Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memaknai Pulang dalam Lagu ‘Mercusuar’ Milik Kunto Aji

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
29 Juli 2020
A A
Memaknai Pulang dalam Lagu 'Mercusuar' Milik Kunto Aji MOJOK.CO

Memaknai Pulang dalam Lagu 'Mercusuar' Milik Kunto Aji MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Selain “Pilu Membiru”, bagi saya, lagu Kunto Aji yang maknanya sangat melekat di hati adalah “Mercusuar”. Sampai-sampai, lagu ini sudah saya tetapkan untuk menjadi salah satu list lagu pernikahan saya nanti. Lagu “Mercusuar” ini berbeda dari lagu-lagu Kunto Aji lainnya. Mengapa saya sebut berbeda? Begini penjelasannya.

Lagu “Mercusuar”, bagi saya, adalah lagu yang bisa membawa saya kembali ke situasi tertentu, seperti dibawa kembali ke sebuah momen ketika saya sedang rindu sekali untuk pulang dan bertemu orang-orang tersayang. Irama lagu ini memanggil kembali memori-memori indah. Menurut saya, lagu ini tidak hanya bisa diintepretasikan sebagai hubungan antara sepasang kekasih saja, bisa saja mengambarkan hubungan antara anak dan orang tua, bahkan bisa juga menyangkut hubungan seorang hamba dengan Sang Percipta.

Lagu yang berada dalam albumnya yang berjudul “Generation Y” ini, dahulu dibuat Kunto Aji untuk istrinya Dewi Syariati sebelum menikah pada 2015. Duh berutung sekali ya Mbak Dewi. Lagu ini juga dianggap sebagai pelengkap lagu sebelumnya yang berjudul “Sudah Terlalu Lama Sendiri”, sebuah lagu yang menceritakan seseorang yang kesepian karena sudah terlalu lama mencari orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup. Lagu “Mercusuar” ini tercipta untuk menceritakan akhir dari sebuah pencarian dan penantian panjang selama ini.

“Mercusuar” ini adalah kiasan sebuah cahaya yang menuntun jalan kembali pulang. Di kehidupan nyata, mercusuar merupakan sebuah menara dengan sumber cahaya sebagai pengarah navigasi untuk kapal agar bisa kembali ke dramaga.

Begini makna dalam lirik lagu Kunto Aji yang berjudul “Mercusuar”, dimulai dari bagian awal:

Dari yang sudah sudah
Cinta hanyalah bualan
Dari yang sudah sudah
Hanya rasa tanpa tujuan

Seperti menjalani hubungan cinta yang berputar-putar. Mulai dari pendekatan, berpacaran, berantem hingga akhirnya putus. Entah sampai kapan siklus yang tidak jelas ini akan berakhir menjadi impian bagi semua pasangan yaitu…pernikahan. Kalau diibaratkan, sama seperti sebuah kapal yang terombang-ambing di tengah lautan, tidak jelas, tak terlihat pertanda, dan tak tahu ingin pergi ke mana.

Lirik selanjutnya berbunyi…

Baca Juga:

Joko Pinurbo adalah Berlian di Mahkota Jogja dan Kini Berpulang Mengantongi Romantisnya

Mengungkap Budaya Kental Mahasiswa Asal Magelang: Pulang

Aku ingin berhenti
Lelah aku mengarungi
Aku ingin bersandar
Menikmati bintang berpijar

Setelah jatuh bangun menjalani hubungan bersama, sebuah awal pasti akan ada akhir sama seperti sebuah hubungan yang pasti ingin diakhiri dengan tujuan sakral dalam hidup yaitu menikah dan hidup bahagia bersama dengan belahan jiwa. Jika diibaratkan bagai sebuah kapal yang terlalu lama terombang-ambing di laut tidak jelas arahnya, pada akhirnya kapal tersebut ingin berlabuh pada sebuah dramaga untuk menetap dan beristirahat.

Lirik Kunto Aji selanjutnya:

Sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali
Sampai nanti
Cahayamu menuntunku lagi
Jangkar sudah terjatuh
Aku sudah benar benar luluh

Kemudian mercusuar berputar mengeluarkan cahaya, menuntun kapal kembali ke dermaga. Seperti menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi tempat berbagi kisah, menjalani hidup bersama, tempat terbaik untuk pulang.

Jangkar yang terjatuh bagai menetapkan sebuah keputusan memilih orang yang tepat. Aku sudah benar-benar luluh, bagai dua insan yang sudah melebur menjadi satu.

Yang aku lihat terang
Yang kulihat masa depan
Hangat dalam dekapan
Aku merasa sedang pulang

Kemudian kapal itu berlabuh di dermaga, kembali lagi melihat terangnya matahari dan kehidupan, tak lagi terjebak di tengah lautan sunyi. Seperti melihat sebuah harapan pada seseorang yang tepat untuk membangun masa depan bersama, seseorang yang selalu bersedia menyambut dengan sebuah pelukan hangat, rasanya seperti menemukan tempat untuk kembali pulang.

Semoga kapal-kapal yang sedang terombang-ambing di tengah laut segera menemukan mercusuar untuk menuntunnya kembali pulang dan berlabuh kemudian menetap pada orang yang tepat ya.

BACA JUGA “Reply 1988” Drama Korea Terbaik yang Nunjukin Tetangga Goals atau tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: Kunto AjimercusuarPilu MembiruPulang
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

mantra kunto aji

Menyembuhkan Luka Hati Dengan Mantra-Mantra Dari Mas Kunto Aji

28 Mei 2019
Hai Pilu Membiru, Maaf Saya Mengaku Kualat

Hai Pilu Membiru, Maaf Saya Mengaku Kualat

30 November 2019
Mengungkap Budaya Kental Mahasiswa Asal Magelang_ Pulang terminal mojok

Mengungkap Budaya Kental Mahasiswa Asal Magelang: Pulang

5 Oktober 2021
Lagu-Lagu Healing Selain Mantra-mantranya Mas Kunto Aji MOJOK.CO

Lagu Healing Selain Mantra-mantranya Mas Kunto Aji

29 Oktober 2019
Joko Pinurbo adalah Berlian di Mahkota Jogja (Foto milik Eko Susanto)

Joko Pinurbo adalah Berlian di Mahkota Jogja dan Kini Berpulang Mengantongi Romantisnya

27 April 2024
kapan wisuda lulus mahasiswa tingkat akhir wisuda mojok

Sebaiknya Jangan Keburu Pulang Setelah Lulus Kuliah

18 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.