Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Membongkar Rahasia Viva Cosmetics yang Harga Bedak Sachet-nya Lebih Murah daripada Bayar Parkir 2 Ribu!

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
9 September 2024
A A
Membongkar Rahasia Viva Cosmetics yang Harga Bedak Sachet-nya Lebih Murah daripada Bayar Parkir 2 Ribu!

Membongkar Rahasia Viva Cosmetics yang Harga Bedak Sachet-nya Lebih Murah daripada Bayar Parkir 2 Ribu!(Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gempuran berbagai merek produk perawatan, nama Viva Cosmetics tetap berjaya. Kelanggengannya membuktikan bahwa kualitas produk Viva Cosmetics telah teruji. Di samping itu, fakta ini meyakinkan bahwa masih ada segmen pasar yang menggemari produk keluaran PT Vitapharm.

Uniknya, harga produk Viva Cosmetics terhitung murah meriah. Bahkan, bayar parkir liar di depan mesin ATM saja lebih mahal ketimbang harga bedak sachet Viva. Fenomena ini membuahkan tanda tanya di benak banyak orang. Kira-kira, muslihat apa yang dipakai sehingga harga produk Viva seolah kebal dari laju inflasi?

Menetapkan skala ekonomi, strategi kuno yang  selalu relevan

Salah satu kunci bisnis berkelanjutan meskipun berkompetisi di industri yang terbilang jenuh layaknya Viva Cosmetics adalah dengan berinvestasi pada mesin pabrik. Dengan demikian, volume produk yang dihasilkan menjadi lebih besar dalam tempo yang lebih singkat. Inilah yang disebut dengan strategi skala ekonomi.

Walaupun klise, efisiensi semacam ini terus dikejar oleh banyak perusahaan, terlebih jika permintaan pasar cenderung tetap atau meningkat. Sebab, penerapan praktik tersebut sanggup menekan total biaya produksi per unit produk. Akibatnya, harga jual per unit menjadi lebih murah.

Melalui economies of scope, Viva Cosmetics menghasilkan produk dasar yang pasti dibutuhkan

Bukan hanya menjujung skala ekonomi (economies of scale), rupanya Viva Cosmetics juga mengaplikasikan strategi pendukung lain yang disebut economies of scope. Melalui konsep ini, diversifikasi dilakukan dengan sumber daya yang sama. Misalnya saja, ekstrak bengkoang dapat dijadikan bahan utama bagi masker, pembersih wajah, penyegar wajah, lulur, dan losion badan.

Contoh lainnya dapat ditilik dari keseragaman kemasan yang hanya dibedakan dari desain ilustrasinya. Karena teknik operasional serupa, Viva dapat menghemat banyak biaya produksi yang berdampak pada harga jual produk. Ditambah lagi, seluruh produk yang dibuat oleh brand ini merupakan produk perawatan tubuh inti yang pasti dibutuhkan dan diburu konsumen sehingga tidak membebani biaya penyimpanan.

Bahan baku lokal nggak aneh-aneh, yang penting berkhasiat

Sebagai merek yang berkomitmen melayani masyarakat Indonesia, Viva Cosmetics berperinsip untuk menelurkan serangkaian produk perawatan kulit dan rambut yang sesuai bagi masyarakat tropis. Oleh sebab itu, material yang dimanfaatkan juga diambil dari alam nusantara. Selain lebih cocok bagi kulit orang Indonesia, keyakinan ini berkontribusi pada penghematan produksi.

Sebagai contoh, Viva kerap kali mengedepankan manfaat lidah buaya, bengkoang, minyak kelapa, dan ekstrak buah yang cenderung mudah didapat dari petani lokal. Hal ini menjadikan pasokan bahan baku menjadi lebih stabil serta berkelanjutan. Bayangkan, berapa rupiah yang harus ditebus di bea cukai berikut selisih kurs, pajak, dan ongkos kirim jika material yang digunakan berasal dari luar negeri!

Baca Juga:

Trik Menghapus Maskara Waterproof supaya Nggak Berujung Sengsara

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

Minimalisir biaya pemasaran tanpa mengandalkan model iklan artis terkenal

Tidak dimungkiri kesuksesan sejumlah brand baru di industri perawatan tubuh saat ini dipengaruhi oleh brand ambassador. Demi mengangkat daya jual, mereka bahkan rela mendapuk pesohor dari Negeri Ginseng. Padahal, cara ini justru kontradiktif dengan tujuan pemasaran yang menyasar pengguna dalam negeri.

Tak termakan oleh strategi pemasaran picisan, mayoritas iklan Viva Cosmetics dilakukan oleh model yang kurang dikenal. Bagi Viva representasi model berwajahkan perempuan khas Indonesia lebih efektif. Nyatanya, tanpa menggunakan gimik, eksistensi Viva yang lebih banyak diserukan melalui pemasaran word of mouth jauh lebih meyakinkan.

Viva Cosmetics tidak menjual kemasan

Kesederhanaan adalah kunci kesuksesan Viva Cosmetics melenggang lebih dari setengah abad. Nilai ini tercermin pula dari kemasan produk yang terkesan apa adanya. Bukan bermaksud meniadakan inovasi, Viva tampaknya menyadari bahwa manfaat produk jauh lebih berharga ketimbang kemasannya.

Tengok saja, nyaris semua produk Viva Cosmetics hanya menggunakan kemasan primer berbentuk botol, tube, atau pot tanpa dibungkus lagi dengan kardus sebagaimana banyak brand lain lakukan. Pun, bentuk pemulas bibirnya juga standar saja. Tidak ada gebrakan nirfaedah seperti merek lain yang meluncurkan pewarna bibir dengan bentuk es krim, pensil, atau gantungan kunci yang seakan hanya berinovasi dari sisi luar saja. Kesahajaan inilah yang menyebabkan harga Viva Cosmetics senantiasa ramah di dompet para penerima gaji UMK Jogja.

Walaupun tidak jarang dicemooh lantaran harganya yang super miring, Viva tak gentar menghadapi cibiran tanpa alasan. Tampaknya, kalimat “ada harga, ada rupa” tidak berlaku pada Viva. Sebab di balik harga bedak di bawah tarif parkir, ada pemikiran strategis yang membawa Viva Cosmetics menjadi sebuah legenda.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bersyukurlah Kalian yang Pakai Bedak Viva di Kala Krisis Tetap Ayu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2024 oleh

Tags: Kosmetikmakeupperawatan kulitproduk kosmetikViva Cosmetics
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Kontroversi Skincare Paraben adalah, Kepriben Iki_ terminal mojok

Kontroversi Skincare Ber-Paraben, Kepriben Iki?

7 April 2021
5 Sisi Gelap Dunia Makeup Artist Terminal Mojok

5 Sisi Gelap Dunia Makeup Artist

18 Agustus 2022
kesalahan skincare routine yang sering dilakukan selebgram dan youtuber mojok.co

4 Kesalahan Skincare Routine Para Selebgram dan YouTuber yang Harus Segera Dihentikan

4 Juli 2020
6 Rahasia Foundation Anti-Oksidasi Terminal Mojok

6 Rahasia agar Foundation Nggak Alami Oksidasi

9 Juni 2022
Membedah Ingredients dalam Krim Kelly demi Indonesia yang Lebih Glowing terminal mojok

Membedah Ingredients dalam Krim Kelly demi Indonesia yang Lebih Glowing

26 April 2021
Begini Rasanya Pakai Foundation Hampir Sejuta Terminal Mojok

Begini Rasanya Pakai Foundation yang Harganya Hampir Sejuta

10 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.