Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Meluruskan Salah Paham Femme Fatale: Perempuan Bukan Sumber Bencana

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
17 Desember 2020
A A
Meluruskan Salah Paham Femme Fatale: Perempuan Bukan Sumber Bencana terminal mojok.co

Meluruskan Salah Paham Femme Fatale: Perempuan Bukan Sumber Bencana terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sangat menikmati analisa dari Mas Muhammad Sabri dalam artikel tentang femme fatale. Blio berhasil mengangkat isu patriarki yang selama ini mengalami normalisasi. Menjadikan perempuan sebagai sosok “pembawa bencana” adalah ide menyebalkan. Dan dunia perfilman kita merasa isu ini layak tayang. Kan nggatheli.

Tapi, tanpa mengurangi rasa hormat, Mas Sabri telah salah paham dalam menerjemahkan arti femme fatale. Sayang sekali, artikel yang sukses membuka mata tentang isu patriarkis harus dilandasi salah paham. Maka, artikel ini bukan untuk membantah opini Mas Sabri. Semata-mata meluruskan konsepnya.

Femme fatale bukanlah simbol perbudakan gender. Alih-alih menunjukkan kekuatan perempuan. Dengan “keperempuanan”, ia telah melampaui kekang patriarkis. Meskipun masih terjebak dalam konsep-konsep seksis yang melandasi patriarkis.

Jadi begini. Mas Sabri menyebutkan bahwa femme fatale adalah istilah dari bahasa Prancis. Femme berarti perempuan, dan fatale berarti bencana. Sampai sini, Mas Sabri telah tepat menunjukkan asal mula istilah ini.

Tapi, femme fatale tidak berarti perempuan yang membawa bencana. Setidaknya tidak sesederhana itu. Dua kata ini tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah.

Menurut Cambridge Dictionary, femme fatale berarti perempuan yang sangat menarik dalam hal yang misterius, yang biasanya mengarahkan pria pada bahaya atau menyebabkan kehancuran. Mungkin, Mas Sabri menggunakan definisi ini. Tapi, definisi ini bukan berarti perempuan sebagai pembawa bencana.

Seorang perempuan dengan reputasi femme fatale akan menggunakan unsur feminim (kecantikan, keramahan, bahkan seksual) untuk mencapai tujuan tersembunyi. Nah, istilah “fatale” atau fatal ini merujuk pada dampak ketika perempuan tersebut mencapai tujuannya. Pihak yang menjadi jalan menuju tujuan itu akan berada pada posisi fatal tadi.

Mari kita bayangkan sebuah plot. Seorang perempuan cantik berniat untuk menghancurkan bisnis narkoba. Dengan kecantikannya, perempuan itu berusaha mendekati sindikat narkoba tersebut. Paras dan pembawaannya membuat si bos sindikat jatuh hati (atau berhasrat) dan percaya pada perempuan tadi.

Baca Juga:

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Aturan Tidak Tertulis di Toilet Perempuan yang Perlu Diperhatikan agar Sama-sama Nyaman

Dengan kepercayaan yang bersumber dari paras, perempuan itu bisa melakukan apa pun di dalam sindikat. Membocorkan distribusi narkoba, mengadu domba, atau membunuh bos sindikat langsung. Pemirsa, inilah konsep femme fatale yang tepat.

Konsep ini moncer bersama film-film James Bond. Terutama ketika karakter perempuan tadi adalah bagian dari kelompok mafia. Memanfaatkan paras rupawan hingga seksualitas, perempuan tadi memancing protagonis ke dalam jebakan yang fatal.

Namun, konsep femme fatale juga berkembang. Istilah tersebut bisa diartikan sebagai perempuan cantik dan seksi namun berbahaya. Berbahaya di sini lebih kepada kemampuan perempuan itu untuk membunuh dan bertarung. Kecantikan tadi berfungsi sebagai kedok.

Konsep kedua ini sering digunakan pada sosok psikopat. Perempuan yang haus darah sering dikemas sebagai sosok yang sangat menggoda. Godaan ini melemahkan sasaran ketika berhadapan dengannya. Tiba-tiba, gludak, sang sasaran jatuh tersungkur dalam keadaan tak bernyawa.

Contoh paling mudah dari konsep kedua ini adalah Harley Quinn. Pacar dari Joker dalam serial Batman selalu dikemas sebagai sosok cantik nan seksi. Namun, di balik keseksiannya, sang ratu kriminal Gotham City bisa membunuh penghalang keinginannya. Terutama sosok laki-laki seperti Robin.

Ada juga Boa Hancock yang berasal dari manga One Piece. Sang ratu bajak laut ini dikenal sebagai perempuan tercantik di dunia. Sayang sekali, siapapun yang tergoda pada dirinya akan berubah menjadi batu. Menurut saya, Boa Hancock adalah sosok femme fatale paling sempurna.

Bicara soal menggoda, femme fatale tidak melulu bicara relasi heterogen. Seorang perempuan juga bisa menggunakan pesonanya untuk menaklukkan sesama perempuan. Mereka sering terlihat sangat anggun sehingga tidak tampak berbahaya sama sekali. Tapi, stiletto miliknya mampu melubangi ubun-ubun musuh.

Beberapa tokoh sejarah juga mendapat gelar femme fatale. Sebut saja Cleopatra. Ratu dari Mesir ini dikenal berparas sangat cantik pada masanya. Kecantikan ini dimanfaatkan untuk menaklukkan Julius Caesar dan Mark Anthony.

Inilah yang membuat saya ingin meluruskan konsep Mas Sabri. Tapi, bukan berarti saya serta merta menerima konsep ini. Meskipun terdengar hebat, tapi konsep femme fatale tetap penuh nuansa patriarkis.

Kecantikan perempuan dipandang sebagai bukti perempuan itu lemah. Seolah-olah perempuan cantik tidak punya kemampuan untuk membunuh musuh superior. Dan, konsep kecantikan yang menipu mengesankan perempuan hanya istimewa ketika memiliki paras rupawan.

Tapi, bukan berarti perempuan selalu membawa bencana. Konsep film di Indonesia masih saja menempatkan perempuan sebagai sumber masalah. Tapi, ini bukan femme fatale. Ini semata-mata adalah cara pikir patriarkis ketimuran yang memuakkan.

BACA JUGA Yogyakarta yang Istimewa Tengah Putus Asa Ditelanjangi Covid-19 dan artikel Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2020 oleh

Tags: FeminisPerempuan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja Terminal Mojok

15 Ragam Profesi Perempuan di Drama Korea, Bukti Pekerjaan Buat Perempuan Nggak Itu-itu Aja

3 Maret 2022
3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan Mojok.co

3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan

10 April 2024
Mitos Zaman Dulu yang Menakutkan bagi Perempuan terminal mojok

Mitos Zaman Dulu yang Menakutkan bagi Perempuan

5 November 2021
perempuan

Relasi Dan Kuasa Sinting Terhadap Perempuan

14 Mei 2019
Kak Ros, Figur Perempuan Melayu Idaman

Kak Ros, Figur Perempuan Melayu Idaman

30 Mei 2023
Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Tetap Harus Berpendidikan Tinggi Terminal Mojok

Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Tetap Harus Berpendidikan Tinggi

24 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Apa yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

Apa sih yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota
  • Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan
  • Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika
  • Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja
  • Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki
  • Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.