Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memahami Ketakutan Orang terhadap Zat Kimia dalam Makanan

Imanuddin oleh Imanuddin
19 Januari 2021
A A
zat kimia dalam makanan terminal mojok

zat kimia dalam makanan terminal mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang teman saya yang sangat peduli kesehatan, sangat berhati-hati sekali dengan makanan yang dia makan. Dia selalu menolak menggunakan sambal botolan dan memilih sambel uleg, begitu juga dengan mi instan, salah dua dari banyak makanan lain yang dia boikot dari piringnya. Alasannya sederhana karena makanan-makanan tersebut mengandung zat kimia katanya. Apa yang dilakukan teman saya barangkali mewakili dari sekian banyak orang yang begitu alergi dengan istilah zat kimia.

Tapi, apakah ketakutan terhadap kehadiran zat kimia ini cukup wajar? Mengingat sebenarnya apa yang kita makan dan minum baik alami maupun buatan sejatinya adalah senyawa kimia. Lah kok bisa? Ya  iyalah alam semesta ini sesungguhnya terbentuk dari unsur-unsur kimia. Kalau di jari kamu ada cincin terbuat dari emas atau perak sesungguhnya itu adalah unsur kimia. Emas dan perak ini diperoleh dari kerak bumi, lewat proses penambangan.

Kita lanjut ke penjelasan berikutnya ya. Secara ilmiah di dunia hingga saat ini terdapat 118 unsur kimia yang 94 di antaranya adalah unsur alami dan 24 sisanya adalah unsur sintetis. Unsur-unsur gaib tidak termasuk ya di dalam unsur kimia. Unsur kimia ini ada yang berbentuk unsur murni tapi kebanyakan berbentuk senyawa atau unsur-unsur yang berikatan satu sama lain. Senyawa kimia yang paling sering kita gunakan misalnya H2O atau yang dikenal sebagai air atau hidrogen dioksida, atau yang lain misalnya NaCl yang dikenal sebagai garam dapur atau sodium klorida.

Lalu kenapa orang menjadi takut dengan istilah zat kimia pada makanan? Ya kalau menurut saya ada beberapa hal yang menyebabkan orang jadi takut dengan istilah ini. Salah satu akar masalahnya barangkali terkait dengan ketakutan banyak orang dengan pelajaran kimia ketika di bangku sekolah dulu. Pelajaran kimia bisa dibilang menjadi momok yang menakutkan selain mata pelajaran matematika dan fisika bagi banyak orang. Rasa takut ini kemudian berimbas pada keengganan kita mempelajari ilmu kimia.

Akhirnya ketika kita menjadi buta dengan ilmu kimia, kita menjadi parno ketika mendengar kata ”zat kimia”.  Ya sebabnya karena nggak pernah belajar jadinya nggak punya pengetahuan dasar mengenai ilmu kimia. Padahal pengetahuan dasar ini penting loh, Gaes. Setidaknya dengan pengetahuan ini kita jadi bisa bedain antara logam emas dengan kayu misalnya hehehe.

Nggak lucu ya? Ya maap.

Ketakutan kita terhadap kata zat kimia dalam makanan juga terkait kesulitan membedakan antara bahan kimia berbahaya dan yang tidak. Biasanya pikiran orang akan mengasosiasikan zat kimia sebagai zat kimia berbahaya, misalnya pestisida. Ketidakmampuan inilah barangkali yang menjadikan banyak orang secara naluriah langsung mengasosiasikan semua zat kimia sebagai benda berbahaya.

Imajinasi bahwa semua zat kimia dalam makanan itu berbahaya ya mungkin ada betulnya juga, terutama sekali jika digunakan berlebihan atau berada di tubuh manusia dalam jumlah yang tidak bisa ditoleransi. Misalnya saja garam, kalau penggunaannya berlebih ya berbahaya karena bisa menyebabkan darah tinggi. Yang dulu pernah heboh misalnya saja micin yang sebenarnya secara alami ada di banyak tumbuhan.

Baca Juga:

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

Tapi, memang sih ada banyak senyawa kimia dan juga unsur kimia yang memang berbahaya dan sebaiknya tidak boleh dikonsumsi manusia misalnya saja air raksa (Hg), timbal (Pb) dan juga logam berat lainnya. Kalau ada senyawa kimia yang mengandung logam berat masuk ke tubuh tentu saja akibatnya fatal karena bisa mengakibatkan sakit hingga kematian.

Asosiasi orang tentang zat kimia dalamjuga sebenarnya lebih pada zat kimia sintetis. Lah kalo yang alami kan memang susah juga nolaknya. Kan nggak mungkin menolak penggunaan garam di dalam makanan kalau bukan karena punya penyakit atau karena makanannya sudah asin. Zat kimia sintetis inilah yang jika penggunaannya tidak diatur ya akan berbahaya buat kesehatan. Misalnya saja MSG atau micin yang secara alami terdapat di tumbuhan dan daging. Nah yang sering orang hindari adalah micin sintetis yang bentuknya butiran putih halus. Micin sintetis inilah yang jika digunakan berlebih akan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Jadi sebelum takut terhadap sesuatu, sebaiknya kita pahami kita itu takut karena apa. Bisa jadi, ketakutan kita datang dari ruang kosong yang diciptakan oleh pikiran kita yang nggak tahu apa-apa.

BACA JUGA Harun Yahya Adalah Pahlawan bagi Banyak Guru di Indonesia dan tulisan Imanuddin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2021 oleh

Tags: Makananpestisidazat kimia
Imanuddin

Imanuddin

Suka bersepeda dan hiking.

ArtikelTerkait

nyelalak tradisi rembang manggar bertukar makanan masakan solidaritas warga desa wabah corona mojok.co

Nyelalak, Pesta Bertukar Makanan ala Masyarakat Manggar di Rembang

3 April 2020
jagung titi mojok

Jagung Titi, Contoh Nyata Bagaimana Masyarakat Lamaholot Menciptakan Ketahanan Pangan

16 Juli 2020
Saya Nggak Tau Seenak Apa Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak mojok.co

Alternatif Olahan Nasi Sisa Biar Nggak Mubazir

30 April 2020
10 Makanan Korea yang Mirip dengan Makanan Indonesia. Ada yang Mirip Bakwan sampai Urap

10 Makanan Korea yang Mirip dengan Makanan Indonesia. Ada yang Mirip Bakwan sampai Urap

23 November 2023
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
Makan Soto tapi Nasinya Dipisah Itu Masih Mending daripada Makan Soto tapi Kebanyakan Kecap Sampai Mirip Rawon

Makan Soto tapi Nasinya Dipisah Itu Mendingan daripada Makan Soto tapi Kebanyakan Kecap

11 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.