Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menebak Kepribadian Sesorang dari Cara Mereka Memperlakukan Sampah Snack

Rinawati oleh Rinawati
5 Januari 2020
A A
Menebak Kepribadian Sesorang dari Cara Mereka Memperlakukan Sampah Snack
Share on FacebookShare on Twitter

Hampir di semua lini acara baik formal maupun informal, dari tingkat RT sampe tingkat internasional semua peserta selalu disuguhi dengan yang namanya snack. Snack-nya bisa berbagai macam, dari model piring terbang, sampe model individu alias dalam bentuk kardus snack. Isinya pun berbagai macam, biasanya air minum, makanan ringan yang manis dan gurih. Berbungkus daun pisang ataupun plastik.

Snack diberikan untuk berbagai tujuan, untuk menghormati keikutsertaan, mengganjal perut yang sedang kosong sembari menunggu makan siang, hingga sekadar diberikan karena alasan etis tertentu. Kita tentu dengan sukarela menikmati snack tersebut.

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti kegiatan pembekalan di tempat kerja saya. Kebetulan pembekalan dilakukan di ruang auditorium, ada sekitar 96 peserta, umumnya berpendidikan S1, D3 dan SMK/A. Kegiatan pembekalan dimulai jam 8 pagi dan selesai jam 4 sore. Tentu, ada snack dan makan siangnya. Sewaktu acara, semua orang dengan lahap memakan kotak snack yang ada di depan mereka. Setelah dirasa isi snack telah habis, ada yang meletakkan di meja, di bawah kursi dan di waktu jam makan siang ada yang langsung membuang sampah kotak snack.

Setelah acara sudah selesai, lantas apa yang akan kita lakukan? Bagaimana nasib sampah snack tersebut? IYA, PINTAR SEKALI! LANGSUNG MENINGGALKAN RUANGAN~ LUPA SAMPAH SNACK-NYA KETINGGALAN. EH, ATAU PURA -PURA LUPA?

Menurut Ilmu Psikologi, kebiasaan manusia dapat mencerminkan kepribadian mereka. Kebiasaan itu seperti tali pusar, sesuatu yang sudah tak tampak namun masih erat dengan hidup kita. Misalnya, cara berjalan, cara berjabat tangan, cara makan, cara membuang sampah, semua kebiasaan bermuara ke kepribadian kita.

Ada berbagai penyebab kenapa seseorang meninggalkan sampah mereka sendiri di dalam ruangan. Menurut ilmu ngasal dan cocoklogi yang saya miliki, cara seseorang memperlakukan sampah mereka sendiri juga bisa menunjukkan kepribadian mereka yang sesungguhnya, di antaranya:

Satu: PELUPA

Manusia tak pernah luput dari yang namanya lupa. Lupa rakaat saat salat, lupa meletakkan kunci, dan lupa lainnya, termasuk pula lupa telah meningalkan sampah. Tipe orang yang meninggalkan sampah di ruangan dengan tidak sengaja, umumnya cenderung tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, banyak pikiran dan kegiatan, terlalu sibuk, fokus dengan satu tujuan. Dan saking fokusnya, sampai bungkus makanan enak yang telah dilahap, ditelantarin karena cuma fokus pengin cepet pulang.

Dua: BODO AMAT

Tipe manusia yang model begini adalah yang paling menjengkelkan menurut saya. Mereka sadar telah meninggalkan sampah, mereka mungkin juga sadar bahwa mereka merugikan pemilik ruangan, mereka memperberat pekerjaan panitia dan juga tenaga kebersihan. Tapi ya tetap saja mereka bodo amat dengan sampahnya sendiri. Orang model begini, biasanya memiliki sifat yang cenderung kurang memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, tidak ingin ambil pusing. PUSINGNYA DIPRIORITASKAN HANYA UNTUK MIKIR CICILAN ~

Baca Juga:

5 Camilan Private Label Indomaret yang Mending Dihindari kalau Nggak Ingin Rugi 

7 Kasta Teratas Snack Keluaran Indomaret, Dijamin Nggak Kecewa

Tiga: ABSURD

Ada beberapa teman saya yang ketika ikut kegiatan, dapat snack malah justru dibagikan ke teman sampingnya. Kemarin, saat saya ikut pembekalan, teman di deretan kursi saya pun ketika pulang juga begitu. Membawa kotak snack, memeriksa apakah ada yang tersisa lantas dia menemukan kacang telur lalu memberikannya kepada saya. Iya, masnya tahu kalau saya doyan makan dan pemakan segala. Manusia model begini biasanya cenderung lebih peka, humble, detail, dan jarang memiliki masalah emosional.

Sampai saat ini, saya hanya menemukan 3 jenis kepribadian dalam memperlakukan sampah kotak snack. Jika kalian menemukan kepribadian lain mungkin kalian bisa membuat tulisan ini menjadi part 2 dan seterusnya. Karena sejujurnya saya sangat jengkel dengan orang-orang seperti mereka. Mau ditegur sudah gede, nggak ditegur kok ya pengen dikatain. Ya ada baiknya dijulidin lewat tulisan aja, barangkali lebih mempan. Hehehe.

Orang-orang dengan kepribadian di atas, di awal tahun 2020 yang penuh resolusi ini, semoga mereka memiliki simple daily activity, memiliki sebuah note kecil tertempel di masing-masing dinding kamar mereka. Saya berharap ada sebuah kertas tertulis, “Semoga saya bisa lebih bisa menjaga kebersihan dan lingkungan. Sebelum menjaga hatinya. Amiin.”

Ya namanya juga berharap, radak halu dikit nggak apa-apalah.

BACA JUGA Tipe-Tipe Orang Saat Ikut Seminar atau tulisan Rinawati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2020 oleh

Tags: pelatihanseminarsnack
Rinawati

Rinawati

Perempuan yang percaya bahwa menjadi diri sendiri itu overrated~

ArtikelTerkait

Snack Jadul Anti Mainstrem Generasi 80-an dan 90-an Terminal Mojok

Snack Jadul Antimainstream Generasi 80-an dan 90-an

10 Januari 2021
6 Camilan di Indomaret yang Meresahkan Terminal Mojok

6 Camilan di Indomaret yang Meresahkan

15 Agustus 2022
ikut seminar

Ikut Seminar Bukan buat Dapat Ilmu tapi buat Dapat Snack, Makan, dan Sertifikat

23 Juni 2020
Awas Hipertensi! 5 Jajanan Indomaret Ini Memiliki Kandungan Garam Tinggi, Jangan Terlalu Sering Dikonsumsi

Awas Hipertensi! 5 Jajanan Indomaret Ini Memiliki Kandungan Garam Tinggi, Jangan Terlalu Sering Dikonsumsi

3 Desember 2023
4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran terminal mojok.co

4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran

4 Februari 2021
Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Dilema Mahasiswa Rantau Ekonomi Pas-pasan di Tengah Gempuran Semprotulation

20 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

9 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.