Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Mencari Angka Kemiskinan Tidak Berbanding Lurus dengan Makan Gorengan

Diaz Radityo oleh Diaz Radityo
20 Agustus 2019
A A
angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mindset Pendataan Warga Miskin itu Simpel, Orang Miskin, Temannya Orang Miskin

Share on FacebookShare on Twitter

“Permisi, selamat sore,” kata seorang perempuan paruh baya.

“Maaf tidak terima sumbangan,” jawab seorang Ibu.

“Saya sudah izin Pak RT dan…,” tak lama kemudian pintu ditutup dengan kencang, mengakhiri percakapan yang belum selesai tersebut.

Ilustrasi di atas bukanlah isapan jempol belaka. Keadaan seperti itulah yang sering dialami oleh para pejuang pencari data di lapangan. Mereka pun tak boleh menyerah sama sekali, perjalanan harus tetap dilanjutkan demi “memotret” data yang bertebaran di masyarakat. Konteks dari tulisan ini adalah petugas pencari data milik instansi pemerintah.

Lantas siapakah para pejuang pencari data tersebut? Para pejuang pencari data tersebut sebagian besar didominasi oleh perempuan. Mulai dari yang masih lajang hingga sudah menyandang ibu rumah tangga bahkan sudah memiliki cucu. Tentunya pemilihan perempuan sebagai petugas survei di lapangan sangatlah beralasan. Perempuan memiliki ketelitian, keuletan dan kesabaran yang luar biasa bila dibandingkan laki-laki.

Gimana nggak harus memiliki ‘usus panjang’ alias sabar tingkat dewa. Di lapangan itu, para petugas itu harus berjibaku dengan responden dengan watak dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain. Seorang petugas haruslah menyelesaikan tugasnya, entah dia harus mendata dari orang yang kayanya tajir melintir hingga yang di bawah garis kemiskinan. Sehingga keadaan seperti inilah yang kadang-kadang membuat dilematis. Persis seperti pepatah Jawa, urip iku ming wang sinawang.

Bagi saya mereka adalah perempuan hebat yang layak diapresiasi, perjuangannya sangat luar biasa. Mereka harus mengatur strategi dengan ciamik. Membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan. Bayangkan saja, di saat anak mereka sedang menempuh ujian di sekolah, mereka tetap amanah menjalankan tugasnya. Belum lagi kalau suaminya juga malah ikut-ikutan rewel. Semakin runyam kan?

Sesampai di lapangan mereka pun harus kembali mengatur taktik yang lain. Demi munculnya sebuah angka kemiskinan dan angka lainnya, para perempuan itu harus menjaga mood responden. Setidaknya wawancara yang dilakukan memakan waktu 2 jam, itu baru batas minimal. Bahkan bisa lebih. Bisa dibayangkan kan betapa lamanya? Belum lagi mereka harus berpacu dengan waktu, jika musim hujan tiba. Mereka akan berusaha melindungi dokumen dengan segala cara agar tidak basah.

Baca Juga:

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Ya kalau dapat responden yang kooperatif sih fine-fine aja. Malah biasanya dijamu segelas teh hangat dan makanan ringan. Kalo lagi apes ya bisa dapat responden yang bisa bikin kuping merah dan kepala berasap. Semacam ilustrasi di ataslah, bibir belum selesai berucap. Pintu pun ditutup tanpa kompromi. Kan ambyar~

Jadi jika dulu ada yang pernah membandingkan antara gorengan dengan angka kemiskinan tampaknya perlu sesekali ikut ke lapangan bersama para perempuan hebat tersebut. Biar merasakan bagaimana sih mencari angka kemiskinan itu. Ya memang di dalam salah satu variabelnya ada gorengan, tapi bukan berarti gorengan serta merta menjadi tolok ukur angka kemiskinan.

Angka kemiskinan tentu saja tidak diukur menggunakan gorengan ya! Masih banyak variabel lain yang digunakan sebagai penentu kemiskinan. Kalau gorengan digunakan sebagai variabel kemiskinan maka logika paling dasarnya adalah semakin banyak orang makan gorengan semakin kaya? Kan ya nggak gitu juga. Semoga anda paham yhaaa~

Apakah setelah selesai dari lapangan pekerjaan sudah selesai? Tidak semudah itu, Ferguso! Mereka harus segera merapikan data yang ada di dokumen tersebut. Data tersebut tidak boleh terlalu lama dibiarkan mengendap begitu saja. Semakin cepat dikumpulkan maka akan semakin baik.

Proses untuk menentukan angka kemiskinan tidaklah mudah. Ya persis kalau kalian mau ngurusi ke jenjang perkawinan. Lama dan ribet dengan bonus menguras emosi. Selain itu, ketika angka kemiskinan tersebut dirilis, mereka walaupun secara tidak langsung juga masih mendapatkan nyinyiran yang tak berkesudahan.

Tulisan ini sebenarnya memang nggak penting dibaca kok. Tetapi saya hanya ingin sedikit berpesan saja. Siapa tahu saat ini kalian sedang menyusun skripsi atau tulisan apapun yang membutuhkan data. Ada baiknya untuk mulai sedikit tergugah dan sadar ternyata mengumpulkan data itu tidaklah mudah. Butuh pengorbanan yang luar biasa. Apa sih salahnya meluangkan sedikit waktu untuk mereka? Toh mereka juga sama seperti kita kan manusia? Dan pastinya mencari nafkah secara halal. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: angka kemiskinangorenganIndonesiaperempuan hebat
Diaz Radityo

Diaz Radityo

Seorang pendongeng yang suka menyambangi anak-anak. Tak hanya jadi pendongeng, tapi juga pegiat literasi. Tertarik dengan isu kebudayaan, bencana, literasi, dan pendidikan. Harapannya sederhana, menjaga asa tetap ada!

ArtikelTerkait

3 Cara Mengakali Harga Telur dan Minyak Goreng yang Nggak Ngotak

3 Cara Makan Telur dan Gorengan meski Harga Telur dan Minyak Nggak Ngotak

29 Desember 2021
Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

21 Juni 2024
Kalau Beli Gorengan, Langsung Ambil Aja, Nggak Perlu Dipegangin Semuanya!

Kalau Beli Gorengan, Langsung Ambil Aja, Nggak Perlu Dipegangin Semuanya!

14 Oktober 2024
Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan! terminal mojok.co

Mendoan Daerah Mana sih yang Paling Enak?

16 November 2020
batu bara

Wacana Pindah Ibu Kota di Tengah Tekanan Bisnis Sawit dan Batu Bara

28 Agustus 2019
dalam negeri

Masalah Papua Merupakan Urusan Dalam Negeri Indonesia

3 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.