Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Melihat Sepak Bola Amerika Serikat Bikin Saya Sedih sama Negeri Sendiri

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
22 Januari 2021
A A
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tak dapat dimungkiri jika Amerika Serikat merupakan negara superpower alias adidaya di muka bumi ini. Hampir segala bidang kehidupan mereka kuasai, termasuk dalam olahraga sekalipun.

Pada bidang olahraga, kedigdayaan Amerika Serikat bisa dilihat pada ajang sekelas Olimpiade. Tercatat negara ini menjadi yang tersukses di ajang olahraga terakbar di dunia dengan total perolehan medali mencapai 2,520 hingga saat ini.

Meskipun demikian, bukan berarti Amerika Serikat itu jago di segala bidang olahraga. Di sub bidang olahraga sepak bola, Amerika Serikat bukan negara yang begitu diperhitungkan.

Timnas Amerika Serikat Medioker

Tapi eh tapi, bukan berarti timnas Amerika Serikat itu benar-benar medioker lho. Sejarah mencatat bahwa mereka pernah menjadi juara ketiga di ajang Piala Dunia 1930. Tentu saja dengan format kompetisi serta jumlah peserta yang sangat berbeda dengan Piala Dunia yang kita kenal sekarang.

Sebenarnya, cukup wajar bila sepak bola Amerika Serikat tak sedigdaya negara-negara di Amerika Latin maupun Eropa. Dari segi popularitas saja, olahraga ini hanya berada di peringkat kelima.

Di tengah ketidaktertarikan masyarakat Amerika Serikat akan sepakbola, talenta-talenta muda asal negeri Paman Sam justru mulai menginvansi beberapa klub top di Eropa. Ada Christian Pulisic di Chelsea, Sergino Dest di Barcelona, serta Weston McKennie di Juventus. Belum lagi kalau nama-nama seperti Giovanni Reyna, Conrad de la Fuente, dan lainnya dimasukkan.

Dari segi usia, mereka masih tergolong muda bahkan sangat muda. Selama memiliki arah yang tepat serta jam bermain yang cukup, bukan tidak mungkin para pemain muda ini bisa membawa timnas Amerika Serikat berbicara banyak di pentas dunia, khususnya di Piala Dunia.

Kondisi yang sedemikian rupa tersebut membuat nurani ini tergelitik. Sebagai rakyat yang mencintai sepak bola, saya juga ingin melihat pemain-pemain Indonesia bisa bermain di klub-klub top Eropa seperti mereka. Kemudian membawa dampak terhadap timnas Indonesia.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Akan tetapi, ada banyak kendala yang mungkin harus dihadapi dan diatasi. Salah satunya terkait dengan peringkat FIFA. Per Desember 2020, Indonesia terjebak di peringkat 173 bersamaan dengan Kamboja. Sementara Amerika Serikat berada di peringkat 22.

Bukan Sekedar Peringkat

Peringkat ini bukan hanya sekadar angka saja. Liga seperti Premier League memandang serius terhadap hal ini. Agar pemain bisa memperoleh izin kerja di Inggris, negara asal pemain tersebut minimal harus berada di peringkat 50 besar versi FIFA. Plus, ada aturan persentase minimum penampilan internasional selama 24 bulan bagi pemain tersebut.

ada aturan persentase minimum penampilan internasional selama 24 bulanMeskipun demikian, sebenarnya ada setitik celah yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk mentas di Premier League. Pemain bisa saja mengajukan banding untuk mendapatkan izin kerja. Tapi, metode ini akan jauh lebih rumit daripada dengan mengikuti aturan sesuai paragraf sebelumnya.

Hal ini juga yang kabarnya membuat Bagus Kahfi gagal main di Arsenal. Meskipun sempat menarik perhatian dari klub tersebut, peringkat Indonesia yang berada jauh di bawah standar Premier League—yang waktu itu masih berpatokan pada 70 besar versi FIFA—membuat klub London Utara tersebut mengurungkan niatnya. Beruntung, kegagalan ini masih bisa membawanya bermain di klub Eropa lainnya, FC Utrecht.

Kegagalan Bagus Kahfi seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi para pengurus PSSI. Sudah sering kritikan masuk namun belum ada perubahan yang berarti. Lebih banyak polemik yang terdengar daripada prestasi atau perkembangan positif sepak bola.

Masih Ada Harapan untuk Bangkit

Meskipun demikian, selalu ada harapan agar Sang Garuda bisa bangkit dan terbang setinggi mungkin. Sejauh ini, ada sosok seperti Shin Tae-yong yang menangani timnas Indonesia. Beliau bukan pelatih sembarangan. Coach Shin Tae-yong pernah menangani Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 meskipun gagal di fase grup.

Harapan ini memang terdengar klise alias basi. Namun, sebagai orang Indonesia asli, tentu ada harapan agar Indonesia bisa mentas di Piala Dunia. Bosan juga rasanya kalau terus-menerus mendukung timnas lain di ajang tersebut.

Bukan tanpa alasan jika sepakbola perlu diperhatikan. Perlu diingat bahwa sepak bola merupakan olahraga terpopuler kedua setelah badminton. Kalau melihat peringkat popularitas tersebut dengan Amerika Serikat yang saya bahas sebelumnya, tentu hal ini bisa menjadi tamparan keras.

Plus ada faktor sejarah yang berbicara. Meskipun tak sementereng Amerika Serikat, setidaknya Indonesia—lebih tepatnya Hindia Belanda—pernah mencicipi kompetisi Piala Dunia di tahun 1938. Bahkan Indonesia diakui secara resmi oleh FIFA sebagai negara pertama dari benua Asia yang pernah mentas di ajang Piala Dunia.

Memang tak mudah untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. Banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari sistem kompetisi hingga fisik para pemain yang sempat dikeluhkan oleh Coach Shin tae-Yong. Pekerjaan rumah ini tentu bukan hanya menjadi milik PSSI saja, melainkan juga menjadi milik seluruh insan yang menggeluti sepak bola di Indonesia.

BACA JUGA 3 Salah Kaprah tentang Mabuk Perjalanan dan tulisan Muhammad Fariz Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: amerika serikatpulisicSepak Bolasergino dest
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

5 Pekerjaan yang Cocok untuk Jeje Translator setelah Shin Tae-yong  Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Mojok.co

5 Pekerjaan yang Cocok untuk Jeje Translator setelah Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas

7 Januari 2025
pemain sepak bola yang ikut mengurangi islamofobia di eropa mojok.co

Wali-wali Sepak Bola Eropa yang Melawan Islamofobia

1 Juni 2020
Seandainya para Filsuf Melatih Sepak Bola Pakai Strategi dari Pemikirannya terminal mojok.co

Seandainya para Filsuf Melatih Sepak Bola Pakai Strategi dari Pemikirannya

16 September 2020
sepak bola

Sepak Bola Kita Butuh Pertolongan

18 September 2019
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Di Indonesia, Ganti Nama Klub Itu Semudah Membalik Telapak Tangan

19 Desember 2020
Kasta Tempat Duduk di Stadion Kanjuruhan Malang terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Kanjuruhan Malang

3 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.