Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Memakaikan Perhiasan Emas pada Anak Tak Lebih dari Sekadar Kebodohan Orang Tua

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
7 Agustus 2022
A A
Memakaikan Perhiasan Emas pada Anak Tak Lebih dari Kebodohan Orang Tua terminal mojok

Memakaikan Perhiasan Emas pada Anak Tak Lebih dari Kebodohan Orang Tua (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Anak kecil kan belum paham makna perhiasan emas yang mereka pakai~

Memiliki buah hati pastinya menjadi sukacita tersendiri. Apalagi jika kelahiran anak sudah sangat dinanti. Kegembiraan tersebut sering kali diwujudkan dalam bentuk pemberian benda materiel. Terlebih jika bayi yang hadir ke dalam keluarga berjenis kelamin perempuan. Tak ayal, banyak orang tua yang gemas untuk mendandani darah dagingnya tersebut.

Tidak dimungkiri, perintilan anak kecil memang lucu dan menarik hati. Beberapa orang tua mungkin tergoda untuk mempercantik anaknya dengan sejumlah pernak-pernik fesyen kekinian yang dibuat dengan ukuran mini. Tujuannya apalagi kalau bukan membuat anak tampak fashionable serta mampu mengundang decak kagum orang-orang yang melihatnya. Sering ditemui pula di sekitar kita, banyak anak kecil yang bahkan sudah mengenakan perhiasan emas.

Khusus yang terakhir ini, jujur saja, mengusik pikiran saya. Kira-kira apa motivasi sesungguhnya dari para orang tua yang menyematkan aksesori berbahan logam mulia tersebut ke tubuh mungil anak-anak mereka? Sebab, menurut saya tindakan tersebut rasanya berlebihan dan kurang pantas untuk dilakukan kepada anak usia dini yang bahkan belum mengerti nilai uang.

Pikiran nyinyir saya kemudian tertuju pada dugaan bahwa ayah dan ibu anak tersebut membutuhkan validasi atas kemampuan finansial keluarga mereka. Faktanya, anak sekecil itu toh belum butuh emas-emasan buat dipamerin ke arisan, kan?

Eh, tapi keresahan saya ini ada alasannya, kok.

Pertama, tentu saja berkaitan dengan kondisi kulit anak, khususnya bayi. Dibandingkan dengan manusia dewasa, kulit bayi yang sensitif cenderung lebih cepat merespons perubahan yang terjadi di sekitarnya. Makanya diciptakanlah berbagai produk perawatan kulit khusus anak kecil mulai dari newborn hingga toddler.

Tanpa mengenakan perhiasan emas pun, kulit bayi rentan mengalami ruam, terlebih jika memiliki riwayat genetik dermatitis dan eksim. Oleh sebab itu, sedikit egois kalau balita dipaksa memakai gelang, kalung, atau cincin emas yang membuat mereka berpotensi terkena masalah kulit alih-alih terlihat cantik.

Baca Juga:

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

5 Rekomendasi Toko Emas Online Terpercaya, Sudah Saya Buktikan Sendiri!

Kedua, peluang hilangnya perhiasan emas yang dikenakan oleh anak itu lebih besar. Tahu sendiri, kan, tingkah polah anak kecil gimana? Mereka belum paham seberapa mahal benda yang dikenakannya. Bahkan, bisa jadi mereka mengira aksesori tersebut adalah mainan belaka yang tidak akan menjadi masalah jika hilang lantaran putus rantainya.

Orang tua juga harus selalu waspada kalau nekat memakaian perhiasan emas pada bocah. Pasalnya, anak-anak yang masih dalam tahap eksplorasi kerap memasukkan benda kecil ke dalam mulut mereka. Artinya, bisa jadi aksesori yang terlepas justru ditelan oleh mereka. Yang lebih ngeri, bila anak memakai kalung lalu ditarik-tarik karena merasa kurang nyaman, apa tidak berisiko tercekik? Kalau sudah kejadian, mau menyalahkan siapa?

Ketiga, berkaitan dengan keamanan anak sendiri. Di masa sulit seperti ini, tindak kejahatan rawan terjadi. Urusan perut sering kali membuat orang gelap mata menyakiti sesamanya, tak peduli usia korbannya. Bagus kalau cuma harta yang diambil, lha, kalau urusannya sama nyawa? Kekhawatiran ini toh nyatanya terbukti juga. Beberapa minggu yang lalu, tersiar berita tentang kematian seorang anak berusia 7 tahun yang dilakukan oleh ABG berumur 14 tahun. Mirisnya, motifnya adalah untuk menguasai perhiasan emas yang dikenakan korban.

Jadi, cukuplah peristiwa mengerikan di atas menjadi pelajaran bagi para orang tua. Sebaiknya, segera hentikan kebiasaan memakaikan perhiasan emas atau yang menyerupai emas ke anak-anak kita karena justru akan melemparkan mereka ke dalam bahaya.

Mendandani anak, tak perlu sampai sejauh itu. Cukup dengan memakaikan baju serta sepatu yang lucu dan tentunya nyaman. Percayalah, validasi yang orang tua dapatkan dengan rencengan emas pada tubuh anak kita tidak akan pernah sebanding dengan ancaman yang mungkin mengintai.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perihal Perempuan yang Nggak Suka Pakai Perhiasan Emas Berikut Alasannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh

Tags: AnakOrang Tuaperhiasan emas
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Jenis-jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya terminal mojok

Jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya

26 Mei 2021
panti jompo orang tua mojok

Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo Bukan Berarti Durhaka

24 Juni 2021
Sosok Ayah yang Tak Akan Pudar Jasanya walau Telah Lama Meninggal terminal mojok

Sosok Ayah yang Tak Akan Pudar Jasanya walau Telah Lama Meninggal

15 Agustus 2021
blokir gim voucher game online mending rakit pc steam dark souls III genre game menebak kepribadian dota 2 steam esports fall guys mojok

Blokir Gim Online Itu Solusi Bodoh yang Muncul dari Pemikiran Bodoh

29 Juni 2021
anak pancingan new normal mojok

Istilah Anak Pancingan Sebaiknya Nggak Perlu Digunakan Lagi

16 Juli 2021
Merasa Selalu Diawasi Orang Tua yang Memiliki Akun Media Sosial

Merasa Selalu Diawasi Orang Tua yang Memiliki Akun Media Sosial

7 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.