Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

Tito Satrya Kamil oleh Tito Satrya Kamil
6 Oktober 2023
A A
5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Kuliner sehari-hari nggak seenak di Jogja

Soal kuliner sehari-hari, Semarang memiliki keunggulan, yakni makanannya lebih bervariasi. Di sini banyak warteg dan harganya sering kali lebih murah ketimbang harga makanan di Jogja. Misalnya di tengah kota Semarang, saya masih bisa menjumpai ramesan seharga Rp6 ribu hingga Rp7 ribu dengan lauk nasi sayur telur atau soto seharga Rp5 ribuan. Di Jogja, harga segitu baru bisa saya dapatkan di daerah pinggiran seperti Bantul atau Kalasan.

Akan tetapi, rasa dan tingkat higienis makanan murah di warteg dan ramesan Semarang cenderung seadanya ketimbang di Jogja. Yah, definisi ada harga ada rupa.

ADVERTISEMENT

Hal ini jelas berbanding terbalik dengan pengalaman saya di Jogja di mana saya jarang dikecewakan rasa masakan burjo, bakmi, dll. Di Jogja palingan saya kecewa kalau ekspresi penjual makanan berubah karena saya memesan minum air putih.

#4 Harga warung Lamongan nggak ngotak

Harga warung Lamongan menjadi salah satu culture shock pertama saya kala pindah ke Semarang. Di Jogja, saya biasa membeli nasi ayam seharga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu di warung Lamongan. Alangkah kagetnya saya waktu membeli pecel ayam di Lamongan yang mana harganya Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per porsi.

#5 Pengendara Semarang lebih grusa-grusu

Sikap kebanyakan pengendara di Semarang sangat jauh dari stereotip orang Jawa yang katanya alon-alon. Meskipun jalanan Semarang minim klakson seperti di Jogja, banyak pengendara Semarang yang berkendara seolah dirasuki pembalap. Sampai-sampai tiap kali mau menyeberang jalan, saya merasa jadi orang yang sangat menderita.

Mungkin saja sikap para pengendara yang grusa-grusu itu terbentuk karena nggak kuat dengan suasana kota yang panas. Makanya bawaannya pengin cepat-cepat sampai di tempat tujuan aja. Atau bisa juga banyak pengendara yang ngebut karena jalanan di Semarang lebih lebar daripada di Jogja. 

Begitulah penderitaan yang saya alami ketika pindah ke Semarang dari Jogja. Meski begitu, saya cukup tersentuh dengan kemurahan hati kebanyakan orang Semarang yang tulus. Maklum, orang Semarang nggak punya modus mengantarkan orang ke toko bakpia atau toko tertentu ketika ketemu orang yang terlihat linglung. Eh.

Penulis: Tito Satrya Kamil
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

BACA JUGA Kota Semarang, Kota yang Paling Peduli sama Keselamatanmu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2023 oleh

Tags: culture shockJogjaSemarang
Tito Satrya Kamil

Tito Satrya Kamil

Masih mencari jalan balik ke dunia tulis-menulis

ArtikelTerkait

Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip Terminal Mojok perantau

Undip, Kampus yang Ramah untuk Perantau Newbie

31 Juli 2022
Loji Papak Boyolali yang Tersembunyi, Indah, Sekaligus Mencekam (Unsplash)

Loji Papak: Rahasia Kekayaan Sejarah Boyolali yang Mampu Memacu Nyali dan Adrenalin Pengunjung karena Aura Mistisnya

11 Februari 2024
menggugat pagar alun-alun utara jogja mojok.co

Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja

29 Mei 2021
Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja (Unsplash)

Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja, Tentunya Bukan Sebagai Tempat Wisata

25 Desember 2024
5 Jajanan Pasar Khas Jogja yang Mulai Langka dan Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

5 Jajanan Pasar Khas Jogja yang Mulai Langka dan Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

2 November 2023
Inilah Alasan Kenapa Money Heist Nggak Mungkin Bersetting di Indonesia

Begini kalau Karakter Money Heist Diambil dari Nama Daerah di Jogja

19 Mei 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.