Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Menebak Alasan Begal Kebanyakan Bonceng Tiga

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
26 Juni 2022
A A
Menebak Alasan Begal Kebanyakan Bonceng Tiga Terminal Mojok

Menebak Alasan Begal Kebanyakan Bonceng Tiga (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di sudut kota Palembang, tepatnya di daerah Jakabaring, banyak orang yang jadi korban pembegalan. Rata-rata para begal naik motor dan bergerak dalam kesenyapan yang maksimal. Saya sendiri belum pernah punya pengalaman berhadapan dengan begal, tapi saya sering melihat tragedi pembegalan di depan mata saya.

Dulu, ibu saya berjualan di daerah Jakabaring dan saya sering ke daerah sana. Di sanalah saya melihat kasus pembegalan. Korbannya beragam, mulai dari anak sekolahan, ibu-ibu, pasangan suami istri yang baru pulang kondangan, dan lain-lain.

Berdasarkan pengamatan saya, begal yang beraksi kebanyakan naik motor bonceng tiga. Jadi, kalau mau dijabarkan tugas mereka kira-kira begini. Yang di depan bertugas mengendarai motor, kemudian ada yang bertugas mengambil barang korban, dan yang terakhir biasanya bersiap dengan senjata tajamnya.

Lama-lama saya jadi penasaran, kenapa ya mereka naik motor selalu bonceng tiga ketika melakukan aksinya? Bukannya lebih enak naik motor berdua saja biar nggak terlalu sempit? Atau malah lebih enak lagi kalau sendirian, kan jadi lebih gesit? Saya mencoba memosisikan diri sebagai begal dan menebak alasan di balik begal yang selalu bonceng tiga dalam melakukan aksinya. Kira-kira begini alasannya.

#1 Biar kuat mental

Kalau saya mau melakukan aksi pembegalan sendirian di siang hari, saya pasti akan mengurungkan niat itu. Lho iya, begal sendirian di siang hari benar-benar berisiko tinggi. Rawan ketangkep sama orang-orang di sekitar calon korban, Bro!

Beda halnya ketika bonceng tiga bersama teman. Risiko ketangkep bakal berkurang sedikit lah. Kenapa? Ya karena ada dua teman lain yang bantuin dari belakang.

Kalau gitu pilihannya lebih enak yang mana? Bonceng tiga atau sendiri? Ya bertiga laaah. Sebab, sehebat-hebatnya mental satu begal, masih lebih baik mental tiga begal yang digabung jadi satu.

#2 Proses pembegalan jadi cepat

Begini. Kalau mau membegal orang sendirian kan sulit, ya. Harus berhentiin motor dulu, ambil sajam dulu baru ditodongkan ke korban. Nggak sat set sat set gitu lah. Kalau korbannya berani, wah, keburu korbannya melawan balik, sih.

Baca Juga:

Pilkada, Momen Favorit para Begal di Probolinggo Beraksi: Sebuah Irama Kriminal yang Selalu Berulang

Tanjakan Trangkil, Tanjakan Paling Menyeramkan Se-Semarang, apalagi kalau Dilewati Malam Hari

Berbeda kalau bonceng tiga, aksi pembegalan jadi lebih hemat waktu. Biasanya yang terjadi kan begini: sampai di depan korban langsung sat set; motor tetap dinyalakan, begal kedua merampas barang korban, begal ketiga menodongkan senjata, setelah itu begal pertama tancap gas lagi secepatnya.

#3 Biar mengintimidasi

Nggak cuma orang berbadan besar yang bisa mengintimidasi, orang dengan jumlah banyak juga bisa, termasuk begal yang bonceng tiga.

Waktu saya melihat kasus pembegalan di sekitaran tempat ibu saya jualan, korbannya ada dua orang. Sebenarnya mereka bisa melawan balik karena badan mereka sama seperti ketiga begal tersebut. Namun, karena para korban ini cuma berdua, jelas mereka sudah takut duluan karena kalah jumlah. Ya sudah, ketiga begal itu pun memaksimalkan boceng tiganya dan melenggang pergi begitu saja.

#4 Kalau tertangkap masih ada kawan

Alasan keempat ini cukup menarik, sih. Para pelaku pembegalan pasti sudah paham ya kalau misi mereka gagal, maka penjara adalah hukuman yang menanti mereka. Tapi, mana enak sih masuk penjara sendirian? Ehehehe.

Makanya para pelaku pembegalan itu bonceng tiga. Memang nggak selalu ketiga-tiganya tertangkap, sih, bisa saja cuma satu yang tertangkap (apes banget, sih). Tapi setidaknya kalau mereka bertiga tertangkap, nggak menderita sendirian gitu. Atau minimal kalau dipukuli massa ya nggak merasakan sendirian, melainkan ada juga dua temannya yang sama-sama merasakan betapa sakitnya dipukuli warga yang sedang mengamuk.

#5 Nggak enakan

Walau ini sebuah kejahatan, tetap saja kalau boleh saya katakan, begal adalah sebuah pekerjaan yang menghasilkan duit bila berhasil. Mana mungkin sesama bestie nggak ngajak-ngajak kalau sudah urusan duit, kan?

Nggak enak lah kalau teman kita nganggur di rumah, tapi kita malah bekerja—dengan cara merampas milik orang lain—dan menghasilkan duit ratusan ribu dalam sehari. Apa nggak kasihan sama teman kita yang nganggur itu? Maka diajaklah jadi begal. Dan dari sana saya rasa muncul begal-begal yang suka bonceng tiga.

Barangkali itu saja lima alasan di balik begal yang suka bonceng tiga. Jangan serius-serius amat bacanya, namanya juga tebak-tebakan~

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Popularitas Begal Lampung dalam Jagad Kriminalitas Tanah Air.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2022 oleh

Tags: begalbonceng motorbonceng tiga
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

Begal Lampung, Satu-satunya Hal yang Terkenal dari Lampung dan Itu Memalukan Mojok.co

Begal Lampung, Satu-satunya Hal yang Terkenal dari Lampung dan Itu Memalukan

16 Januari 2024
6 Istilah Lampung yang Wajib Diketahui Wisatawan

Lampung Tak Hanya Terbuat dari Begal, Jalan Rusak, dan Gubernur Viral, Ada Robusta dan Hal-hal Indah Lain yang Wajib Diingat

26 Agustus 2023
Jalan Baru Palembang (Jalan HM Noerdin Pandji), Jalan Paling Mencekam yang Jadi Sarang Begal

Jalan Baru Palembang (Jalan HM Noerdin Pandji), Jalan Paling Mencekam yang Jadi Sarang Begal

2 April 2024
Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM bus akap

Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM

17 Oktober 2023
Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah (Unsplash)

Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah

8 Februari 2023
Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.