang buka kios ini biasanya juga berjualan makanan lain yang kalau dipikir agak nggak nyambung. Iya, makanan yang saya maksud adalah kerupuk. 

Pasti kalian pernah lihat kan ada bungkusan kerupuk di kios buah. Jenisnya bermacam-macam, nggak cuma kerupuk putih. Ada yang warna-warni, yang cokelat panjang, yang katanya digoreng dengan pasir, pokoknya macam-macam, deh. Kenapa jualan buah ditemani kerupuk, ya? Ada hubungan apa antara buah dengan kerupuk?

Selain bisa dimakan langsung, buah juga bisa dijadikan rujak. Nah, makan rujak enaknya ditemani kerupuk

Alasan pertama kenapa banyak kios buah juga menjual kerupuk karena kerupuk bisa dijadikan teman makan rujak buah. Maksudnya begini, selain bisa dimakan langsung atau diolah menjadi jus, buah juga bisa dijadikan rujak. Beberapa buah yang dijadikan rujak seperti mangga, jambu biji, nanas, pepaya, kedondong, dll., memang enak banget disantap dengan bumbu rujak yang terbuat dari campuran gula jawa dan cabai. 

Nah, supaya acara makan rujak semakin sempurna, kerupuk juga kerap dijadikan teman makan yang tepat. Yang dipakai buat makan bareng rujak biasanya kerupuk mawar atau kerupuk putih bulat yang biasa dimasukkan dalam kaleng besar warna biru. Cara makannya ya tinggal dicocol saja dengan bumbu rujak. Hmmm, kriuk-kriuk manis pedas. Sedaaap.

Makanya kenapa di kios buah kita juga bisa menemukan banyak kerupuk digantung, ya salah satu alasannya ini. Pembeli yang pengin beli buah-buahan buat dirujak bisa sekalian beli kerupuk buat teman makan rujak. Nggak perlu mondar-mandir ke tukang buah terus ke warung cuma buat beli kerupuknya. One stop shopping gitu, deh.

Biar tampilan kios buah nggak kelihatan sepi

Alasan kedua kenapa kios buah juga jualan kerupuk kemungkinan biar nggak kelihatan sepi. Tahu sendiri ya display kios buah itu kan monoton. Paling mentok ya buah disusun di meja atau rak yang menempel ke dinding. Ada juga sih buah yang dimasukkan ke dalam showcase gitu, biasanya kayak stroberi, anggur, atau buah yang sudah dipotong-potong. Hal ini membuat bagian atas kios jadi terlihat kosong dari kejauhan.

Baca Juga:

4 Varian Rasa Nutrisari yang Gagal dan Bikin Pembeli Kapok

Tipu Daya Penjual Buah yang Nggak Disadari Banyak Pembeli

Nah, supaya kelihatannya nggak kosong-kosong amat, penjual buah memanfaatkan space kosong tersebut buat memajang buah yang bisa digantung seperti pisang, anggur, atau apel hijau yang sudah dimasukkan plastik. Tapi masalahnya nggak semua buah bisa dipajang dengan cara digantung. Yakali durian yang sebesar bola basket itu dipajang dengan cara digantung juga. Kalau duriannya jatuh terus kena kepala pembeli gimana coba? 

Makanya supaya display bagian atas kelihatan penuh, kerupuk ikut digantung bersama pisang, anggur, dkk., di kios buah. Jadinya sekalian jualan, deh. Plastik-plastik kerupuk yang digantung ini membuat kios jadi kelihatan meriah. Apalagi kalau kerupuknya berwarna-warni nggak monoton putih saja. Pembeli yang lewat pun jadi tertarik untuk mampir.

Ya terserah yang punya kios mau jualan apa lagi selain buah

Alasan terakhir ya memang pemilik kiosnya mau jualan kerupuk juga selain jualan buah. Alasan ini saya rasa valid, sih. Di zaman seperti sekarang ini, persaingan bisnis semakin ketat. Para pemilik usaha harus pintar-pintar melihat pasar dan mencari kesempatan.

Jualan kerupuk dinilai bisa buat tambah-tambah keuntungan pemilik kios buah. Sebab, banyak orang yang mencari kerupuk untuk dikonsumsi sehari-hari. Makanan yang terbuat dari adonan tepung ini bisa dijadikan teman makan dalam berbagai suasana, lho. Terminal Mojok pernah membahas hal tersebut. Selain itu siapa sih yang nggak suka kerupuk? Dikasih kecap doang juga sudah enak.

Jadi, itulah beberapa alasan kenapa kerupuk juga ikut dijual di kios buah. Sebenarnya apa pun yang dijual di kios buah, yang penting bisa bermanfaat bagi banyak orang. Jangan sampai malah memberi mudarat bagi penjual maupun pembeli. Itu yang harus dihindari.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kasta Kerupuk Urut dari yang Paling Enak Sampai yang Bikin Ngilu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: buahkerupukkios buah
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Redaktur Terminal Mojok yang suka nonton drama Korea.

ArtikelTerkait

Kerupuk Antor: Kerupuk Kotor Khas Tegal yang Nggak Insekyur karena Harga Minyak Goreng Naik Terminal Mojok.co

Kerupuk Antor: Kerupuk Kotor Khas Tegal yang Nggak Insekyur karena Harga Minyak Goreng Naik

13 April 2022
Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

2 April 2020
Orang yang Mengaku Nggak Suka Durian, Sebetulnya Belum Menemukan Rasa Durian yang Pas

Orang yang Mengaku Nggak Suka Durian, Sebetulnya Belum Menemukan Rasa Durian yang Pas

13 Januari 2024
Sungguh Malang Nasib Orang yang Nggak Doyan Makan Durian terminal mojok.co

Sulitnya Menjadi Penyuka Durian Di Antara Mereka yang Tidak Menyukai Durian

16 September 2019
Nggak Usah Lebay, Mengonsumsi Kulit Buah dan Sayur Ini Nggak Akan Membuatmu Mati Apalagi Patah Hati!

Nggak Usah Lebay, Mengonsumsi Kulit Buah dan Sayur Ini Nggak Akan Membuatmu Mati

11 Juli 2023
magelangan aa burjo kerupuk kepribadian warmindo warung kopi mojok.co

Menilik Kepribadian Aa Burjo dari Kerupuk Magelangan yang Ia Sajikan

22 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.